Sepasang Mantan

Sepasang Mantan
118. a. Kejutan.


__ADS_3


a. Kejutan.



Hari bergulir bulan berganti.


Hari ini adalah hari yang direncanakan Stella dan Alex, mereka akan pergi ke Singapura untuk mengunjungi keluarga Belinda.


Setelah disibukkan dengan berbagai pekerjaan, dan si kembar yang baru saja menapaki jenjang pendidikan yang baru, kini mereka sudah Senior High school.


Pesawat pribadi milik keluarga Geraldy menjadi pilihan, Alex memaksa walau Stella lebih memilih pesawat komersil, mengingat kandungan Stella yang sudah menginjak bulan ke delapan.


Alex bahkan sengaja meminjam Asisten dokter Elga, hanya demi memastikan kondisi Stella baik baik saja selama perjalanan, walaupun ia harus rela di tertawakan oleh Alan, karena terlalu khawatir dengan kondisi Stella.


"Terserah, tertawalah sepuasmu, kamu bahkan belum pernah menemani istrimu melahirkan," Sungut Alex hari itu, ketika Alan tertawa terpingkal pingkal di hadapannya.


"Iya iya baiklah, tunggu saja hari itu tiba, yang jelas aku beruntung karena istriku seorang dokter kandungan, jadi dia tahu apa yang harus dilakukan menjelang persalinan." Balas Alan, puas rasanya bila ia berhasil mengejek sahabatnya.


Dan kini di sinilah ia, duduk tegang, bahkan tak bisa rileks sama sekali, perawat yang duduk di hadapan pasangan tersebut, sejak tadi mengulum senyumnya.

__ADS_1


"Nyonya, bersyukurlah … suami anda pasti sangat mencintai anda, tuan Alex terlihat pucat sejak awal pesawat lepas landas." Kata suster Amanda, ketika Alex pamit ke toilet.


Stella tertawa lebar, "iya kau benar, ini kedua kalinya aku melihat ekspresi seperti itu dari wajahnya, karena ini kali kedua pula aku melahirkan anak untuknya." 


Saat kelahiran si kembar dulu Alex benar benar tegang, padahal si kembar lahir lewat jalan tol, Stella tak perlu merasakan kontraksi, atau bahkan mengejan, tapi wajah alex benar benar pucat hingga orang mengira dia akan pingsan di ruang operasi.


Dan kini bahkan sudah lima belas tahun berlalu, ternyata Alex masih sama paniknya, bahkan kali in wajah sang suami terlihat lebih mengerikan, padahal perkiraan kelahiran masih satu bulan lagi.


Alex kembali dari toilet dengan wajah dan sebagian rambut yang basah, karena ia baru saja membasuh wajahnya dengan air dingin, bermaksud membuat dirinya kembali rileks seperti permintaan istrinya.


"Sudah segar?" Tanya Stella pada suaminya.


Bibir Alex nampak komat kamit tidak jelas, setelah mendengar celetukan Kevin, jika bocah itu bukan anaknya, sudah ia hajar sejak tadi.


(Bocah durhaka 🤪, kita lihat apa kamu juga akan tenang ketika kelak istrimu melahirkan, reader MKW sudah pada tau bang … 😂)


Plak !!!


Segera saja Andre memukul bibir Kevin.


"Jaga bicaramu, bagaimana nanti jika kamu bereaksi sama seperti daddy, ketika istri mu melahirkan." 

__ADS_1


"Yang jelas jika saat itu tiba, aku akan berdiri disampingnya, menggenggam tangannya, yang terpenting, aku akan bersikap seperti pria sejati, bukan pria cengeng." 


(Oh yah 😁)


"Iya … iya … baiklah, semoga saja kamu bisa bersikap seperti pria sejati, bukannya lari." Akhirnya Andre mengalah, agar perdebatan tidak berlanjut.


"Ah …. " Tepat setelah perdebatan si kembar terhenti, Stella berteriak keras sambil memegangi perutnya.


Seketika semua mata tertuju padanya, bukan tatapan biasa, namun tatapan penuh ketegangan.


"Hei … kenapa? Apa ada yang sakit?" Tanya Alex khawatir.


"Iya … sepertinya perutku kram." Jawab Stella lirih. 


Suster Amanda yang juga ada di sana pun mendekati Stella.


"Tenang nyonya, rileks dulu, tarik nafas dan perlahan hembuskan." Suster Amanda mulai memberi instruksi. "Bagaimana sudah mulai hilang sakit nya?" Tanya nya lagi.


Stella mengangguk, tapi sejujurnya insting dokternya mulai merasa ada yang tak baik baik saja, walaupun ia bukan dokter kandungan, tapi ia mulai was was dengan kemungkinan ia akan menjalani persalinan hari ini.


Mendengar Stella mulai baik baik saja, Alex sedikit lega, sesaat lalu perutnya tiba tiba ikut bergolak, seakan ia ikut merasakan kesakitan seperti Stella, sungguh kejutan tidak biasa dalam penerbangannya kali ini.

__ADS_1


__ADS_2