
Rini mencampakkan tasnya ke sembarangan arah lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan penuh amarah. Jujur saja dia tidak menyangka jika Naura bisa sukses seperti sekarang. Apa lagi dengan perkataan Naura yang mempermalukannya membuat Rini semakin membenci mantan menantunya itu.
"Mama tidak terima dengan perlakuan Naura. Dia telah mempermalukan kita di depan umum." ucap Rini penuh amarah.
"Mama benar! Baru mempunyai restoran seperti itu saja dia sudah sangat sombong. Apa lagi dia mempunuyai harta yang berlimpah." ucap Elissa membuat suasana semakin memanas.
"Sudahlah! Aku sangat lelah. Aku istirahat dulu." ucap Gabryel melangkahkan kakinya meninggalkan Rini dan Elissa.
"Tunggu! Lihat ini." ucap Elissa memperlihatkan vidio mereka saat di restoran Naura tersebar luas di dunia maya.
"Kurang ajar! Berani-beraninya mereka menyebar luaskan vidio ini." ucap Rini penuh amarah.
"Gabryel! hapus semua vidio ini. Jangan sampai semakin tersebar." ucap Rini penuh amarah.
Mendengar ucapan Rini, Gabryel hanya menganguk kecil lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Dia menghubungi seorang haecker terkenal dan menyuruhnya untuk menghapus semua berita tentangnya dan keluarganya. Gabryel juga mencari tau dari mana sumber berita itu dan langsung mengancamnya dan menyuruhnya untuk menghapus berita itu sampai bersih.
Setelah selesai mengerjakan tugasnya, Gabryel mengembaskan tubuhnya di ranjang empuknya. Dia menatap kamarnya yang kini terasa sangat hampa tanpa kehadiran Naura di sana. Memang Elissa kini sudah mengantikan posisi Naura sebagai istrinya. Tapi, Elissa lebih sering menghabiskan waktunya dengan nongkrong dan berbelanja. Sehingga Elissa tidak mempunyai waktu untuk mengurus Gabryel.
Berlahan rasa penyesalan datang menghatui Gabryel. Apa lagi melihat Naura yang semakin cantik dan membuat dirinya menyadari jika selama ini dia mencintai Naura. Tapi, Gabryel tidak mempunyai kekuatan untuk mengakui kesalahannya. Egonya yang terlalu tinggi membuatnya tidak mau mengakui semua kesalahannya selama ini.
"Kau semakin cantik saja, Sayang." gumam Gabryel melihat foto Naura yang tersenyum penuh ke bahagiaan di akun media sosialnya.
Sedangkan Rini dan Elissa terus mengatur rencana untuk menjatuhkan Naura. Rini yang selalu membangakan kesuksesan keluarganya. Dengan penuh ke angkuhan ingin mengadakan pesta pernikahan untuk Gabryel dan Elissa secara besar-besaran. Dia ingin membuat Naura cemburu dan kembali ke keluarga mereka secara mengemis.
__ADS_1
"Aku tau Naura masih sangat mencintai putraku. Jika dia melihat kau dan Gabryel terus mesra di depan umum aku yakin dia akan sangat cemburu." ucap Rini mulai merancang rencana liciknya.
"Lagian tidak akan ada pria yang mau menikahi wanita mandul seperti dirinya. Aku yakin dia tidak akan sangat terpukul ketika melihat aku dan Gabryel bahagia bersama anak kami." ucap Elissa mengelus perutnya yang semakin membuncit.
"Kita akan mengadakan pesta pernikahanmu dengan Gabryel secara besar-besaran. Bahkan mama akan membuat pesta yang jauh lebih besar dari pernikahan Gabryel dengan Naura dulu. Setelah itu kita akan mengumumkan kehamilanmu ke depan umum. Sehingga semua orang tau jika kaulah istri yang paling sempurna untuk Gabryel bukan wanita mandul itu." ucap Rini tersenyum sinis.
"Aku setuju dengan rencana mama. Jika semua orang tau jika Naura mandul sudah di pastikan dia akan menjadi janda seumur hidupnya." ucap Elissa tersenyum puas.
Ronal yang mendengar ucapan Rini dan Elissa hanya bisa diam sambil berjalan melewati mereka. Jujur saja Ronal sangat tidak menyukai Elissa, apalagi dengan sikap Elissa yang tidak pernah mengurus putranya dan lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah.
"Kau sudah pulang, Pa?" ucap Rini menatap Ronal yang melewatinya tanpa sepatah katapun.
"Aku lelah. Aku mau istirahat." ucap Ronal cuek lalu kembali melajukan langkahnya.
Mendengar ucapan Rini, Ronal berlahan menghentikan langkah kakinya. Melihat itu Rini tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya mendekati Ronal.
"Apa kau tau jika Naura adalah pemilik dari restoran yang sedang naik daun itu." ucap Rini.
Ronal berlahan menatap Rini dengan perasaan lenga. Dia merasa sangat bersyukur karna Naura bisa sukses di luar sana dengan tangannya sendiri. Setelah perceraian Naura dengan Gabryel, Ronal menjadi lebih semakin tertutup. Dia selalu menghawatirkan keadaan Naura di luar sana. Apa lagi Naura keluar dari
Apalagi dengan kehadiran Elissa di tengah-tengah mereka membuat Ronal selalu menghabiskan waktunya di kantor. Terlebih lagi kini mereka tinggal satu rumah. Karna Rini ingin menemani Elissa yang sedang mengandung cucu mereka.
"Tapi, dia telah berani menghinaku di depan umum, Pa. Bahkan dia telah menyebar luaskannya di sosial media." ucap Rini kembali.
__ADS_1
"Tidak akan ada asap jika tidak ada apinya. Aku tau seperti apa Naura, dia tidak akan melakukan sesuatu jika kau tidak memancingnya. Tapi, suatu kemajuan karna akhirnya Naura bisa membalas hinaanmu." ucap Ronal tersenyum sinis.
"Apa yang terjadi sehingga dia ada di rumah jam segini? Biasanya dia selalu pergi pagi dan pulang larut malam." ucap Ronal menatap tidak suka Elissa.
Setelah selesai mengucapkan perkataannya Ronal kembali melangkahkan kakinya, meningalkan Elissa dan Rini yang menatap kesal dirinya. Sadar dengan sikap Ronal yang terlihat jelas tidak menyukainya, Elissa langsung memasang wajah sedihnya.
"Ma! Kenapa papa tidak menyukaiku? Padahal aku sudah memeberikan calon cucu untuk kalian." ucap Elissa menunduk sedih.
"Kau tenang saja. Mungkin papa masih di rasuki racun yang di berikan wanita mandul itu. Mama yakin suatu saat nanti papa mau menerimamu dengan baik." ucap Rini membujuk Elissa.
"Mama benar! Jika wanita mandul itu saja bisa mengambil hati papa, kenapa aku tidak." ucap Elissa tersenyum sinis.
"Kau benar! mana mungkin wanita mandul itu bisa jauh lebih baik darimu." ucap Rini tersenyum membelai perut buncit Elissa.
Sesampainya di kamarnya Ronal langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya. Dia merogoh benda pipih yang ada di saku kemejanya lalu mencari tau tentang kehidupan Naura saat ini. Dia menghubungi seseorang yang segaja dia sewa untuk menjaga Naura dari kejauhan.
"Bagaimana dengan keadaan Naura saat ini?" ucap Ronal dingin.
"Dia baik-baik saja. Sekarang dia telah hidup nyaman. Dia juga tingal di apartement dan memiliki usaha sendiri. Bahkan restoran yang di bangun dari nol kini telah menjadi restoran yang sangat besar." jelas pria di sebrang sana.
"Baiklah! Terus awasi dia dari kejauhan. Jangan biarkan satu orangpun yang berani menyakitinya."
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Bersambung.....