Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
120. The End.


__ADS_3


The End.



Jeritan tangis bayi menggema di kamar Alex, tangis itu tak kunjung reda meski sudah sejak sepuluh menit yang lalu Alex menggendong Emira.


Beberapa bulan ini ia memiliki peran baru, yakni menjadi daddy kesayangan Emira, karena jika sudah merasa cukup dengan ASI, Emira akan segera tidur jika Alex yang meninabobokannya, jika bukan Alex yang menina bobokkan akan perlu waktu lebih lama, agar baby Emira benar benar terlelap.


Bayi perempuan cantik yang kini berusia 3 bulan, bayi yang tak sabar menunggu hingga tiba di rumah sakit, hingga akhirnya ia lahir ketika pesawat menuju landing, dialah Emira Alexandra Geraldy, Emira memiliki arti seorang putri, dan memang dia akan menjadi putri satu satunya Alex dan Stella, pengalaman melihat sang istri melahirkan di pesawat, membuat Alex tak ingin lagi menambah anak, baginya tiga anak sudah lebih dari cukup, lengkap sudah bahagianya, ia sudah memiliki dua anak laki laki kebanggaan dan satu anak perempuan kesayangan.


"Sayaaaang … berapa lama lagi kamu menyelesaikan mandi?" Alex berteriak dari depan pintu kamar mandi.


Alex tahu ini pasti sangat tidak nyaman untuk sang istri, tapi apalah daya, bayinya kini hanya menginginkan ASI dari mommy nya, Alex bisa memberikan seluruh isi dunia, tapi ASI adalah hal mutlak yang hanya bisa diberikan seorang ibu. 


Beberapa saat kemudian Stella buru buru keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang sebagian masih basah, dan baju rumahan nya yang khas, wajahnya pun kini terlihat lebih segar, setelah bersentuhan langsung dengan air.


Dengan sigap ia mengambil alih baby Emira dari pelukan Alex, dan seakan mencium aroma khas mommy nya, pelan pelan tangis baby Emira mereda, Stella tersenyum dan mengusap perlahan wajah dan kepala putri kecilnya, segera Stella mengASIhi bayi montok nya tersebut, seketika kamar kembali senyap, dan seperti biasa, ketika Stella sedang mengASIhi Emira, Alex akan duduk di belakang Stella, agar Istrinya bisa bersandar dengan nyaman.


"Hmmm entah Kenapa aku menyukai aroma ini," bisik Alex.

__ADS_1


Stella menoleh, menatap wajah Alex, "aroma apa?" Tanyanya bingung.


"Aroma tubuhmu, bercampur parfum, dan minyak telon, sungguh perpaduan yang pas dan berhasil membuatku candu." Beberapa kecupan ia labuhkan di leher dan pundak Stella yang kini terpampang dengan bebas tepat di hadapannya, tentulah naluri kelelakiannya menjadi bergolak, "ketika kamu pergi meninggalkanku, aku seperti sakau karena zat adiktif yang biasa memenuhi indera penciumanku, tiba tiba tak ada lagi." 


Dengan tangannya yang masih bebas, Stella mengusap pipi Alex, kemudian mendekatkan wajah sang suami ke arahnya.


Cup


Ia mencium sekilas bibir suaminya.


"Ini hadiah untuk daddy, yang sudah siaga menjaga baby Emira, terima kasih sayang." Ucap Stella.


"Terima kasih? Aku merasa tidak melakukan apa apa," 


"Bagiku, kakak sungguh luar biasa, terima kasih juga, karena kakak sudah jadi suami siaga untukku."


Cup


Alex membalas ciuman sang istri.


"Terima kasih, karena sudah bersedia kembali ke sisiku." Alex 

__ADS_1


"Terima kasih, karena sudah membuktikan cintamu padaku." Stella.


"Terima kasih, karena sudah melahirkan anak anak untukku." Alex.


"Kehadiran kakak, membuatku jadi wanita sempurna." Stella.


"Dan kehadiranmu, menyempurnakan seluruh hidupku, Aku mencintaimu… selalu." 


Alhamdulillah…


Selesai sudah … 


akhirnya, dengan penuh perjuangan, dan juga semangat readers yang tak pernah putus, membuat othor bisa sampai sejauh ini.


Terima kasih karena sudah bersabar selalu setiap jam kunti 👻


Dan maaf karena othor sempat tidak fokus karena berkejaran dengan novel MKW.


Dan sekali lagi othor minta maaf atas segala kekurangan, mohon maaf jika di akhir akhir cerita agak sedikit membosankan, othor masih harus banyak belajar, mohon cinta dan dukungannya selalu yah 🥰


Sarangeeeeee 💟❤️💟❤️

__ADS_1


__ADS_2