
Hening tercipta, usai mereka kembali kedalam mobil guna melanjutkan perjalanan, Terus terang setelah bertemu dengan Grand mama sesaat lalu, Andre jadi ingin mengetahui Seperti apa perasaan papinya terhadap mommy, apakah masih ada kemungkinan mereka kembali bersama?.
Selama ini Andre tak pernah menanyakan tentang papi kepada mommy nya, karena setiap kali bertanya, Mommy nya langsung murung dan kehilangan senyumannya, jadi Andre tak pernah lagi bertanya sekalipun, karena khawatir mommy nya akan sedih.
Selama ini mommy nya begitu keras berusaha mewujudkan impiannya menjadi dokter, bahkan setelah berhasil, mommy nya masih sempat untuk memanjakannya dengan berbagai macam fasilitas dan hadiah terbaik untuknya, mommy nya bahkan jarang belanja barang barang yang ia sukai, seperti layaknya wanita karier yang sudah mapan di usianya, yah biar bagaimanapun mommy Stella adalah mommy terbaik yang pernah ada di muka bumi, dan setelah beberapa hari ini bersama papi Alex, Andre mulai merasa bahwa papi Alex juga papi terbaik di muka bumi.
"Kev, kok tiba tiba diam?" Tanya Alex pada Andre.
"Oh, melihat Grand mama tadi, aku jadi makin penasaran, seperti apa mommy, apa papi masih ingat, mommy ku seperti apa?" Tanya Andre bersemangat.
Alex tersenyum mendengar pertanyaan Andre, sebenarnya ia tak ingin membicarakan Mantan istrinya tersebut, tapi baiklah, demi putranya, ia akan berusaha melawan kata hatinya, kemudian bibirnya pun mulai bercerita awal mula pertemuannya dengan Stella.
...✨✨✨...
Jam 6 pagi waktu Singapura.
Pagi pagi sekali Kevin sudah bangun dan membersihkan diri, hari ini dia libur sekolah, tapi dia bersiap pagi pagi karena bermaksud menyampaikan niatnya untuk ikut mommy nya ke rumah sakit.
Kevin nampak duduk manis, di mini bar dapur, sudut matanya sejak tadi mengawasi Stella sang mommy yang tengah sibuk menyiapkan sarapan, kedua tangannya diatas meja tengah menyangga dagunya, senyuman manis tak lepas dari bibirnya.
Stella yang sadar tengah di awasi pun mengedipkan mata ke arah putranya. "Aaaahhh mom tolong !!! " pekik Kevin.
Stella dengan panik menghampiri Kevin yang tengah memegangi dadanya. "oh ada apa, apa ada yang sakit?" tanya Stella.
"Mom, aku rasa aku baru saja tertembak panah asmara, bagaimana mungkin aku memiliki seorang mommy yang begitu sempurna seperti mu." Ucap Kevin menggoda mommy nya.
Stella yang semula panik, kini wajahnya bersemu merah, "Kau ini, bikin mommy panik saja," Ucap Stella malu.
Stella pun kembali ke depan kompor yang sesaat lalu ia tinggalkan, diiringi dengan tawa renyah Kevin.
Beberapa hari ini Stella merasa Andre agak berubah, nyaris tak ada waktu luang yang ia lewatkan seorang diri, sepulang dari rumah sakit, Andre selalu menempel padanya seperti bayi koala kesayangan, bahkan tidur pun meminta di temani terlebih dahulu, entahlah tapi ini seperti sebuah kebiasaan baru, apa sepulang dari indonesia Andre membawa virus aneh? hingga Andre terus terusan menempeli dirinya.
__ADS_1
"Ayo sarapan." Stella menghidangkan nasi goreng sebagai sarapan pagi ini, dan segelas fresh milk, belakangan ini Andre menginginkan fresh milk, padahal biasanya dia selalu meminta susu cokelat, sebagai sarapan.
"Terima kasih mommyku ..." Senyuman terus tersungging di bibir Kevin sepanjang ia mengunyah sarapannya, "Mom ... apa mommy ke rumah sakit hari ini?"
"Iya ... ada Jadwal rawat jalan beberapa pasien." Jawab Stella. "Kenapa? apa kamu bosan di rumah sendirian?"
"Terus terang, iya mom, boleh kah aku ikut mommy?" Tanya Kevin antusias.
Stella nampak berfikir sejenak.
"Ayolah mom, aku janji tidak akan membuat masalah." Stella diam menatap keseriusan di wajah Kevin. "Please mom ... aku hanya ingin melihat seperti apa mommy ku ketika sedang bekerja... yah? yah? yah?" Kevin menatap Stella dengan tatapan penuh harap.
"Baiklah ... day out with mommy?"
"Yeah ... " Kevin bersorak girang.
"Selesaikan sarapan mu, 30 menit lagi kita berangkat, mommy harus mengunjungi beberapa pasien dan memastikan keadaan mereka."
Sebenarnya peraturan rumah sakit melarang anak anak untuk berada di rumah sakit, tapi tak apa lah, toh ini pertama kalinya Stella membawa Andre kerumah sakit, lagi pula Andre bukan balita lagi yang harus terus diawasi.
Usai sarapan Kevin menunggu Stella yang tengah bersiap di kamar, sementara ia bertukar pesan dengan Andre.
Kemarin tanpa sengaja aku bertemu Grand mama di bakery shop, aku bahkan sudah mengkerut ketakutan, jangan jangan grand mama mengenaliku, syukurlah beliau tidak menyadari jika itu aku, beliau mengira aku dirimu -Andre-
Apa kamu bisa beradaptasi dengan baik? aku menghawatirkan mu, bagaimana dengan Spike? apa dia masih menolak mu? -Kevin-
Yah begitulah, sepertinya ia tahu aku bukan kau, dan kakak Ima sepertinya menyadari sesuatu, aku sering melihatnya menatapku tanpa berkedip. -Andre-
Dia nanny yang merawat ku sejak kecil, jadi jika ada yang menyadari identitas kita, tentu dia adalah orang pertama yang menyadari nya -Kevin-
Apa kau tahu, sekarang aku sering berdebar debar, mungkin nanti akan sungguh menakutkan jika mommy dan papi menyadari kalau kita bertukar tempat, sungguh aku takut -Andre-
__ADS_1
Tenang saja, papi tidak pernah memarahiku, aku yakin dia tidak akan marah pada kita, apa mommy pernah memarahi mu? -Kevin-
Yah, pernah beberapa kali, itu karena aku kurang disiplin mengatur waktu ku, tapi selebihnya mommy tidak pernah marah marah -Andre-
Hari ini aku akan ke rumah sakit, menemani mommy bekerja 😁 -Kevin-
Hei, kenapa mommy tidak adil, aku bahkan tak pernah dia ajak berkunjung ke rumah sakit, kecuali karena aku sakit dan butuh perawatan, selebihnya tidak pernah 😰 -Andre-
hahahaha berarti aku Kevin yang beruntung 🥳 tapi kamu bisa mencoba ikut papi ke kantornya -Kevin-
Percakapan mereka terpaksa terhenti karena Stella sudah selesai bersiap.
Hmmm baiklah, akan aku coba, oh iya, om Dimas sedang di Singapura, berhati hatilah, barangkali kamu berpapasan dengannya -Andre-
Sayangnya Kevin belum sempat membaca pesan terakhir dari Andre, karena dia buru buru mensejajarkan langkah nya dengan Stella.
Kevin memeluk mesra lengan sang mommy, mereka berjalan menyusuri trotoar menuju rumah sakit, yang tak jauh dari apartemen Stella, pengguna jalan nampak lengang karena ini hari libur, namun tak menyurutkan niat Stella untuk tetap bekerja di hari libur, demi menunaikan tugasnya sebagai pekerja sosial yang tetap harus mengutamakan pasien pasiennya.
"Selamat pagi dok," Sapa beberapa perawat dan juga dokter yang kebetulan berpapasan dengannya, dan Stella membalasnya dengan anggukan dan senyum ramah.
"Kamu ingin sesuatu, sebelum keruang kerja mommy?" tanya Stella pada Kevin.
"Belum mom, aku masih terlalu kenyang, masakan mommy luar biasa, membuatku tidak ingin yang lain," puji Kevin, yang tentu saja membuat Stella kembali berseri seri bahagia, ibu mana yang tak suka di puji anak anak nya.
"Apa kamu bermaksud meminta mommy memasak lagi?" Gurau Stella.
"Yah, bila perlu," Kevin tertawa lebar.
mereka terus melempar gurauan sepanjang perjalanan menuju ruang kerja Stella, tanpa sadar ada sepasang mata mengawasi.
Sepasang mata itu terus bergerak mengikuti langkah Stella dan Kevin.
__ADS_1
"Selamat pagi Nyonya ... " Sapa nya ketika jarak nya dengan Stella dan kevin semakin dekat.