Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
65.


__ADS_3

"Aku sudah memulihkan identitas Andre," Alex menjeda kalimatnya, "maaf," tambahnya.


Alex sedikit merasa bersalah, karena biar bagaimanapun, setelah bercerai, Andre di bawah perwalian Stella.


"Lalu apa masalahnya?" 


"Kamu tak keberatan, aku mengembalikan namanya?" Tanya Alex penasaran.


"Sejak awal dia memang seorang Geraldy, jadi tidak ada masalah kalau dia kembali memakai nama belakangmu."


Alex tersenyum, lagi lagi sebuah harapan baru muncul di hatinya.


"Hari ini si kembar melakukan apa?" 


"Tidak ada, seperti biasa, mereka sibuk bermain sementara aku tetap melakukan pekerjaanku dari jauh, memantau pasien pasienku, oh iya … pagi tadi Steven datang mengunjungi Kevin, hahaha lucu sekali, setelah keponakannya berusia 14 tahun dia baru berkenalan dengannya." Stella tertawa renyah membayangkan kejadian pagi tadi.


"Sejak kapan Steven di indonesia?" Tanya Alex, karena sepengetahuan Alex, Steven memilih menetap di London.


"Sekitar beberapa minggu lalu, karena mama ingin kembali ke Indonesia, jadilah Steven pun ikut kembali." 


"Tidak adakah yang lebih spesial?" 


Stella mengernyitkan keningnya, "yang spesial? Apa yah?"  Stella pura pura bingung, padahal ingin sekali ia mengatakan, bahwa saat inilah yang paling spesial. "Tidak ada."


Wajah Alex muram mendengar jawaban Stella, apakah Stella tak lagi memiliki perasaan spesial ketika bersamanya, lalu kalau tak spesial, kenapa dia terlihat bahagia beberapa saat yang lalu, makan bersama, bahkan Alex rela bersusah payah di mesin capit boneka.


Sesampainya di mobil, suasana kembali canggung, bahkan mereka seakan kehabisan bahan obrolan, hingga tiba kembali di rumah sakit mereka benar benar tak bersuara.


Stella hendak melepas seatbelt yang melilit tubuhnya, namun Alex menahannya, "ada lagi yang ingin ku katakan," 


Deg 


Stella terdiam, dadanya berdegup kencang karena kini Jarak Alex sangat dekat dengannya.


"Aku harap kamu tak bosan mendengarnya, Karena sebelum kamu mengatakan iya, aku akan terus mengulangnya,"


Stella menelan ludahnya, ia mulai gugup, "Aku sangat merindukanmu, dan ingin kita seperti dulu lagi, maafkan aku yang bodoh ini, karena telah menyakitimu begitu dalam, tapi setelah kepergianmu, aku seperti musafir yang tak bisa menemukan jalan untuk kembali pulang, karena rumahku sudah menghilang entah kemana, aku seperti orang gila yang terus mencari keberadaanmu dan anak kita, hidupku tak lagi sama seperti ketika kamu menemaniku, ternyata bahagiaku adalah melihatmu tertawa di sisiku, berbagi bahagia, karena aku tak akan lagi membuatmu berduka." 


Tak bisa di pungkiri, Stella pun merasakan hal yang sama.


"Aku tahu kesalahanku di masa lalu masih begitu membekas di hatimu, dan noda itu tak mungkin bisa di hapus, tapi ku mohon izinkan aku menggantinya dengan begitu banyak kebahagiaan dan cinta di masa depan, aku ingin ketika bangun di pagi hari hal pertama yang kulihat adalah wajahmu, aku ingin kamu mengisi kembali ruang kosong di hatiku, bersama melihat anak anak kita tumbuh menjadi para pria dewasa, aku sungguh ingin menjadi tua bersamamu, karena aku mencintaimu Stella Marisa William."


Air mata Stella mengalir, ini pertama kalinya Stella mendengar Alex mengungkapkan perasaannya.


Alex mengusap air mata yang mengalir dari pipi mantan istrinya, "jangan menangis lagi, aku tak ingin melihatmu menangis, aku sudah berjanji akan mengisi hari harimu hanya dengan tawa bahagia."


"Mari kita menikah lagi." 


Bibir Stella bergetar, "jangan dijawab jika kamu masih ragu, tak masalah jika kamu masih ingin aku menunggu, aku akan menunggu hingga kamu benar benar siap." 

__ADS_1


"Apa kakak sedang melamarku?"


"Iya…" 


"Lalu mana cincin dan bunga nya?" 


Alex gelagapan mendengar pertanyaan Stella.


"Mana ada seorang pria melamar hanya dengan memberikan boneka gajah?" Stella menunjukkan boneka gajah di tangannya.


Tentu saja hal itu membuat kedua nya tertawa bersama. 


✨✨✨


Hari berikutnya, Kevin sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit, dan Alex mengizinkan Stella membawa Kevin ke rumah keluarganya, hingga Stella kembali ke singapura, sesudah Stella kembali ke Singapura, Kevin akan kembali ke rumah keluarga Geraldy. 


Kedatangan Kevin disambut hangat oleh seluruh keluarga William, terutama Grand mama yang sudah lama sekali tak bertemu dengan Kevin.


Hingga hari Stella kembali ke singapura, yang lagi lagi diiringi dengan wajah sendu putra sulungnya.


"Jangan sedih, Mommy akan sering pulang,"ucap Stella ketika Kevin memeluknya erat. 


"Berjanjilah, mommy akan sering pulang, atau aku akan membakar Apartemen mommy, dan mengadukan mommy pada paman Richard, agar paman Segera memindahkan mommy ke Jakarta." Ancam Kevin.


Stella tertawa keras, gemas sekali mendengar kemanjaan Kevin, ternyata sikap manja dan posesif nya Kevin adalah, efek dari perceraian nya dengan Alex.


Sementara Andre pun memeluk Alex dengan erat. "Dad, bisakah daddy menikah lagi dengan mommy? Aku tak ingin kita berpisah lagi." 


"Benarkah, daddy sudah melamar mommy?" 


Alex mengangguk, tawa bahagia Andre menular padanya.


"Aku Tak sabar, untuk pindah ke Jakarta."


"Daddy janji, kita akan segera berkumpul kembali secepatnya." Alex mengusap kepala Andre.


"Aku menyayangimu dad."


"Daddy lebih menyayangimu." 


Perpisahan lagi … walau ada tangis, namun kebahagiaan tak kalah besar sedang menanti mereka.


(Othor mode baek pake banget 😁😘🤓)


✨✨✨


Seorang wanita berparas cantik turun dari taxi tepat di pelataran Twenty Five Hotel, rambut ikal nya menari nari tertiup angin, dia memakai mini dress sexy yang menampakkan sebagian dada dan tungkai hingga paha nya, dengan penuh percaya diri ia berjalan melenggak lenggok kan pinggulnya, seperti para model berjalan di catwalk. 


"Alexander, hari ini kami akan menjadi milikku." Ia bersumpah dalam hati, ini sudah kesekian kalinya ia mendatangi Twenty Five Hotel, untuk menanyakan kelanjutan proposal kerjasamanya kala itu, selama 2 minggu ini, beberapa kali ia mendatangi Twenty Five Hotel, namun jawaban yang ia dapat selalu sama, Alexander sedang berada di Singapura untuk jangka waktu yang belum diketahui, yah wanita itu adalah Isabela.

__ADS_1


Tiba tiba dari arah belakang, seorang pria berpakaian serba tertutup berlari kencang kemudian menyambar tas yang berada di genggaman Isabela.


"Aaaaa … copet … copet." Jerit Isabela, ia berusaha mengejar pencopet tersebut, namun gerakannya terhambat karena pakaian dan heels 7 cm yang sedang ia kenakan, beberapa orang yang mendengar teriakannya mulai menoleh, dan mencari sumber suara.


Namun semua orang dibuat tercengang, ketika tiba tiba sebuah galon melayang, dan tepat menghantam wajah pria pencopet tersebut, seketika pria itu terjungkal, dari arah berlawanan, seorang wanita berkostum joging berjalan mendekati pria tersebut, dengan santai ia mengambil tas Isabela yang tadi ia ambil dengan paksa.


Namun tanpa ia sadari, pria yang tadi ia lumpuhkan dengan galon itu kembali berdiri, dan mencoba membalas, karena teriakan beberapa orang di depannya, wanita itu menyadari ada bahaya di belakang, dengan sigap ia berbalik, dan melayangkan tendangan ke dagu pria itu, hingga pria itu kembali ambruk ke belakang.


.


.


.


.


.


.


Nah loh isabela balik lagi 🤭🤪


.


.


.


.


Siapa yang ngelempar galon, bar bar amat 💪💪


.


.


.


.


sampai jumpa esok di jam kunti 👻👻


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like like like komen and vote please 🥰🙏


terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2