
Oh, Dimas.
“Tentu saja, kan daddy yang terbaik.” Andre memuji, pujian sederhana namun mampu membuat Alex terbang ke angkasa, mengingat di masa lalu sebagai daddy yang tak pernah hadir dalam kehidupan Andre, seperti Stella yang tak pernah hadir dalam kehidupan Kevin. “tapi dad, kenapa daddy bilang daddy membeli gaun seharga 100 juta untuk calon istri om Dimas? bukankah hari itu hari pernikahan mommy dan daddy?”
"Mmmm … maksud daddy, secara tidak langsung daddy membeli gaun itu, karena om Dimas memakai kartu milik daddy, jadi daddy mengatakan kalau daddy yang membeli gaun itu." Jawab Alex.
Tiba tiba Alex kembali mengingat potongan kejadian hari itu, bukankah hari itu anak anaknya juga sedang pergi bersama Dimas, pikir Alex, “oh iya, bukankah hari itu juga kalian pergi bersama om Dimas? apa kalian juga bertemu dengan gadis yang sedang bersama om Dimas?” tanya Alex penasaran.
Andre mengangguk dengan polosnya, ia bahkan memanggil Kevin, kemudian mereka berdua menceritakan kejadian yang mereka lihat di dalam toilet, termasuk pose tidak biasa antara Dimas dan gadis yang bersama nya kala itu.
(hahahaha Dimas … anak anak bosmu memang masih terlalu polos, mereka justru menceritakan aib yang kamu tutup rapat rapat 🤭)
__ADS_1
“Habislah kau Dimas.” Geram Alex, “aku benar benar akan menikahkanmu dengan gadis itu.”
✨✨✨
Hari itu benar benar hari yang panjang dan penuh ketegangan sepanjang hidupnya, dimana ia yang berniat meluruskan salah paham antara bos dan istrinya, tiba tiba sang bos menjeratnya hingga ia berakhir dengan memiliki calon istri.
Dan kini disinilah nasib nya tengah dipertaruhkan, duduk terpaku dengan wajah tegang, dan keringat mengalir di sekujur tubuhnya, tiba tiba sepasang suami istri di hadapannya berubah status menjadi calon ayah dan ibu mertua nya.
ting…
Si kembar baru saja menceritakan apa yang mereka lihat di toilet, jadi jika kamu masih ingin berumur panjang, segera lamar gadis itu, atau aku akan membeberkan kejadian di toilet tersebut, pada kedua orang tua gadis itu, aku jamin kamu akan babak belur sesudahnya.
Dimas menelan ludah, ia makin gelisah bergerak di tempatnya, tak tahu lagi bagaimana cara mengelak dari situasi yang tengah ia hadapi.
Dan akhirnya sesuai dengan perkataan Alex, Dimas mengatakan bahwa ia melamar gadis yang baru ditemuinya dua kali, dengan alasan ia sudah menganggap Alex sebagai pengganti orang tua baginya, “maafkan saya om, tapi saya sepenuhnya menganggap atasan saya sebagai pengganti orang tua saya, jadi apapun yang beliau katakan sama seperti hukum yang harus saya patuhi, dan bos Alex bilang, besok malam beliau dan nyonya akan datang dan melamar putri om secara resmi.”
__ADS_1
Dimas hanya menunduk, dia benar benar tak berani menunjukkan wajahnya di hadapan kedua orang tua Hana.
Sementara Bayu dan Hesti juga tak kalah tegang, benar benar hari yang penuh kejutan, tiba tiba saja ada seorang pemuda melamar satu satunya putri mereka, bukan nya tidak senang tapi mereka masih bingung mengekspresikan perasaan mereka, kesan pertama mereka melihat Dimas, dia adalah pemuda yang jujur, bahkan ia bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat, dan kini dengan patuh ia menuruti sang bos yang memintanya melamar Hana putri tunggal mereka, apalagi yang kurang? bukankah pemuda di hadapan mereka adalah calon suami ideal untuk Hana, secara usia, Hana sudah siap menikah, walau ia belum menyelesaikan kuliahnya, karena keinginannya untuk bekerja selagi mengerjakan tugas akhirnya.
Dan hari yang berat dan penuh kejutan itu berlalu, sesudah Dimass mengatakan keinginannya untuk serius menikahi Hana, kedua orang tua hana hanya mengangguk, mereka mengatakan ingin bertemu dengan Alex terlebih dahulu sebelum akhirnya menyetujui lamaran Dimas.
Acara makan malam pertama dimas bersama keluarga calon istri nya pun berlangsung, sepanjang ia menikmati makan malam, entah kenapa Dimas merasa lega dan tak ada lagi beban berat yang menggantung di pundaknya, mungkinkah tuhan memang menuntun rangkaian kejadian demi kejadian, hingga akhirnya ia menemukan wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Bayu dan Hesti saling bertukar pandang manakala melihat Dimas dan Hana yang hanya menunduk mencuri curi pandang tanpa ada interaksi yang lain, bayu dan hesti tak tahu bahwa kedua insan yang baru saja resmi menjadi calon suami dan istri itu tengah sibuk menetralkan debaran jantung mereka yang mulai menggila tak terkendali, suasana tegang di ruang makan itu terasa seperti menunggu keputusan eksekusi, bahkan detak jarum jam pun seolah ikut bekerja sama memperlambat laju sang waktu.
.
.
.
__ADS_1
piye om Dimas? sah? 🤓