
“Langsung ke unit nya aja mbak, tadi saya diberitahu orangnya masih di perjalanan.” sang security menjawab pertanyaan Aya, sembari menyuruhnya langsung ke unit apartemen si pemesan.
Aya pun mengangguk, menghampiri kotak besi yang akan membawanya ke lantai 20 apartemen tersebut.
Pintu terbuka, Aya langsung berhadapan dengan satu pintu unit Apartemen sesuai alamat yang tertera di struk pembelian.
“Ah … orang kaya emang suka bikin susah rakyat jelata.” gerutu Aya yang tak menemukan apapun di depan unit Apartemen, Aya sungguh lelah ingin duduk.
Gadis berhoodie merah muda itu menunggu di depan kaca besar transparan, yang menampakkan pemandangan ibu kota, serta kelap kelip lampu jalanan.
10 menit menunggu … pintu Lift terbuka, Aya menoleh karena yang ia tunggu sejak tadi akhirnya tiba, tapi …
“Aya…” seru nya ketika Aya berbalik menatap nya.
Aya yang tak menyangka akan bertemu dengan Darren kembali masih diam dengan perasaan aneh, setahun tak bertemu, nyatanya membuatnya cukup canggung.
“Waaaahh … surprise banget, kamu kerja di pizza yess!! sekarang?” Tanya Darren basa basi.
Aya mencium aroma tak asing yang kini menguar di udara, yah … dirinya adalah mahasiswa fakultas kedokteran, mencium aroma ini adalah hal biasa, yah ini adalah aroma alkohol, “Kamu habis minum?” tanya Aya tanpa sungkan.
Darren mengusap tengkuknya, dengan senyum canggung, “hehehe … yah begitulah … biasa ketemu temen temen sefrekwensi pasti gak jauh dari minum, tapi aku minum dikit kok, dan tadi juga aku pulang diantar sopir, jadi aman.”
Aya hanya manggut manggut, terlalu ikut campur pun tak baik, karena ia memang tak sedekat itu dengan Darren. “Nih pesanan kamu,”
__ADS_1
“Ow .. thanks yah … masuk yuk,” ajak Darren basa basi.
“Nggak … udah malem, aku harus belajar untuk ujian besok.” tolak Aya yang tiba tiba merasa serba tak nyaman, terlebih Darren habis minum.
“Ah … gak terima penolakan, udah setahun kita gak ketemu loh …” Darren menjawab dengan acuh nya, kemudian menekan password pintu apartemennya, dan masih ngeyel membawa Aya masuk.
“Serius Dare … aku harus pulang.” Aya mati matian menolak, tapi Darren tetap tak peduli, ia ingin sekedar ngobrol dengan Aya, karena sudah lama ia tak mendengar kalimat kalimat Aya yang terkesan pedas, dingin, dan cuek, belum lagi wajah Aya yang kemerahan jika Darren sengaja membahas topik 21+.
“Ntar aku anter, beneran deh.”
“Aku bawa motor.”
“Ya udah aku ikuti dari belakang pake mobil, atau motor kamu di tinggal aja di sini, besok baru diambil.”
“Ya udah makanya ayo masuk … aku mandi dulu, trus makan, baru aku antar pulang.”
Aya pun akhirnya pasrah, dan mengikuti Darren masuk ke apartemen pria tersebut, sembari menunggu diantar pulang, entah alibi atau memang demikian adanya niatan Darren.
“Duduklah … anggap rumah sendiri … Ambil minum sendiri di kulkas yah, tapi sorry … cuma air putih.”
“Hmmm …” jawab Aya canggung … entah apalagi yang Darren katakan, Aya tak lagi mendengarnya, karena ia tengah sibuk memperhatikan seisi apartemen Darren, benarkah ini apartemen Darren? kenapa terlihat biasa saja.
Menuruti kehendak hati, dan memang Aya sedang kehausan, maka ia pun menghampiri lemari pendingin, benar saja lemari bersuhu rendah tersebut hanya berisi air mineral kemasan, tak masalah apapun itu, Aya hanya perlu membasahi tenggorokannya.
Beberapa saat kemudian Darren sudah keluar dari kamar nya, wajah dan tubuh nya kembali segar usai beraktivitas seharian, karena ia baru menyelesaikan aktivitas mandi nya.
__ADS_1
Masih dengan bathrobe ia kembali ke ruang tamu tempat Aya menunggu nya, tapi rupanya Aya sudah tertidur di sofa ketika Darren kembali.
Darren mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil, kemudian duduk tepat di sebelah Aya, di tatapnya gadis yang pernah menjadi guru private nya tersebut, Aya terlihat lelah, dan tanpa bertanya Darren tahu apa penyebabnya, Aya kuliah di siang hari, kemudian lanjut bekerja hingga malam, jadi wajar ketika tidur Aya terlihat sangat lelah.
Darren menata bantal di sofa, kemudian membaringkan tubuh Aya agar bisa berbaring dengan nyaman, ketika dalam posisi memeluk kepala Aya, tanpa sengaja inderanya mengendus aroma sabun wangi menggoda menguar dari balik Hoodie yang Aya kenakan, mendadak sekujur tubuh Darren terasa panas tak karuan.
.
.
lAnjutannya... langsung ke lapak mereka aja ya gaes...
Ini cerita cucu kedua Alexander dan Stella... Darren Alexander Geraldy dan Cahaya Dihyani.
Semoga berkenan.
Langsung like
Subscribe
Dan bintang 5 pastinya
Oh iya... tinggalkan komentar yang santun dan berkesan
Sarangeeeee 💙
__ADS_1