
Raygan duduk diam sambil menatap Yulia dan Candra sang deddy yang terus menatap tajam dirinya. Tidak lupa dengan wajah kepo Icha yang terus menatap Raygan yang duduk santai di depannya.
"Mommy dan Deddy menginginkan cucu bukan?" ucap Raygan santai.
"Benar! Apa kau sudah ingin menikah?" ucap Candra tersenyum.
"Tentu tidak!" ucap Raygan sehingga membuat semuanya kebingungan.
"Ini ****** Ray. Jadi, kalian hanya perlu mencari wanita yang bersedia memberikan rahimya untuk menampung ****** Raygan." ucap Raygan memberikan pot urine yang telah berisi ****** miliknya.
"Ray! Kau sudah gila?" ucap Yulia menatap tidak percaya putranya itu.
"Hanya itu cara agar mommy dan deddy memiliki cucu." ucap Raygan tegas.
"Sampai kapan kau seperti ini, Ray. Ingat usiamu, bahkan anak seusiamu sudah memiliki keluarga semuanya." ucap Candra memijit keningnya pelan.
"Ded! Ray sudah mengatakan jika Ray ingin sendiri. Ray tidak mau mengenal yang namanya wanita lagi." ucap Raygan.
"Jadi kakak tidak mau mengenal aku dan bibi? Kami juga'kan wanita." ucap Icha polos sehingga Raygan langsung terdiam menatapnya.
"Kecuali kau dan mommy." ucap Raygan mengulang perkataannya tadi.
"Kak Naura juga wanita." ucap Icha kembali.
__ADS_1
"Dia adalah rekan bisnisku. Jadi dia tidak masuk perhitungan." ucap Raygan.
"Jadi, kakak mau menjalin hubungan dengan Kak Naura? Aku rasa kalian cocok. Kalian sama-sama memiliki masa lalu yang menyakitkan. Jadi kalian akan bisa saling menghargai satu sama lain." ucap Icha sehingga membuat Yulia dan Candra menatapnya binggung.
"Naura bukannya mantan menantu Patrick?" ucap Yulia bingung dengan ucapan Icha.
"Ia, dia adalah mantan menantu keluarga Patrick. Tapi, semua yang terjadi kepadanya bukan seperti yang kita lihat selama ini?" ucap Icha memancarkan kemarahan mengingat perlakuan Rini dan Gabryel kepada Naura.
"Maksudmu apa? Kita semua tau jika dulu Naura dan Gabryel adalah pasangan yang sangat serasi. Bahkan foto mereka selalu terpampang di media sosial. Bahkan mereka termasuk pasangan yang selalu terlihat romantis dimanapun dan kapanpun." ucap Yulia.
"Orang bisa memakai topeng di depan orang banyak, Bi. Tapi, jika dia berasa di dalam sarangnya maka dia akan langsung membuka topengnya." ucap Icha kesal.
"Kak Naura adalah salah satu pasien Icha. Icha bertemu dengannya karna permintaan seorang dokter yang menanganinya saat dia masuk ke rumah sakit. Waktu itu keadaannya cukup parah. Dia mengalami frustasi yang sangat berat sehingga dia ingin mengakhiri hidupnya sendiri." ucap Icha kembali.
"Benar! waktu Icha bertemu dengannya dia mengalami luka lembab di sekujur tubuhnya karna pukulan dari pria bejat itu. Bukan hanya itu waktu sidang perceraiannya, Gabryel beserta ibunya juga menghina Kak Naura habis-habisan. Apa kalian tau jika Gabryel juga menghianati Kak Naura. Dia menikah dengan wanita lain secara diam-diam hingga wanita itu hamil. Bahkan si Rini tua bangka itu juga mendukungnya." jelas Icha mengepalkan tangannya geram.
Mendengar penjelasan Icha berlahan Rayhan menunduk sedih. Dia tidak menyangka jika Naura mengalami penderitaan yang sangat menyiksannya selama ini. Berlahan Raygan langsung yakin untuk membuka hatinya untuk Naura.
"Bibi tidak menyangka jika mereka sekejam itu. Padahal Nyonya Patrick selalu memuji Naura di depan kami." ucap Yulia mengingat perlakuan Rini yang termasuk teman arisannya itu.
"Sudahlah! Yang penting Naura sudah terbebas dari mereka. Sekarang dia juga hidup dengan damai." ucap Raygan membuang napasnya pelan.
"Ray! Pembicaraan kita belum selesai." ucap Candra menatap Raygan yang berlahan menjauh.
__ADS_1
"Kita bicarakan besok lagi ya, Ded. Raygan lelah. Mau tidur." ucap Raygan berlari kecil untuk mengindari pertanyaan Candra tentang pendamping hidupnya kelak.
"Dasar! Sampai kapan dia akan seperti itu." ucap Candra membuang napasnya pelan.
"Paman tenang saja! Serahkan semuanya kepada Icha." ucap Icha tersenyum manis.
"Cha! Besok temani bibi untuk bertemu Naura ya." ucap Yulia yang juga sepemikiran dengan Icha.
Jujur saja sebagai orang tua dia sangat menginginkan Naura menjadi menantunya. Dia juga sudah beberapa kali bertemu dengan Naura saat mendatangi acara penting. Naura memang selalu memancarkan keramahan dan juga kelembutannya. Sehingga setiap orang yang melihatnya pasti akan langsung menyukainya.
"Ok! Bi. Lagian bibi bisa menemui Kak Naura kapan saja. Karna dia tinggal di sebelah apartement Icha." ucap Icha penuh semangat.
"Pantas saja sekarang kau jarang menemui bibi. Karna kau sudah punya tempat bermanja-manja yang baru ya?" ucap Yulia tersenyum.
"Tentu saja, Bi. Kak Naura oranganya sangat penyabar. Tapi, sedikit cerewet sih. Dia selalu mengomel jika Icha berbuat kesalahan. Sama seperti bibi!" ucap Icha tersenyum.
"Tapi, dia juga memiliki hati yang sangat bersih seperti bibiku satu ini. Tidak hanya wajahnya saja yang cantik. Tapi, kalian juga memiliki hati yang sangat cantik. Cantiknya itu luar dalam." ucap Icha memeluk Yulia.
"Kau ini bisa saja." ucap Yulia tersenyum lalu menarik hidung mancung Icha.
Sedangkan Raygan terdiam sendiri di dalam kamar menatap langit-langit kamarnya. Dia tersenyum kecil mengingat ketanguhan Naura yang mampu tersenyum walaupun hatinya sedang rapuh. Dia yakin jika Naura adalah wanita yang tepat untuk mengisi hatinya.
"Terima kasih karna kau telah mengirimkan wanita yang sangat rapuh kepadaku. Aku berjanji akan mengobati semua lukanya dan memberikan sejuta kebahagiaan untuknya. Hingga suatu saat nanti dia akan lupa jika dia pernah berada di dalam kehidupan yang sangat menyakitkan. Aku akan menyirami hatinya dengan penuh kesabaran hingga dia hati bisa tumbuh mekar kembali." gumam Raygan sebelum memejamkan matanya.
__ADS_1
Bersambung.....