Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 45


__ADS_3

Setelah mendapat penolakan dari Naura, sikap Gabryel menjadi berubah drastis. Dia menjadi lebih dinggin dan irit bicara. Bahkan dia selalu menghabiskan waktunya di kantor dan juga ruang kerjanya.


Sehingga dia tidak pernah lagi bertemu dengan Elissa walaupun mereka satu atap. Gabryel telah mebuat ruang istirahat di dalam ruang kerjanya, sehingga dia tidak perlu lagi pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Tentu saja itu membuat Elissa semakin geram, dia langsung mengadu kepada Rini tentang kelakuan Gabryel. Mendengar curhatan sang menantu, Rini langsung geram dan menyalahkan Naura atas semuanya.


"Ini pasti karna wanita mandul itu. Kerna dia Gabryel menjadi anak yang pembangkang seperti sekarang ini," ucap Rini mengepalkan tangannya geram.


"Benar, Ma. Dia pasti meracuni pikiran Gabryel. Aku yakin dia ingin kembali bersama Gabryel, sehingga dia menyuruh Gabryel untuk memperlakukanku seperti ini. Lagian Gabryel tidak bisa menceraikanku karna kondisiku yang sedang hamil," ucap Elissa membuat suasana semakin memanas.


"Kau benar! Ini pasti ulah wanita ular itu. Mama harus beri pelajaran kepadanya," ucap Rini geram lalu bangkit dari duduknya.


"Mama mau kemana?" tanya Elissa menatap sang mama mertua.


"Ayo kita temui wanita ular itu. Mama akan beri dia pelajaran, agar dia tidak berani lagi mengusik keluarga kita," ucap Rini melangkahkan kakinya.


"Baik, Ma!" ucap Elissa tersenyum sinis lalu mengukiti Rini.


Rini dan Elissa langsung pergi ke restoran Naura. Elissa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan ocehan sang mertua. Selama di perjalanan Rini tidak ada hentinya mengoceh dan mengumpat dengan penuh kekesalan.


Sesampainya di restoran Naura, Elissa langsung menepikan mobilnya. Dia menatap Naura yang sedang sibuk melayani pelangannya dengan tatapan penuh kebencian. Baginya Naura adalah sumber masalah di dalam kehidupannya. Terlebih lagi kehidupan Naura yang kini jauh lebih baik darinyam. Sehingga membuat rasa iri akan kehidupan Naura menguasai hatinya.


Setelah mobil berhenti, Rini langsung turun dan menemui Naura dengan penuh kemarahan. Dia berjalan mendekati Naura lalu menarik bahu Naura dengan keras.


"Argh..." pekik Naura ketika Rini menarik bahunya sehingga minuman yang ada di tangannya terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Plakk...


Rini langsung menampar wajah Naura sehingga Naura langsung jatuh ke lantai. Melihat itu, para karyawan Naura langsung berlarian ke arah mereka dan membantu Naura untuk bangkit.


"Dasar kau wanita b*r*ng*ek. Apa kau belum puas menghancurkan kehidupan putraku? Kau pergi meningalkannya tanpa ada alasan yang jelas. Tapi, sekarang kau mencoba mengusik rumah tanganya," ucap Rini menunjuk wajah Naura dengan penuh amarah.


Mendengar ucapan Rini, Naura langsung menatap Elissa yang berdiri di belakang Rini. Dari ucapan Rini, Naura bisa menebak jika kehidupan rumah tangga Elissa dan Gabryel sedang tidak baik-baik saja. Berlahan Naura tersenyum sinis lalu menatap Elissa dengan tatapan meremehkan.


"Ternyata karma berjalan dengan cepat ya. Bagaimana rasanya? Sakit 'kan?" tanya Naura menatap Elissa sambil tersenyum sinis.


"Eh kau pelakor! Karma apa yang kau maksud? ha!" ucap Elissa tidak terima.


"Bisa juga ya, pelakor teriak pelakor," ucap Naura melipat kedua tangannya di dada, lalu melangkahkan kakinya mendekati Elissa.


"Itu sama saja anjing mengongong pada bayangannya sendiri," ucap Naura sambil tersenyum sinis.


"Jangan coba-coba kau mengangkat tangan kotormu ini kepadaku. Dulu aku memang selalu diam atas perlakuan kalian kepadaku. Tapi, sekarang tidak akan lagi," ucap Naura mengeluarkan tatapan iblisnya lalu menepis kasar tangan Elissa.


Melihat perubahan Naura, Elissa langsung menatapnya dengan penuh rasa tidak percaya. Dia tidak menyangka jika Naura kini telah berubah. Bahkan tatapan Naura sangat menakutkan, sehingga membuat bulu kuduknya langsung berdiri.


"Beraninya kau melakukan itu kepada menantuku. Apa belum cukup kau menghancurkan kehidupanya, dengan merusak rumah tanganya? Sekarang kau ingin menyakitinya dan juga kandungannya. Dasar wanita biadap!" teriak Rini menatap tajam Naura.


"Jika kau mau orang lain berperilaku baik pada menantumu. Maka, ajari dia cara berperilaku baik terhadap orang lain terlebih dulu," ucap Naura membalas tatapan Rini.


"Memang kau wanita ular. Aku menyesal pernah menjadi bagian dari keluargamu. Tampangnya saja yang polos. Tapi kelakuannya lebih bejat dari iblis," ucap Rini menatap geram Naura.

__ADS_1


"Dulu kau menolak untuk menerima harta gono-gini dari Gabryel. Kau keluar dari keluarga kami tanpa membawa uang sepeserpun. Tapi, tiba-tiba kau bisa membeli apartement mewah dan juga membuka restoran sebesar ini. Uang dari mana?" tanya Rini sambil menatap Naura penuh selidik.


Mendengar pertanyaan Rini, Naura langsung terdiam. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena, tidak mungkin dia memberitau jika dia mendapatkan uang yang sangat besar dari sistem aplikasi aneh itu. Lagian di jaman sekarang tidak akan ada yang percaya hal yang begituan. Bisa-bisa Naura di bilang gila karna berhalusinasi sangat tinggi.


"Kenapa kau diam? Apa jangan-jangan...," ucap Elissa menutup mulutnya sambil menatap seluruh tubuh Naura.


"Kau menjadi simpanan om-om! Aduh Naura, aku tidak menyangka jika kau seperti itu," ucap Elissa kembali.


Dia sedikit meningikan suaranya agar semua pegunjung restoran mendengarnya. Benar saja mendengar ucapan Elissa semua pengunjung resto langsung berbisik-bisik satu sama lain. Mereka menatap Naura dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Kau jangan menuduh sembarangan. Apa kau punya bukti akan itu?" ucap Naura menatap geram Elissa.


"Euhh... Kau marah," ucap Elissa tersenyum sinis.


"Buktinya sudah jelas ada di depan mata kita semua. Kau tiba-tiba bisa menjadi kaya mendadak seperti ini. Kau memiliki apartement mewah dan juga restoran sebesar ini. Padahal kau tidak mempunyai harta dan juga warisan untuk membeli semua ini. Jadi, sudah jelas pekerjaan apa yang bisa membuatmu bisa mendapatkan semua ini dengan sekejab mata. Apa lagi kalau bukan menjadi P*L*C*R," ucap Elissa penuh penekanan di kata-kata terakhirnya.


Mendengar ucapan Elissa, Naura berlahan membuang napasnya kasar. Dia harus mengontrol emosinya untuk menghadapi wanita ular seperti Rini dan Elissa. Dia berusaha menyusun cara bagaimana membuat Elissa dan Rini malu sendiri akan ucapan mereka.


"Aku tidak pernah menyangka jika keluarga Patrick yang terkenal bijaksana, sopan dan bermasyarakat ternyata memiliki pikiran yang sangat dangkal. Bahkan mereka sampai-sampai membuang-buang waktu mereka untuk mencaritau kekayaan seseorang, yang tidak penting. Apa kalian tidak punya pekerjaan lain?" ucap Naura tersenyum sinis.


"Dan satu lagi, jangan samakan aku sepertimu. Karena jika kalian selalu menudukku tanpa bukti, itu sama saja kalian membongkar keburukan kalian sendiri," ucap Naura kembali sehingga membuat Rini dan Elissa diam tidak berkutik.


"Jadi nyonya patrick yang terhormat, kalian mau pulang sendiri atau aku yang akan menyeret kalian keluar dari sini?" ucap Naura menatap tajam Rini dan Elissa.


Mendengar ucapan Naura, Elissa dan Rini langsung kehabisan kata-kata. Mereka keluar dari restoran Naura dengan perasaan kesal. Sedangkan Naura hanya menatap sinis kepergian Rini dan juga Elissa.

__ADS_1


Bersambung.....



__ADS_2