Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 30


__ADS_3

Naura terdiam sendiri di balkon kamarnya. Dia menatap undangan pernikahan Gabryel dan Elissa yang ada dia gengam. Jujur saja tidak ada perasaan cemburu sedikitpun yang menusuk hati Nuara. Yang ada di hati Naura hanya kebencian dan amarah yang mendalam atasa perbuatan Rini dan Gabryel kepadanya.


"Kakak!" ucap Icha sehingga membuat Naura terkejut.


"Icha! Kau memgejutkanku saja." ucap Naura mengusap dadanya pelan.


"Ini apa?" ucap Icha melihat undangan pernikahan Gabryel yang telah keriput karna di gengam Naura.


"Apa kau cemburu?" ucap Icha menatap undangan itu.


"Tidak! Aku tidak cemburu. Aku hanya sedang memikirkan cara untuk membuat mereka menyesali perbuatan mereka." ucap Naura memancarkan kemarahannya.


"Apa kau ingin membalas dendam, Kak?"


"Tidak! Aku tidak ingin membalas dendam. Hanya saja aku ingin memberi pelajaran kepada mereka agar mereka tidak mengulangi perbuatan mereka lagi."


"Aku punya ide bagus."


"Ide apa?"


"Kakak tungu saja lima menit lagi." ucap Icha melihat jam tangannya yang kini telah menunjuk ke pukul delapan kurang lima malam hari.


Belum sampai lima menit bel apartement Naura tiba-tiba berbunyi. Dengan cepat Icha berlari keluar untuk memastikan jika Raygan yang datang. Melihat Icha yang begitu semangat, Naura langsung mengikutinya dari belakang.


"Kak Ray! Kau tepat waktu." ucap Icha tersenyum melihat Raygan dan Mbara berdiri di depan pintu.


Melihat kedatangan Raygan, Naura langsung mengerutkan keningnya bingung. Dia tidak mengerti apa yang ada di pikiran Icha saat ini.


"Kak Ray, ayo masuk." ucap Icha merangkul tangan Raygan lalu menyuruhnya untuk duduk.

__ADS_1


Sedangkan Mbara hanya terbengong sendiri karna Icha sama sekali tidak memperdulikannya. Biasanya Icha akan selalu menempel kepadanya tapi, kali ini Icha bahkan tidak meliriknya sama sekali.


"Ayo masuk." ucap Naura menyadarkan Mbara yang terus menatap punggung Icha.


"Terima kasih, Nyonya." ucap Mbara melangkahkan kakinya mendekati Icha dan Raygan.


"Kak! Ayo duduk." ucap Icha menyuruh Naura untuk duduk di samping Raygan.


Naura hanya mengikuti perintah Icha dengan perasaan bingung. Dia tidak mengerti apa sebenarnya rencana Icha saat ini.


"Kakak ingin kedua nenek lampir itu menutup mulut mereka'kan? Itu makanya aku menyuruh Kak Ray datang ke sini." jelas Icha.


"Maksudmu?" uca Naura mengerutkan keningnya bingung.


"Kalian ikuti saja perkataanku. Aku akan membuat kalian menjadi raja dan ratu dalam pesta itu." ucap Icha tersenyum penuh kelicikan.


Naura hanya terdiam mendengarkan penjelasan Icha. Sedangkan Raygan langsung tersenyum puas karna dia punya kesempatan untuk semakin dekat dengan Naura. Sedangkan Mbara jangan di tanya lagi, dia hanya diam mendengarkan sambil memasang wajah sedihnya karna Icha sama sekali tidak menyapanya.


Naura yang sadar dengan sikap Icha kepada Mbara hanya mampu tersenyum kecil. Dia bersyukur karna Icha mendengarkan ucapannya untuk menjaga martabatnya. Icha gadis yang cantik dan juga pintar, jadi pasti banyak pria di luar sana yang ingin merebut hatinya.


*****


Nanti malam adalah acara resepsi pernikahannya dengan Gabryel. Elissa langsung merasa sangat bahagia, sebentar lagi semua orang akan mengenalnya sebagai menatu keluarga Patrick. Untuk menjaga kecantikannya agar semakin terpancar, dia pergi ke salon ternama untuk merawat tubuhnya.


Elissa menghabiskan waktu sehari penuh untuk merawat tubuhnya. Gabryel yang melihat Elissa belum juga pulang langsung menghubunginya. Tentu saja karna perintah Rini, kalau Gabryel jika Elissa tidak kembali saja dia tidak perduli sama sekali.


"Hallo" ucap Elissa dari sebrang sana.


"Kau dimana? apa kau tidak tau ini jam berapa?" ucap Gabryel melirik jam tanganbya yang kini telah menunjuk ke pukul setengah tujuh malam.

__ADS_1


"Tumben kau mencariku? tenang saja aku tidak akan kabur di saat hari pernikahan kita." ucap Elissa santai.


"Apa kau tidak tau sebentar lagi acara akan di mulai. kau malah asik-asika kelujuran tidak jelas di luar sana." ucap Gabryel penuh kekesalan.


"Aku sudah ada di belakangmu, Sayang." ucap Elissa manja melihat Gabryel yang berdiri memungunginya dengan stelan jas pengantinnya.


"Cepat kalian rias dia." ucap Gabryel kesal menatap make over yang sedang meriasnya.


"Baik, Tuan." ucap make over itu patuh lalu menyuruh Elissa mengenakan gaun pengantinnya.


"Kau mau kemana?" ucap Elissa menatap Gabryel yang melangkah keluar.


"Bukan urusanmu." ucap Gabryel cuek lalu kembali melangkahkan kakinya.


Melihat sikap Gabryel yang semakin cuek kepadanya, Elissa hanya mampu mengumpat kesal. Tidak ada pilihan lain dia kembali melakukan aktivitasnya. Dia mengenakan gaun pengantin yang sangat mewah dan di taburi berlian yang sangat indah.


Para make over itu langsung menghias wajah Elissa sebaik mungkin. Acara resepsi pernikahan Gabryel dan Elissa di lakukan secara mewah. Para pejabat-pejabat penting dan orang-orang dari kalangan atas akan datang menghadiri pesta mereka.


Setelah selesai di rias, Elissa langsung turun ke aula gedung yang telah di rombak menjadi lokasi pesta yang sangat mewah. Melihat Elissa telah memasuki lokasi pesta semua mata langsung tertuju kepadanya.


"Yel! ayo sambut istrimu." perintah Rini menatap kesal Gabryel yang terus mengobrol dengan tamu undangan.


"Ia, Ma." ucap Gabryel kesal lalu berjalan untuk menyambut Elissa.


Tapi, tiba-tiba acara pesta menjadi sangat ricuh ketika melihat tamu yang datang ke pesta itu. Semua mata yang tadinya menatap kagum Elissa kini malah beralih ke pasangan yang memasuki lokasi pesta itu.


"Lihat! mereka sangat serasi."


"Cantik sekali."

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2