Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 89


__ADS_3

Raygan menatap keadaan mension yang begitu sepi. Biasanya ketika dia pulang kantor Naura akan menyambut kedatangannya. Namun, kali ini dia tidak melihat sejak Naura sedikitpun. Raygan belahan melahkahkan kakinya memasuki pintu mension.


"Sayang! aku pulang," ucap Raygan sedikit meningikan suaranya sambil mencari keberadaan Naura.


"Kakak ipar di kamar," ucap Icha singkat sambil mengotak-atik remot TV.


"Di kamar? Apa dia sakit?" tanya Raygan mulai mencemaskan keadaan Naura.


"Sepertinya tidak! Setelah pulang dari belanja kakak gak keluar kamar lagi,"


"Oh, baiklah! biar kakak lihat dulu ya," ucap Raygan berlari kecil menaiki anak tangga.


Raygan menatap pintu kamarnya yang tertutup rapat. Dia berlahan menekan handle pintu lalu membukanya secara berlahan. Raygan langsung mengerutkan keningnya binggung ketika melihat suasana kamar yang di penuhi lilin aroma terapi.


"Kau sudah pulang?" tanya Naura tiba-tiba datang dan melingkarkan tangannya di leher Raygan.


Raygan langsung menatap tubuh Naura yang hanya di baluti lingrie tipis tembus pandang. Raygan langsung menutup pintu dengan rapat lalu menguncinya dengan cepat. Dia tersenyum tipis melihat kejutan yang sangat indah dari Naura. Dia melihat kamar mereka telah di hias dengan taburan bunga sehinga membuat suasana kamar menjadi terasa romantis.


"Apa bulananmu sudah selesai sayang?" tanya Raygan tersenyum.


Naura mengangguk kecil, sehingga membuat senyuman Raygan langsung mengembang dengan sempurna. Raygan langsung membawa tubuh Naura kedalam gendongannya lalu membawanya ke atas ranjang.


"Aku mandi dulu ya?" ucap Raygan sambil meletakkan tubuh Naura ke atas ranjang mereka.


"Tidak! nanti kita bisa mandi bersama," ucap Naura manja sambil menarik dasi Raygan.


Melihat keagresifan Naura, Raygan tersenyum kecil. Dia melepaskan kemejanya dan melonggarkan ikat pingangnya yang sudah terasa sesak. Raygan menyentuh tubuh Naura dengan lembut dan melakukan tugasnya dengan baik. Hingga akhirnya keduanya larut dalam permainan panas yang telah sempat tertunda.


...----------------...


Keesokan paginya.


Raygan berlahan membuka matanya. Senyuman di wajah tampannya langsung mengembang dengan sempurna. Dia melihat Naura masih tertidur dengan pulasnya dengan tubuh polos yang ditutupi selimut tebal. Raygan menatap bibir manis Naura dan membayangkan permainan panas yang menguras tenanganya semalam.


"Kau sangat nikmat, Sayang. Ingin rasanya aku terus melahapmu," gumam Raygan tersenyum sambil mengelus wajah teduh Naura.


Naura yang terusik dengan tingkah Raygan berlahan membuka matanya. Dia menatap Raygan yang telah terbangun sambil menatap dirinya. Naura langsung menarik selimut lalu menutupi wajahnya. Dia menyembunyikan wajahnya karena malu mengingat keagresifan nya semalam.


"Kenapa? apa kau mau lagi?" tanya Raygan tersenyum sambil menarik selimut yang menutupi wajah Naura.

__ADS_1


"Apa semalam kurang?" tanya Naura menatap wajah Raygan.


"Em! ia. Aku sarapan dirimu dulu ya," ucap Raygan tersenyum lalu melahap bibir Naura dengan lembut.


Melihat aksi Raygan, Naura hanya bisa pasrah. Dia membiarkan Raygan menjajah tubuhnya dengan lembut. Hingga akhirnya mereka melanjutkan permainan panas mereka semalam yang masih terasa kurang. Di akhir pelepasannya, Raygan mencium lembut kening Naura lalu berdoa, agar dia memberikan benih terbaiknya ke rahim Naura. Dia berharap mereka secepatnya di karuniakan anak yang sholeh dan sholeha.


Setelah selesai, Raygan langsung mengendong tubuh Naura. Dia membawa Naura ke kamar mandi untuk mandi bersama. Raygan meletakkan tubuh Naura di bathtub lalu masuk ke bathtub itu untuk berendam bersama.


Raygan berlahan menatap dada Naura yang di penuhi bintang merah karena ulahnya. Naura yang sadar dengan tatapan Raygan langsung mencubit kecil perut Raygan.


"Aw! sakit sayang," rintih Raygan pelan.


"Kau sih nakal," ucap Naura manja lalu menyenderkan kepalanya di dada bidang Raygan.


"Siapa yang nakal terlebih dulu?" tanya Raygan tersenyum kecil sambil mengoda Naura.


Melihat Raygan yang terus menggodanya Naura langsung memasukkan bibirnya. Dia menatap kesal Raygan sambil melipat kedua tangannya di dada. Melihat itu, Raygan tersenyum kecil lalu mencubit kecil hidung mancung Naura.


"Kau memang istri idaman sayang. Aku bangga memiliki istri sepertimu," ucap Raygan tersenyum.


"Aku juga bangga memiliki suami sepertimu," ucap Naura tersenyum lalu memeluk tubuh polos Raygan.


"Kenapa?"


"Aku ingin mengembangkan pabrik anak bersamamu dulu,"


"Apa!"


"Kenapa?"


"Tidak apa-apa," ucap Naura meraba bulu kuduknya yang merinding.


Melihat tingkah Naura, Raygan langsung terkekeh kecil. Dia tau jika Naura pasti memikirkan yang tidak-tidak dengan ucapannya. Dia memang pria dewasa yang butuh sentuhan. Namun, dia juga tidak akan memaksakan Naura untuk terus melakukannya.


"Kau ini! aku tidak akan sanggup jika melakukan itu terus. Bisa-bisa pinggangku encok," ucap Rayyan terkekeh kecil.


"Jadi?"


"Kita akan pergi bulan madu hari ini. Aku sudah menghubungi paman Rocky untuk mengatur penerbangan kita nanti siang,"

__ADS_1


"Benarkah! jadi kita akan bulan madu ke Villa, papa dan mama hari ini?" tanya Naura penuh semangat.


"Ia! kita akan ke sana hari ini. Apa kau senang?"


"Aku sangat senang. Terima kasih sayang," ucap Naura tersenyum bahagia lalu memeluk Raygan.


Naura langsung tersenyum penuh semangat karena akhirnya dia bisa pergi ke tanah kelahirannya. Dia ingin melihat semua kenangan kedua orang tuanya di sana. Terlebih lagi di sana kedua orang tuanya di makamkan.


Naura sudah tidak sabar untuk berkunjung ke makam kedua orang tuanya. Dia ingin melihat makam kedua orang tuanya untuk pertama kalinya. Dia ingin bercerita banyak dan mengenalkan Raygan kepada mereka. Naura dapat menebak jika kedua orang tuanya di atas sana pasti merasa sangat bahagia melihat kehidupannya yang sekarang.


"Sayang!" ucap Raygan tersenyum kecil.


"apa?"


"Dia bangun lagi,"


"Apa!"


"Sekali lagi ya. Agar dedek bayinya cepat tumbuh di perutmu," ucap Raygan tersenyum kecil lalu meraba tubuh Naura.


Sudah tidak terhitung ke berapa kalinya Raygan melakukan itu ke Naura. Namun, Naura tetap mau melayani Raygan dengan senang hati. Mereka kembali melakukan olahraga panas mereka di dalam kamar mandi sehingga ruangan itu di penuhi suara indah Naura.


"Aw!" pekik Naura di akhir pelepasan mereka.


"Ada apa, Sayang," tanya Raygan panik sambil mengecek tubuh polos Naura.


"Pinggangku encok," ucap Naura sambil memegang pingannya yang teras sakit.


"Maaf, Sayang. Kau pasti kelelahan ya?" ucap Raygan langsung menyiram tubuh Naura dengan air bersih.


Dia membersihkan tubuh Naura dan menyabuninya dengan lembut, sambil membersihkan tubuhnya juga. Setelah memastikan tubuh Naura telah bersih. Raygan langsung mengeringkannya dengan handuk, dan memakaikan Naura bathrobe dan juga dirinya. Dia mengedong tubuh Naura ke luar lalu meletakkan tubuh Naura di atas ranjang mereka.


"Apa masih sakit, Sayang?" tanya Raygan menatap iba Naura.


"Ia! kau sih. Minta lagi dan lagi terus," ucap Naura manja.


"Maaf, Sayang. Karena ini semua salahku. Maka, aku akan jadi tukang pijitmu hari ini," ucap Raygan memijit lembut pinggang Naura.


Dengan penuh kelembutan Raygan memijit pinggang Naura. Hingga akhirnya Naura yang kelelahan tertidur pulas kembali. Melihat Naura yang telah tertidur, Raygan langsung menyelimuti tubuhnya lalu mencium lembut kening Naura. Setelah itu Raygan mengenakan pakaiannya lalu berjalan menuju dapur. Dia memasak sarapan untuk Naura dengan penuh cinta.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2