Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
87.


__ADS_3

Empat puluh menit dalam perjalanan, kini Abimana tiba di Airport.


Beberapa anak buahnya menurunkan koper koper yang akan mereka bawa kembali ke Italia.


Rombongan Abimana memakai pakaian serba hitam khas kelompok mafia, hingga menarik perhatian orang orang yang saat ini berada di Airport.


Setelah menemui Alex beberapa saat yang lalu, Abimana menelpon ayahnya, menenangkan pria yang sangat menyayanginya tersebut, agar Gio bersedia melupakan keinginannya untuk menyakiti Stella.


Sesampainya di depan pintu masuk Abimana berhenti, otomatis seluruh anak buahnya juga berhenti.


"Ada apa tuan, apa anda melupakan sesuatu?" Tanya Andy yang kini berada di hadapan Abimana.


Abimana menghela nafas sesaat, walau terasa berat ia harus mengatakannya, sebenarnya ia sangat nyaman karena selama beberapa tahun belakangan Andy berada di sisi nya, walau pria ini adalah orang kepercayaan Alex, tapi pekerjaan Andy tak pernah mengecewakannya.


"Pergilah, aku melepaskanmu." Ucap Abimana dengan berat hati.


Andy membeku di tempatnya, "Tuan…" wajah Andy mulai pucat, keringat dingin pun tiba tiba keluar dari pelipis dan tengkuknya.


"Apalagi yang membuatmu ragu, kembalilah padanya, aku janji tak akan kembali ke dunia hitam," Abimana menatap mata teduh anak buahnya tersebut, "terimakasih karena telah membuatku selalu terhubung dengan Alexander, mungkin jika Alex tak menempatkanmu di sisiku, aku akan benar benar menjadi manusia yang kehilangan hati nuraniku."


Andy tercengang, ia tidak menyangka selama ini Abimana mengetahui jika dirinya adalah orang kepercayaan Alex. "Sejak kapan anda mengetahuinya tuan?" 


"Sejak kapan aku tahu, kamu tidak perlu tahu," Abimana menepuk pundak Andy, kemudian ia mendekat dan membisikkan sesuatu. "Selesaikan tugas terakhirmu dengan baik, setelah itu, kamu ku bebaskan." 


"Tuan?" Andy tak sanggup melanjutkan kalimatnya, sepanjang Andy mengenal Abimana, menurut Andy, Abimana memang seorang mafia Narkoba, tapi ia melakukan semuanya karena perintah Ayahnya, dan Abimana merasa harus membalas budi baik Gio Yang sudah membesarkan dan menganggapnya sebagai anak sendiri, walau demikian, Abimana tak pernah mengotori tangannya, semua yang dilakukan Abimana adalah instruksi dari Gio, dan Gerry lah yang selalu melakukan pekerjaan kotor untuk nya. "Maksud anda apa tuan?" 


"Habisi si bren953k Gerry untukku, pastikan ia tak bisa menatap mentari hari esok, dan setelah misi terakhirmu berhasil, kamu bebas pergi kemanapun, anggap kita tidak pernah saling mengenal." Tak bisa dipungkiri, pengakuan Gerry mengenai keterlibatan nya dalam rekayasa kecelakaan yang membuat Abimana harus kehilangan gadis yang sangat ia cintai, membuat Abimana begitu marah pada Gerry, ternyata selama ini ia sudah memelihara penghianat dalam kelompoknya.


Usai memberi perintah, Abimana berlalu dengan diikuti anak buahnya.

__ADS_1


Andy hanya bisa menatap kepergian Abimana dengan perasaan lega, "Baik tuan, sebagai bentuk hadiah dari saya, saya akan melaksanakan tugas dari anda dengan baik." Gumam Andy, ketika bayangan Abimana sirna dari pandangannya, Andy segera berbalik dengan langkah cepat. Ia harus bergegas sebelum Gerry menyakiti dokter Risa dan anaknya.


✨✨✨


Twenty Five Hotel


Alex dan Dimas berjalan dengan langkah lebar kembali ke markas, nafas Alex memburu, amarah, gelisah, dan rasa khawatir mulai menjalar menjadi satu di kepalanya.


Sesampainya di markas, anak buahnya sudah bersiaga menunggu instruksi.


Semua mata menatap ke arah Alex, "Bos kami menunggu instruksi anda untuk bergerak," Mr. Joe memberi laporan bahwa seluruh anak buahnya sudah dalam kondisi siaga penuh.


Alex menatap satu persatu, wajah wajah yang beberapa tahun ini setia mengawal dirinya dan Kevin. 


"Mr. Joe … maaf, kali ini kamu tidak terlibat," 


Mr. Joe mendelik tak terima, pasalnya dalam pasukannya, ia tetap yang terbaik dalam seni bela diri dan menggunakan senjata api. "Kenapa tuan? Apa anda tak lagi mempercayai saya?" 


"Baik tuan," Mr. Joe tersenyum lebar, mengetahui ia masih dipercaya menjaga salah satu putra mahkota kerajaan Geraldy.


"Dad … aku ingin ikut," Andre yang mulai tegang, memeluk lengan Alex sembari menatap mata Alex penuh harap, sama seperti Alex remaja berusia 15 tahun itu pun mulai merasa ketakutan.


Alex memegang erat pundak Andre, ia menggeleng, "tidak nak, daddy tidak ingin membuatmu dalam bahaya, daddy mohon tunggulah di sini bersama om Dimas dan Mr. Joe.


"Tapi berjanjilah, Daddy akan kembali dengan selamat," 


"Pasti, daddy janji akan kembali dengan selamat, membawa kembali mommy dan saudaramu," 


Andre memeluk Alex dengan erat.

__ADS_1


Dimas berjalan menuju loker Alex, ia menarik nafas berat, ingin rasa nya ia menangis untuk atasannya tersebut, hanya untuk kembali bersama saja, begitu banyak yang harus mereka hadapi dan selesaikan.


"Silahkan bos," Dimas menyodorkan perlengkapan yang akan Alex kenakan.


Alex melepaskan pelukan Andre, dan mulai bersiap, tak jauh dari penampilan anak buahnya, Alex pun menggunakan baju dan celana serba hitam, setelah sebelumnya ia melapisi tubuhnya dengan rompi anti peluru, bahkan Alex membawa beberapa pistol di dalam baju dan celana yang ia kenakan, Dimas membantu memakaikan headphone agar Alex Alex tetap bisa berkomunikasi dengan anak buahnya.


Andre tercengang melihat penampilan Daddy nya, ia ti dah menyangka bahwa Alex pun mahirenggunakan senjata api.


Sekali lagi Mr. Joe memberi instruksi pada anak buahnya.


"Dimas bagaimana dengan tuan Danie?" 


Tuan Danie adalah, agen dari kepolisian Internasional yang sejak lama bekerjasama dengan Alex mengawasi pergerakan kelompok Sergio Fernandez 


"Mereka sudah bergerak tuan, beberapa saat lalu saya juga sudah mengirimkan lokasi Gerry pada mereka." Tutur Dimas, sementara tangannya tetap sibuk membantu bos nya bersiap.


Kini Andre meringsek dalam pelukan Dimas, ia tak tahu lagi, di dada siapa ia bisa menumpahkan tangis kesedihannya, "tenanglah tuan muda, bos Alex memiliki sertifikat menggunakan senjata api, dan daddy anda adalah yang terbaik," sedikit banyak, bisikan Dimas membiat Andre merasa jauh lebih baik.


Kini Alex nampak gagah dengan baju dan jaket serba hitam, dan beberapa senjata api yang melekat di tubuhnya, jika biasanya ia berpakaian rapi ketika mengurus hotel, kini ia nampak seperti penembak jitu.


Mereka bergerak keluar dari markas melalui pintu rahasia.


Iring iringan mobil itu bergerak menuju lokasi Kevin dan Stella di sekap.


Tiga orang yang tertinggal hanya bisa diam membisu, berharap agar semuanya bisa kembali dengan selamat, tanpa ada yang cidera.


Sementara itu, Seorang asing lainnya juga sedang bergerak menuju lokasi Gerry, tak banyak yang tahu siapa Andy, dahulu ia juga adalah anak buah salah satu mafia terbesar di Italia, karena memiliki dendam pribadi, Andy menghabisi pimpinan Mafia tersebut, sesudah nya ia menghilang.


Dalam penyamaran nya ia tak sengaja bertemu Alex, kemudian Alex merekrutnya menjadi mata mata, dengan imbalan memberikan identitas baru pada Andy, sekaligus merombak total wajah Andy agar ia leluasa bergerak tanpa dikenali.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Alex merekrut Andy, Alex melakukannya karena tertarik dengan bakat yang dimilikinya, Andy memiliki keahlian khusus menjadi Sniper, ia mampu membidik lawannya dengan akurat dari jarak puluhan meter, namun bukan itu saja, kemampuan bela diri Andy juga tak bisa dipandang sebelah mata.


__ADS_2