Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
48. Setelah 14 Tahun Berlalu.


__ADS_3

Andre tersenyum bahagia, sementara Alex sang daddy mengemudikan mobilnya.


Alex yang melihat Andre tersenyum pun bertanya, "kamu bahagia?" 


Andre mengangguk.


"Ini bahkan hanya mall yang sering kamu datangi bersama teman temanmu kan?"


"Karena kali ini aku datang bersama daddy, aku merasa lebih bahagia." Jawab nya, "dan mommy juga pastinya," Andre melanjutkan kalimatnya dalam hati.


Alex kembali menerawang, kemarin ia melihat sendiri, betapa Stella nyaris tak punya waktu untuk dirinya sendiri, mungkinkah ia juga tak punya waktu untuk sekedar mengajak Andre bermain di Mall seperti sekarang ini. "Apa mommy jarang mengajakmu pergi ke mall?" 


Sungguh tepat sekali tebakannya, ternyata Andre mengangguk membenarkan pertanyaanya, "tempat yang sering mommy datangi, hanya supermarket dan rumah sakit, karena itulah aku malas, ketika mommy memintaku menemaninya ke supermarket untuk berbelanja,"


"Kamu tidak takut mommy diganggu orang jahat?"


Andre mengernyitkan dahinya sesaat, "daddy tidak tahu? Mommy adalah yang terbaik, dia bahkan bisa menghajar beberapa pria dengan taekwondo nya,"


"Hahahaha, tentu saja papi tahu," Alex reflek memegang perutnya, bekas sikutan Stella seakan kembali berdenyut nyeri.


Alex kembali teringat dengan informasi yang dikirimkan sang mata mata, bahwa Stella berhasil mengalahkan salah seorang anak buah Abimana, hingga ia mengkerut ketakutan setiap kali melihat Stella, dan Stella juga yang menyelamatkan Abimana dari seseorang yang ingin menghabisinya ketika Abimana bahkan tak bisa bergerak dari tempat tidurnya. Maka tak heran jika Abimana menghadiahkan sebuah mobil sebagai ucapan terima kasih.


"Lalu, jika di hari libur mommy harus kerumah sakit, apa yang akan kamu lakukan?" 


"Aku akan mengunjungi Rumah keluarga Belinda."


"Belinda?"


"Iya, dia kawan baikku dad, mommynya orang Melayu dan Daddy nya berkebangsaan Amerika," 


Alex menganggukkan kepalanya. "Apa mereka tidak merasa terganggu?"


"Tidak, Keluarganya menerima ku dengan sangat baik, bahkan tanpa segan mengajakku berlibur, keluarga Belinda sungguh membuatku iri, aku sering berangan andai aku memiliki daddy seperti Belinda, pasti sangat menyenangkan." Andre tersenyum sendu.


Alex menggenggam tangan Andre, "apa yang kamu katakan, kamu memiliki papi, kita hanya tidak tinggal bersama, papi janji setelah ini kita akan sering menghabiskan waktu bersama."


Wajah Andre berbinar bahagia, "bisakah kita mengajak mommy juga?" 


Alex tiba tiba menegang, dengan membawa Stella itu artinya mereka akan terlihat seperti keluarga lengkap yang bahagia, sementara mereka mungkin hanya akan menampakkan kebahagiaan semu, walau dengan formasi lengkap mommy daddy dan anak anak mereka. "Entahlah boy, kalau bersama mommy tentu kita harus meminta izinnya terlebih dahulu, karena kamu mengerti jika mommy sangat sibuk di rumah sakit?" 


Sementara itu, di lain tempat, Stella tampak cemberut, entah sudah yang keberapa kalinya ia mengganti dres yang akan ia kenakan, sementara Kevin sepertinya masih belum puas mengacak isi walk in closet, menyesuaikan gaun tas dan aksesoris yang ia inginkan untuk di kenakan mommy nya, karena ini bagian dari misi si kembar untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, sesekali kevin tersenyum smirk membayangkan apa yang akan terjadi nanti.


"Kev, apa lagi yang kamu cari, kamu senang ngerjain mommy?"


"No mom, aku tidak sedang ngerjain mommy, aku hanya Ingin mommy terlihat cantik, karena ini kencan pertama kita," kevin menyeringai.


Stella benar benar tak mengerti apa yang diinginkan putra nya, dia mulai lelah mencoba beberapa dres, dan Kevin tampak belum puas karena tak ada yang cocok dengan aksesoris nya.


"Hah … perfect." Teriak Kevin senang, "mom, kemarilah aku sudah menemukan semua yang mommy butuhkan." 


Dengan wajah malas Stella berjalan menghampiri Kevin, "untung saja kamu anak mommy, jika tidak, mommy sudah menghajarmu sejak satu jam yang lalu."

__ADS_1


Kevin menyeringai puas, kemudian menyerahkan mini dress yang akan dikenakan Stella, Stella menerimanya dengan perasaan malas, namun demi menyenangkan Kevin ia pun menerima dress terusan tersebut.


Stella terdiam di depan cermin, menatap bayangan dirinya yang kini terbungkus dres berwarna putih, dress terusan dengan panjang mencapai lutut, keseluruhan lengannya tertutupi, namun menampakkan sebagian besar area pundak dan sebagian dadanya, kevin bahkan menyertakan belt berwarna coklat, membuat kesan ramping di area pinggangnya, Stella menatap high heels berwarna pastel dan tas berwarna senada dengan belt yang kini ia kenakan.


Kevin bertepuk tangan manakala melihat penampilan Stella. "Hentikan Kev, mommy sudah terlalu tua jika harus berpakaian seperti ini."


Kevin menggeleng tak terima, "siapa bilang, aku bahkan berpikir mommy masih bisa memberiku satu atau dua orang adik." 


Stella terbelalak mendengar ucapan Kevin.


Kevin menyadari Stella tengah melotot tajam ke arahnya, "maaf mom, tak masalah kalau mommy tak mau, Andre saja sudah cukup, walaupun kami hanya berbeda 5 menit." Seringai nya.


Stella nampak canggung setelah Kevin membicarakan adik, "Ayo kita pergi, sebelum mommy mendapat panggilan darurat dari rumah sakit."


Salah satu mall terbesar di singapura menjadi tujuan mereka, tak lupa Stella berpesan  pada Mr.Tom sopir pribadinya, untuk selalu memastikan ponselnya berbunyi, karena mungkin sewaktu waktu ada panggilan darurat untuknya.


Kini disinilah mereka, ION orchard, salah satu mall terbesar di Singapura, dan juga salah satu destinasi para wisatawan asing.


Kevin terus menerus menyunggingkan senyumnya, sementara tangannya menggenggam erat lengan Stella, seolah takut sang mommy dicuri orang.


"Katakan, apa yang ingin kamu lakukan terlebih dahulu? Mommy akan menemanimu, sebelum ada panggilan darurat tentunya." 


Kevin nampak mengedarkan pandangan ke sekeliling mall, sudah tentu dia sedang mencari keberadaan saudara kembarnya, beberapa saat lalu Andre memberitahunya bahwa ia dan papi sudah sampai. 


"Entahlah mom, bagaimana kalau kita berkeliling dulu." 


Stella pun mengiyakan saja permintaan Kevin, intinya hari ini waktunya untuk Kevin, sesekali Kevin masih menggoda Stella, mengatakan bahwa betapa cantiknya Stella, atau bahkan Kevin berandai andai, ingin memiliki istri seperti Stella.


"Mom … " tiba tiba sebuah teriakan membuat perhatian Kevin dan Stella tertuju pada asal datangnya suara. 


Sosok remaja tanggung berlari menghampiri Stella, kemudian memeluknya erat. "Mom … aku merindukanmu." Bisik Andre.


Ternyata Kevin pun melakukan hal yang sama, ia berlari menghampiri Alex, kemudian memeluk erat pria yang sangat ia sayangi, sama besarnya dengan sayangnya pada Stella. 


Namun baik Stella maupun Alex sama sama terdiam.


Masih terkejut dengan situasi saat ini.


Stella Hanya balas memeluk Andre, untuk menutupi debaran jantungnya. 


Dan Alex … tentu saja ia berdebar, karena lagi lagi melihat penampilan sexy mantan istrinya, dadanya kembali bergejolak, sudah lama sekali ia tak merasa seperti ini.


Ternyata waktu berjalan begitu cepat, dan kini Setelah 14 tahun berlalu, Stella begitu membenci dirinya sendiri yang tetap merasakan getaran cinta di hatinya, walau pria di hadapannya pernah berkhianat di masa lalu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Tuh bos, udah othor ketemuin sama mantan bini, jangan di sia siakan yah … 🤓❣️


.


.


.


.


.


.


maaf yaaaa gantung lagi ... selamat berdebar nunggu besok di jam kunti 👻👻👻


.


.


.


.


jangan lupa kembangnya, biar makin romantis 💐


.


.


.


kopi juga biar othor tetap semangad on going demi kalean para readers ☕☕


.


.


.


.


.

__ADS_1


othor mau semedi dulu cari inspirasi buat besok 🧘💆


__ADS_2