Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
64.


__ADS_3

Malam semakin larut, namun keramaian pasar malam belum menunjukkan tanda tanda akan berakhir, justru semakin ramai dipadati pengunjung.


Sepasang mantan suami istri itu nampak semakin nyaman dengan posisi mereka yang saat ini masih bergandengan tangan. Bahkan terayun bersama laksana melodi yang mulai seirama, Semilir angin menyapu wajah mereka, dingin menembus kulit, tapi tidak dengan hati keduanya yang kini mulai menghangat.


Tak ada kata atau obrolan yang terucap dari mulut keduanya, seolah olah mereka hanya ingin menikmati momen tanpa ingin berbincang. 


Tiba tiba Stella nampak tertarik dengan mesin capit boneka yang tak ada peminatnya, "sepertinya itu akan seru," ujarnya dengan mata berbinar, ketika mendekati mesin tersebut, otomatis Alex pun mengikuti langkahnya. 


"Kamu mau apa? Jangan bilang kamu mau mencoba ini," Alex bertanya sekaligus menebak.


Stella mengangguk, 


"Aku belikan saja, mesin sama bonekanya sekaligus, kamu dan anak anak bisa bermain di rumah sepuasnya," 


Wajah Stella berubah masam, "rasanya akan berbeda jika memainkan ini di rumah," 


Stella cemberut, kemudian berbalik dan melepaskan genggaman tangannya, menyadari ada yang tak beres Alex pun menghampiri nya, "oke oke kita main." Alex mencoba merayu, terlalu lama jomblo, membuat rayuannya terdengar kaku, walau begitu Stella kembali menampakkan senyum di wajahnya.


"Benarkah?" Tanyanya Antusias.


Alex pun mengangguk, "tunggulah sebentar, aku akan bertanya pada penjaga nya, sekaligus membeli koin." 


"Baiklah," 


Entah kerasukan apa Stella malam ini, dia terlihat bahagia saat melihat mesin capit boneka tersebut, walau isinya hanya boneka kecil kecil, pandangan Stella tertuju pada sepasang boneka gajah yang letaknya saling berjauhan, ia menatap sendu kedua boneka tersebut.


Tak lama kemudian Alex datang dengan membawa banyak koin, entah berapa banyak uang yang dia pakai untuk membeli koin.


 "Do it, jika koinnya habis aku akan membelinya lagi." 


Stella tersenyum senang. "Bukan aku, tapi kakak yang main." 


"Heh ??? Kenapa aku???"


"Karena aku gak bisa."


"Lalu kamu pikir aku bisa?" 


"Pasti … " Stella tak kuasa menahan senyumnya, rasanya senang sekali ia membuat Alex pucat pasi karena terpaksa memainkan mesin capit boneka, 'rasakan, ini hukuman karena beberapa hari yang lalu kamu sudah sukses menjadi pasien menyebalkan di rumah sakit', Stella tertawa smirk.


Sementara Alex nampak kebingungan di depan mesin capit boneka. 


Stella berbisik di telinga Alex, "aku mau boneka gajah itu," 

__ADS_1


Alex meremang, sesuatu dalam dirinya mulai bergejolak. "Kenapa harus gajah? Bukankah itu ada bebek, beruang, panda, dan kucing bahkan ada pinguin yang jumlahnya banyak." Tanya nya penasaran.


"Karena Gajah nya hanya ada 2." Jawab Stella asal.


Alex terkejut mendengar jawaban Stella.


'Huuuffttt sabar Lex,' batinnya.


"Untung cinta, kalo nggak, aku akan memporak porandakan mesin capit boneka ini, lalu menggantinya dengan sejumlah uang," ujarnya.


"Apa?? Kakak bilang apa barusan?" 


Alex menggeleng, namun wajahnya menampakkan senyum yang sengaja di buat buat.


Alex mulai mencoba, setelah memasukkan koin, ia mulai menggerakan stik yang mengendalikan pencapit boneka tersebut.


Satu kali, gagal.


Ia mencoba lagi yang kedua dua kalinya, kali ini pencapit sudah mendekati si gajah, namun Alex salah perhitungan, hingga pencapit sudah menutup sementara si gajah masih berjarak beberapa centi.


Dua kali, gagal lagi.


Stella menepuk pundaknya mencoba memberi semangat.


"Ayo coba lagi," ujar Stella.


"Awas!!! …  geser sedikit ke kanan!! Turuuun, sekarang ambiiillll … !!!" Jerit Stella.


Dan akhirnya di percobaan ke 20 ia berhasil mendapatkan boneka pertama.


Stella melompat kegirangan, "yeeee berhasil … " ujar nya riang, bahkan tanpa sadar ia mengguncang lengan Alex.


"Apa kamu sesenang itu, ini kan hanya boneka gajah, aku bahkan bisa membelikanmu gajah sungguhan." 


"Tidak aku tidak mau gajah sungguhan, aku maunya boneka gajah," jawab Stella sambil menatap boneka gajah yang kini berada di tangannya, "ayo kak, satu lagi, itu yang di sana," tunjuk Stella.


Alex menelan ludah nya, mendengar permintaan Stella, akhirnya ia pun mulai memasukkan koin untuk mulai berusaha mendapatkan si gajah berikutnya.


Tak jauh beda dengan yang pertama, kali ini pun Alex berkali kali gagal, hingga ia kehabisan koin, dan Stella seperti orang ngidam yang terus menerus menginginkan gajah, namun membayangkan tawa bahagia Stella tadi, membuat Alex kembali membeli koin untuk yang kedua kalinya, dengan jumlah yang banyak pula.


Dan kali ini pun sama, Stella terus memberinya semangat, hingga entah percobaan ke berapa, si gajah itu akhirnya berhasil Alex dapatkan.


✨✨✨

__ADS_1


Stella tersenyum memandang sepasang boneka gajah yang kini telah berpindah ke tangannya, "hmmm mereka lucu sekali." Ujarnya riang.


Kini mereka tengah berjalan kembali menuju tempat dimana mobil diparkirkan.


"Sekarang kamu senang?" Tanya Alex malas.


"Yah, senang sekali," Ucap Stella.


"Mana terima kasihmu?"


Stella mengernyitkan dahi nya, sejak kapan mantan suaminya menjadi orang yang begitu pamrih, tapi it's okay lah, malam ini Alex berusaha keras mewujudkan keinginan Stella.


"Terima kasih," ucap Stella dengan senyum mengembang.


"Udah hanya itu saja terima kasihnya?" Tanya Alex.


"Iya … terima kasih." 


"Mana ada ucapan terima kasih seperti itu?" Protes Alex, kemudian Alex menyodorkan pipi nya penuh maksud.


Deg.


"Dulu kamu sering memberikan ucapan terima kasih di sini kan?" Alex menunjuk pipinya.


Stella terdiam, ia bukannya tak tahu apa yang diinginkan mantan suaminya, karena dahulu pun ia sering melakukan nya, jika mengucapkan terima kasih, tapi sekarang Status mereka berbeda, Stella menjauhkan pipi Alex dari hadapannya, wajah nya sudah merona menahan malu.


"Oh tidak mau yah, baiklah biar aku saja yang melakukannya." Kemudian dengan cepat Alex mencium bibir Stella, Alex bahkan tak peduli kini mereka masih berada di keramaian.


Stella terdiam, sesungguhnya ia tengah berdebar, namun terlalu malu untuk mengakuinya, "apa yang kakak lakukan?" Pekik Stella, sembari menutup bibirnya dengan boneka gajah di tangannya.


Alex hanya mengulum lidah di langit langit mulutnya, "tidak ada, tidak ada yang lihat maksudnya," jawabnya jahil.


"Ini di tempat umum,"  


"Ooohhh jadi kalau di tempat khusus boleh? tenang saja tidak ada yang memperhatikan kita." bisik Alex, yang sukses membuat Stella makin geram.


Alex tidak peduli dengan itu, "Ayo kembali ke rumah sakit, kasihan Dimas, jika terlalu lama menggantikan kita menjaga anak anak." Alex berkata seolah tak ada sesuatu yang terjadi diantara mereka.


pria itu mengambil salah satu boneka gajah dari tangan Stella, lalu kembali menggenggam tangan Stella.


Mereka kembali berjalan, menikmati semilir angin malam, "sebenarnya ada hal yang ingin kukatakan." Alex membuka percakapan.


"Apa itu?"

__ADS_1


"Aku sudah memulihkan identitas Andre," Alex menjeda kalimatnya, "maaf," tambahnya.


Alex sedikit merasa bersalah, karena biar bagaimanapun, setelah bercerai, Andre di bawah perwalian Stella.


__ADS_2