Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 14


__ADS_3

"Pagi, Sayang." ucap Gabryel ketika melihat Naura terbangun dari tidurnya.


"Pagi!" ucap Naura merengangkan otot-ototnya lalu berusaha bangkit dari tidurnya.


Namun, Saat Naura hendak bangun, tiba-tiba Gabryel menarik tangannya sehingga Naura kembali terbaring. Melihat Naura telah berbaring kembali, Gabryel langsung mengukung tubuh mungil Naura dengan tubuh kekarnya.


"Kau mau apa?" ucap Naura menatap Gabryel yang kini berada di atasnya.


"Apa lagi kalau bukan mengambil sarapanku." ucao Gabryel tersenyum lalu menciumi cengkuk leher Naura.


"Sayang!" ucap Naura mengigit bibir bawahnya.


"Hem!" dehem Gabryel terus melakukan aksinya.


"A..aku!"


"Aku apa, Sayang. Biarkan aku merilekskan pikiranku sebentar saja." ucap Gabryel terus melakukan aksinya.


Dia melepas satu persatu pakaian Naura lalu menjajah tubuh Naura dengan penuh kelembutan. Melihat perlakuan Gabryel yang begitu lembut Naura hanya bisa diam dan mengikuti permainannya. Sebagai seorang istri, Naura tau jika melayani suami itu adalah kewajibannya.


Setelah selesai melakukan olah raga pagi yang sangat melelahkan. Naura dan Gabryel turun secara bersamaan. Melihat Naura dan Gabryel telah turun para pelayan langsung menyambut mereka dengan baik. Para pelayan melihat senyuman yang terpancar di wajah Naura. Walaupun Naura terus tersenyum tapi, mereka dapat melihat begitu banyak kesedihan yang terpancar di mata Naura.


"Ayo duduk, Sayang." ucap Gabryel menarik kursi untuk Naura sambil terus tersenyum.


Karna Naura memaafkannya, ntah mengapa Gabryel merasa sangat senang. Dia tidak menyangka jika Naura bisa terus memaafkannya setelah apa yang dia lakukan kepadanya. Melihat wajah Gabryel yang berseri-seri Naura memilih untuk tetap diam. Dia mengisi piring Gabryel dan meletakkannya di sampingnya, tidak lupa Naura juga menuangkan air mineral ke gelas Gabryel.


"Makanlah sarapanmu. Sebentar lagi kau harus ke kantor." ucap Naura melirik Gabryel yang terus tersenyum menatapnya.


"Kau benar! Aku harus segera ke kantor. Aku harus bekerja lebih giat lagi karna sekarang aku memiliki dua istri." ucap Gabryel menyantap makanannya.


"Tapi, kau tenang saja. Kau akan tetap yang pertama untukku. Karna kau jauh lebih baik dari dia." ucap Gabryel tersenyum lalu mencium lembut wajah Naura.

__ADS_1


Mendengar ucapan Gabryel, Naura hanya terdiam sambil tersenyum kecil. Dia tidak tau harus bertahan sampai kapan lagi. Tinggal satu misi lagi, setelah misi itu selesai Naura akan membangun kehidupannya sendiri. Naura juga sudah mengatur kemana dia akan mengunakan uang yang dia hasilkan dari aplikasi misi itu.


"Sayang! Nanti siang kita makan siang bersama ya. Aku akan menjemputmu." ucap Gabryel bangkit dari duduknya setelah menghabiskan sarapannya.


Mendengar ucapan Gabryel, Naura hanya tersenyum dan menganguk kecil. Dia bangkit dari duduknya lalu mengantarkan Gabryel sampai ke pintu depan. Tidak lupa Naura mencium tangan Gabryel, begitu juga dengan Gabryel dia mencium kening Naura lalu berjalan menuju mobilnya.


Setelah melihat mobil Gabryel telah meningalkan perkarangan mension mereka, Naura memilih untuk kembali ke kamarnya. Belakangan ini Naura lebih suka termenung seorang diri di kamarnya. Melihat Naura yang lebih pendiam para pelayan terus berusaha menghiburnya dengan cara menanyakan tentang tugas yang harus mereka lakukan.


Setelah sampai di kamar Naura menatap ponselnya. Dia mencoba melihat apa misi terakhirnya sudah di beritau apa belum. Tapi, sayangnya sampai sekarang misi terakhirnya belum juga di beritau oleh aplikasi itu.


"Hufff... Tingal satu misi lagi. Tapi, apa ya misi terakhirku? Mudah-mudahan misi terakhirku adalah sebuah petunjuk untuk kebahagiaanku." ucap Naura mulai pasrah dengan misi apa yang harus dia lakukan setelah ini.


Karna merasa badatnya yang penat, Naura memilih untuk merendam dirinya. Dia merendam tubuhnya di bathtub sambil bermain busa sabun. Naura berusaha menghibur dirinya sendiri agar dia tidak gila dengan penderitaan yang selalu datang menghampirinya.


Setelah puas bermain busa Naura membaringkan tubuhnya lalu menghirup aroma sabun yang menenangkan pikirannya. Cukup lama Naura merendam dirinya hingga akhirnya dia memilih untuk membersihkan dirinya. Naura keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya.


Dia melihat jam masih menunjuk ke pukul sepuluh pagi. Waktu makan siang masih lama, sambil menunggu waktu berputar Naura memilih untuk menonton drakor kesukaannya sambil memakan cemilan di dalam kamarnya.


Naura yang terbawa suasana drakor yang di tontonnya tertawa, bersedih dan menangis seorang diri di dalam kamar. Para pelayan yang mengetahui itu hanya bisa tersenyum sambil mengelengkan kepala mereka pelan. Mereka senang akhirnya Naura menemukan aktivitas yang bisa membuatnya lupa dengan semua penderitaannya.


Naura mengenakan gaun terbaiknya lalu mengoles wajahnya dengan make up tipis. Rambut panjangnya segaja dia ikat satu sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang sangat indah. Setelah memastikan penampilannya ok, Naura berjalan dengan santainya menuju ke luar mension.


Setibanya di pintu utama dia melihat mobil Gabryel memasuki perkarangan mension mereka. Namun, Naura membulatkan matanya terkejut ketika melihat Elissa duduk di samping Gabryel. Naura berusaha membuang napasnya kasar sambil melirik sini Elissa yang duduk di samping Gabryel.


"Sayang kau sudah siap?." ucap Gabryel turun dari mobilnya lalu menghampiri Naura.


Naura hanya diam sambil melirik Elissa yang duduk di kursi depan. Sadar dengan lirikan Naura, Gabryel berlahan membuang napasnya pelan.


"Aku memang sengaja mengajak Elissa untuk makan siang bersama kita. Kau dan Elissa sekarang adalah istriku. Jadi, aku sengaja untuk mempertemukan kalian agar hubungan kalian lebih baik lagi." ucap Gabryel tersenyum tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Aku boleh bertanya kepadamu, Mas?" ucap Naura tersenyum tanpa ada raut kesedihan sedikitpun.

__ADS_1


"Boleh, Sayang."


"Posisiku di sini sebagai apa?"


"Istri pertamaku."


"Jadi jaminan untuk istri pertama apa?"


"Mendapatkan posisi yang pertama dalam hal apapun."


"Terus sekarang." ucap Naura menatap Elissa yang duduk di bangku depan.


"Baiklah! Elissa akan pindah ke belakang." ucap Gabryel mengusap wajahnya kasar.


Mau tidak mau, Gabryel harus membujuk Elissa agar duduk di belakang. Dengan penuh kekesalan Elissa menurut dan duduk di bangku belakang dengan penuh kekesalan. Mereka melakukan makan siang bersama. Sebagai istri sah Naura tidak memancarkan raut kesedihan sedikitpun. Dia malah mengerjai Elissa dengan melibatkan posisinya yang hanya istri kedua dan juga hanya sebatas istri siri dari Gabryel.


Setelah selesai makan siang bersama, Gabryel mengantar Naura untuk kembali ke mensionnya. Sesampainya di perkarangan mension Gabryel turun dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Naura.


"Sekarang aku sebagai istri pertama sudah turun dari mobil ini. Sekarang kau boleh duduk di kursi bekasku." ucap Naura tersenyum sinis lalu turun dari mobil.


"Berarti jika kau sudah selesai melakukan tugasmu aku bisa mengantikan posisimu?" ucap Elissa tidak tahan lagi dengan perlakuan Naura yang terus membangakan statusnya sebagai istri pertama.


"Bukankah itu tujuanmu?" ucap Naura tersenyum sinis.


"Sudahlah! Kau masuk saja. Kau pasti lelah." ucap Gabryel tersenyum lalu mencium wajah Naura.


"Tentu saja. Aku merasa sangat lelah. Jangan lupa pualng cepat malam ini ya." ucap Naura memainkan matanya lalu mencium bibir Gabryel lembut.


"Tentu saja, Sayang." ucap Gabryel melingkarkan tangannya di pingang Naura lalu melahap bibir Naura dengan lembut di hadapan Elissa.


"Sudah! Tidak enak di lihat istri keduamu." ucap Naura melepaskan pelukan Gabryel lalu melangkahkan kakinya memasuki mension.

__ADS_1


Saat melangkahkan kakinya Naura tiba-tiba melihat pesan masuk dari aplikasi itu. Berlahan senyuman di wajah Naura mengembang ketika melihat misi yang harus dia lakukan selanjutnya.


Bersambung.....


__ADS_2