
"Tak masalah, ini tempat sempurna, aku bisa mencoba banyak makanan indonesia di sana, tempat parkirnya juga sempurna, lagipula aku sudah terbiasa berdiri berjam jam di ruang operasi, kakak masih sanggup berjalan kan?"
Alex gelagapan menanggapi pertanyaan Stella, "apa maksudmu, tentu saja aku sanggup kalau hanya berjalan kesana." Jawab Alex tak mau kalah.
Stella mengangguk anggukkan kepalanya, wajahnya nampak berseri bahagia, Alex sempat terpesona sesaat, sejak bertemu Stella ia belum pernah melihat ekspresi seperti ini, berseri bahagia seperti ketika dahulu mereka kabur dari asrama.
Mereka berjalan beriringan, menikmati ramainya suasana food festival, suara teriakan dan tawa bahagia terdengar di mana mana, mereka berjalan dengan jarak aman, namun sesekali tanpa sengaja pundak Stella menyentuh bahu Alex karena menghindari pejalan kaki yang berjalan berlawanan arah dengan mereka, bahkan Alex kadang merangkul pundaknya ketika Stella tak memperhatikan jalan, hingga hampir menabrak beberapa orang yang membawa makanan.
"Jadi makanan apa yang kamu inginkan?" Tanya Alex ketika mereka tiba di tengah tengah food festival, tapi Stella belum juga memutuskan apa yang ingin ia coba.
Stella nampak masih kebingungan, tapi pandangannya nampak ke salah satu stand yang agak ramai, Stella mendatangi Stand tersebut kemudian mulai memesan, tapi detik berikutnya ia kelimpungan karena tak memiliki uang Rupiah untuk membayar, beberapa hari kemarin ia belanja di kantin dan cafe rumah sakit menggunakan kartu kredit nya, tapi di sini tak ada stand yang menerima kartu kredit.
Menyadari Stella tengah kebingungan, Alex pun bertanya. "Ada apa?"
Stella tersenyum canggung, "aku tak punya uang Rupiah untuk membayar." Jawabnya malu.
Ada sesuatu dalam diri Alex yang merasa tercubit, yakni sikap Stella yang bahkan tak mau memakai uangnya saat belanja, "Tak bisakah kamu membiarkanku membayar makananmu?" Tanya Alex dingin.
"Maaf aku tak terbiasa di traktir, aku biasa membayar semuanya sendiri." Jawab Stella pelan.
Alex mengulurkan beberapa lembar uang berwarna merah, namun ketika Stella hendak mengambilnya, Alex justru menjauhkan uang tersebut, Stella terkejut, matanya kini menatap Alex, "mari kita sepakati satu hal, kamu yang memesan, biar aku yang membayar, setuju?"
__ADS_1
"Eh … iya baiklah." Jawab Stella kikuk.
Alex pun menyerahkan uang tersebut ke tangan Stella, "terima kasih," ucap Stella riang, dan sesaat setelah menerima uang tersebut, Stella pun membayar makanannya.
Stella hanya memesan satu porsi, itu membuat Alex sedikit cemberut, 'kenapa dia hanya memesan 1 porsi' gerutunya kesal.
Namun di luar dugaan, Stella kembali menghampirinya, ia mengulurkan sebuah sedok, "kenapa memesan cuma satu?" Gerutu Alex, kini mereka duduk berhadapan di sebuah bangku panjang, seporsi empal gentong ada di hadapan mereka.
"Karena malam ini, aku ingin mencicipi banyak makanan, kalau memesan masing masing satu porsi aku akan cepat kenyang, jadi aku memesan satu porsi untuk kita berdua," Stella menatap wajah Alex, menyadari tak ada jawaban dari Alex Stella pun melanjutkan kalimatnya, " tapi kalau kakak keberatan, aku akan memesan satu lagi."
Stella hendak beranjak, tapi lengannya ditahan oleh Alex. "Baiklah … tak masalah," Stella kembali duduk, ia tersenyum, "aku tak keberatan, bukankah tadi aku bilang, terserah kamu mau makan apa."
Alex mulai memakan apa yang ada di hadapannya, karena ia tak ingin Stella merasa canggung, hahaha sungguh lucu, bahkan dulu saja ia tak pernah makan berdua seperti saat ini, yah dulu di awal awal pernikahan ia terlalu sibuk, hingga tak memiliki waktu berdua seperti saat ini.
Berikutnya Stella kembali memesan makanan lagi, dan semua yang ia pesan hanya 1 porsi untuk mereka berdua, Alex tersenyum bahagia ketika mengawasi Stella dari kejauhan, wanita itu dengan gesit berlarian ke sana kemari demi memesan makanan yang ia inginkan, hingga tak terasa susah 10 porsi makanan mereka makan, dan bagi Alex tak ada saat bahagia selain saat ini, melihat Stella makan dan tertawa bahagia, ternyata sangat menyenangkan.
"Aaahhh aku kenyang," ujar Stella.
"Sudah, hanya segitu saja?"
"Iya … kenyang sekali rasanya, ayo kesana." Stella menunjuk pasar malam yang juga berdekatan dengan food Festival.
__ADS_1
Alex berdiri, dia kembali berjalan berdampingan, tangan mereka berayun begitu saja seirama dengan langkah kaki mereka, Alex menunduk menatap tangan mereka yang nampak enggan saling bersentuhan, Alex berpikir, apa tak masalah kalau ia menggenggam tangan Stella, apa dia akan marah, tapi rasanya sungguh aneh jika sedang berkencan, tapi mereka bahkan tak berpegangan tangan.
Alex mencoba meraih tangan Stella, ia membayangkan, pasti terasa hangat jika jemari tangan mereka saling bertautan, dan ia menjadi semakin gugup manakala jarak tangan mereka semakin dekat, namun jemari yang hampir ia raih itu tiba tiba bergerak, "waaahhh lihat itu kak, meriah sekali pasar malamnya," teriak Stella.
Alex tersenyum canggung, 'yaaahhh gagal deh, tadi itu hampir saja' Alex mend esah kesal, tapi detik berikutnya melihat Stella tertawa bahagia dan tampak antusias, ia pun ikut senang.
Mereka terus berjalan menyusuri ramainya pasar malam, melihat banyak pernak pernik dan bermacam mainan yang di jual di sana, bahkan wahana bermain ala rakyat, mencoba berbagai permainan, bahkan kembali membeli makanan kecil untuk menemani perjalanan mereka berkeliling pasar malam.
Stella memegang popcorn di tangan kirinya, sementara tangan kanan nya sibuk menyuapkan popcorn ke mulutnya, Alex gemas sekali ketika melihat Stella memasukkan banyak popcorn ke mulutnya.
Kemudian tanpa permisi, tangan kiri Alex mengambil alih pop corn dari genggaman Stella, ia pun memberanikan diri menggenggam erat tangan kiri Stella, Stella terkejut, ada rasa canggung sekaligus berdebar manakala Alex menggenggam tangannya, Stella hendak melepasnya, tapi Alex menahannya, "diamlah, setidaknya aku ingin ini terasa seperti kita sedang kencan sungguhan, lagi pula ini terasa lebih baik, aku akan memegang popcorn nya untukmu, dan kamu boleh menyuapkan popcorn untukku, bagaimana?"
Wajah Stella masih nampak kebingungan, namun Alex tak menghiraukannya, ia menyeret Stella untuk kembali berjalan.
"Aaaaa … " Alex membuka mulutnya dan menyodorkan pop corn dalam genggamannya, "ayo apalagi yang kamu tunggu," pinta Alex tak sabar.
Walau gugup, Stella akhirnya menyuapkan beberapa butir popcorn ke mulut Alex.
"Kamu tak makan lagi popcorn nya?" Alex kembali menyodorkan popcorn di tangan kirinya.
Stella tersenyum canggung, lalu menyuapkan popcorn untuknya sendiri.
__ADS_1
Stella merasakan tangannya yang kini di genggam erat, tangan Alex masih terasa hangat seperti dulu, mereka kembali berjalan dan tetap berpegangan tangan seperti pasangan sesungguhnya.