Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 100


__ADS_3

Setelah tubuhnya telah pulih, Naura di perbolehkan untuk pulang. Semua keluarga menyambut kepulangannya dan juga putranya dengan baik. Bahkan Yulia telah memasak berbagai makanan yang cocok untuk ibu menyusui. Walaupun punya banyak uang untuk membeli susu bantu. Namun, Naura memilih untuk menyusui putranya mengunakan ASInya sendiri. Dia tidak mau menyia-yiakan moment berharga yaitu menyusui sang buah hati.


"Kakak! selamat ya atas kelahiran dedek bayinya," ucap Icha menyambut hangat kedatangan Naura.


"Terima kasih! kau kapan nyusul nya ni?" tanya Naura tersenyum.


"Em! aku juga mau kasih kejutan untuk kalian," ucap Icha tersenyum sambil memberikan amplop kepada Raygan.


"Ini apa?" tanya Raygan bingung.


"Kakak buka saja," ucap Icha tersenyum.


Tidak mau berpikir panjang, Raygan langsung membuka amplop itu dan membaca kertas yang ada di dalamnya dengan teliti. Dengan seketika senyuman di wajah Raygan langsung mengembang. Dia menatap perut datar Icha sambil tersenyum bahagia.


"Kau hamil, Cha?" tanya Raygan tersenyum.


"Ia! sebentar lagi kakak akan jadi paman gemes," ucap Icha tersenyum.


"Selamat ya adik kecilku! ternyata kau sudah dewasa sekarang. Bahkan sebentar lagi kau akan menjadi ibu," ucap Raygan memeluk hangat Icha.


"Terima kasih, Kak!" ucap Icha tersenyum sambil membalas pelukan Raygan.


"Mbar! Terima kasih ya. Terima kasih karena kau telah sabar menghadapi tingkah adikku," ucap Raygan tersenyum menatap Mbara.


Walaupun tingkah Icha sangat manja dan kekanak-kanakan. Namun, Mbara selalu dengan menghadapi Icha dengan penuh kesabaran. Bahkan dia tidak pernah meningikan suaranya kepada Icha. Dia selalu menyayangi Icha dan memanjakan Icha bagaikan anak kecil.


"Tapi nama keponakan bibi yang tampan ini siapa?" tanya Icha mengambil bayi mungil itu dari gendongan Naura.


"Rafael Wilona," ucap Raygan tersenyum.

__ADS_1


"Rafael! nama yang sangat bagus. Sama seperti keponakan bibi yang tampan ini," ucap Icha mencium gemas wajah gembul Rafael. Sehingga membuat Rafael yang tertidur tiba-tina terbangun karena ulah Icha.


"Haha.. dia bangun! lihat matanya sangat mirip dengan Kak Naura," ucap Icha tersenyum bahagia.


"Icha! kakaknya baru saja melahirkan. Tapi sudah di biarkan lama- lama berdiri," ucap Yulia menghampiri mereka.


"Ayo, sayang kita makan bersama. Mama sudah masak bubur dan sup untukmu. Lihat para pria di belakangmu. Sepertinya mereka sudah lapar," ucap Yulia menatap Ronal dan Rocky yang ada di belakang Naura.


"Haha... anda tau saja. Saya memang sudah sangat lapar. Ayo nyonya kita makan dulu. Apa nyonya mau pamanmu yang tampan ini jatuh pingsan karena kelaparan?" ucap Rocky terkekeh kecil.


"Dari pada jatuh pingsan. Lebih baik paman jatuh bangun mengejar cinta wanita," ucap Raygan terkekeh.


"Kau ini! lihat saja, sebentar lagi paman akan menemukan tambatan hati paman. Pamankan sudah mendapatkan bunga pengantin dari Icha," ucap Rocky terkekeh kecil.


"Memangnya author mau mencarikan jodoh untukmu?" ucap Ronal membuka suara.


"Sudah! lebih baik kita makan saja dulu. Aku sudah lapar," ucap Raygan membawa Naura menuju ruang makan.


Mereka semua makan bersama sambil berbincang-bincang kecil. Rocky dan Ronal juga ingin membicarakan soal perusahaan yang telah mereka serahkan kepada Naura. Terlebih lagi semua perusahaan itu berada di luar kota, jadi kemungkinan Naura akan jarang mengontrol semua perusahaannya.


"Nyonya! saya ingin bertanya bagaimana semua perusahaan nyonya? apa kalian ingin tinggal di sini atau di menssion meningalan tuan dan nyonya besar?" tanya Rocky memberanikan diri.


Mendengar pertanyaan Rocky, Naura langsung terdiam sejenak. Dia menatap Yulia dan Candra secara bergantian. Dia tau jika Raygan adalah putra satu-satunya yang mereka miliki. Terlebih lagi Icha yang sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri. Jadi, Naura tidak mungkin bisa membawa Raygan untuk tinggal di kota kelahirannya.


"Kami tinggal di sini saja paman. Untuk seluruh perusahaan aku mohon paman dan papa mau membantu kami. Paman dan papa tau sendirikan jika Naura tidak tau soal mengurus perusahaan. Terlebih lagi Raygan akan sibuk mengurus perushaan yang ada di sini," ucap Naura dengan bijaksana.


"Baiklah! tapi kami harap kau bisa mengatur jadwalnya dengan baik, Ray. Ingat perusahaan keluarga Leonard sekarang ada di tanganmu," ucap Rocky menatap Raygan dengan lekat.


"Baik, Paman! Aku akan mengatur jadwal ku dengan baik. Aku berjanji akan bekerja keras untuk kemajuan perusahaan peninggalan papa mertua," ucap Raygan tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah! kalau begitu kami permisi dulu. Paman dan papa Ronal akan mengurus seluruh perusahaanmu dengan baik. Tapi ingat kau juga harus sering datang ke kota kelahiranmu," ucap Rocky mengelus lembut puncak kepala Naura.


"Baik! paman," ucap Naura mengangguk patuh.


Setelah selesai berpamitan Ronal dan Rocky berlahan melangkahkan kakinya keluar dari menssion keluarga Wilona. Naura dan Raygan dengan senang hati mengantarkan mereka sampai ke depan pintu. Naura memeluk hangat kedua pria yang dia anggap seperti papanya sendiri. Dia berharap kedua pria itu segera mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing.


"Kau jaga nyonya muda kami dengan baik ya. Ingat sekali kau membuat air matanya menetes. Maka bersiaplah, kau akan menghadapi kemurkaanku," ucap Rocky menatap tajam Raygan.


"Aku tidak akan membiarkan wanita yang aku cintai bersedih. Karena bagiku kesedihannya adalah kegagalanku sebagai suami," ucap Raygan tersenyum.


"Kalau begitu kami pamit dulu ya. Paman mau berkelana untuk mencari cinta sejati paman," ucap Rocky tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya.


Naura menatap kepergiaan Rocky dan Ronal dengan penuh kebahagiaan. Dia memeluk Raygan dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya itu. Dia merasa sangat bersyukur karena akhir kisahnya di akhiri dengan kebahagiaan. Walaupun begitu banyak jalan terjal dan berduri yang dia lewati. Namun, karena ketanguhan dan juga tekatnya yang besar akhirnya dia bisa menggapai kebahagiaan yang telah setia menunggunya.


Dari semua perjalanan yang dia lewati Naura menjadi sadar jika tingkat kemenangan seseorang ada pada dirinya sendiri. Jika kita terus berjuang tanpa mengenal arti kegagalan mama yakinlah kita akan mendapatkan apa yang kita impikan. Teruslah kejar kebahagiaan kita walaupun kita terus terjatuh. Jangan pernah menyerah dan teruslah bangkit. Jadikan caci maki dan hinaan semua orang menjadi motivasi untuk kita terus bangkit.


Tamat.....


Hai...


Terima kasih karena kalian sudah setia mengikuti kisah Naura sampai akhir. Author ucapkan banyak Terima kasih atas dukungan yang kalian berikan selama ini. Karena bagi Author dukungan dan semangat kalian adalah motivasi untuk Author agar terus berkarya.


Untuk kisah paman Rocky dan juga Gabryel kita akan buat kisahnya sendiri ya. Penasaran 'kan siapa yang akan menjadi jodoh paman Rocky? jangan lupa pantengin terus akun media sosial author ya.


Fb: Elprida wati tarigan.


tiktok: @elpridawati


Sekali lagi author ucapkan banyak Terima kasih. Sampai jumpa lagi di kisah selanjutnya 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2