
Tak terasa hari pernikahan telah tiba. Naura duduk di ruang rias sambil terus menatap pantulan dirinya. Dia terlihat sangat cantik mengunakan gaun pengantin dan juga perhiasan pemberian Raygan. Di tambah lagi wajahnya yang telah di rias oleh make over ternama membuat pesonanya semakin terpancar.
"Kau sudah selesai, nyonya?" tanya Rocky dan Ronal masuk ke ruang rias.
Mendengar pertanyaan Ronal dan Rocky, Naura berlahan mengalihkan pandangannya. Dia menarap kedua pria paruh baya itu sambil tersenyum. Ronal dan Rocky yang melihat pesona Naura langsung terdiam sambil menatap kagum kecantikan nyonya muda mereka.
"Kau sangat canti, Nyonya. Persis seperti almarhum ibumu," ucap Rocky tersenyum.
"Mama! apa dia sangat cantik, Paman?" tanya Naura penasaran dengan sosok kedua orang tuanya.
"Dia sangat cantik. Sama seperti dirimu," ucap Rocky tersenyum.
"Apa kau tau jika kau memiliki semua yang sama persis dengan ibumu. Mulai dari mata, bibir, senyuman yang sama. Kau sangat mirip dengan ibumu," jelas Rocky.
"Benarkah? aku ingin tau bagaimana wajah mama dan papa," ucap Naura menunduk sedih.
"Putri papa jangan sedih seperti itu dong. Nanti aura kecantikan pengantinnya menghilang. Kau tenang saja, papa punya foto pernikahan tuan dan nyonya besar," ucap Ronal tersenyum.
"Benarkah?" tanya Naura tersenyum bahagia.
"Benar! Papa segaja mengambilnya hanya untukmu," ucap Ronal yang memang secara diam-diam pergi ke kota asal mereka.
Ronal pergi ke kediaman Leonard dan mengambil semua foto kenangan almarhum kedua orang tua Naura. Dia ingin memperlihatkan bagaimana kebahagiaan kedua orang tua Naura dulu. Walaupun mereka tidak bisa menemani Naura di saat hari pernikahannya, setidaknya mereka punya kenangan yang bisa di lihat Naura.
Naura melihat seorang pelayan datang membawa sebuah album foto. Pelayan itu langsung memberikan album itu kepada Ronal. Ronal dan Rocky membawa Naura untuk duduk di sofa dan memperlihatkan semua foto kenangan kedua orang tuanya.
Berlahan senyuman Naura mengembang bersama air mata kebahagiaannya. Dia menatap semua foto kenangan kedua orang tuanya sambil tersenyum harum Dia merasa sangat bahagia karena akhirnya dia dapat melihat bagaimana rupa kedua orang tuanya.
"Terima kasih, Pa! ini adalah kado pernikahan yang paling indah untuk Naura," ucap Naura tersenyum hari sambil memeluk Ronal.
"Sama-sama, Sayang. Maafkan karena papa baru bisa memperlihatkannya kepadamu," ucap Ronal sambil mengelus punggung Naura.
__ADS_1
"Ehem! apa paman di lupakan?" dehem Rocky mode cemburu.
Mendengar ucapan Rocky, Naura langsung melepaskan pelukannya lalu menatap Rocky sambil terkekeh kecil. Dia tidak menyangka jika pria tampan dan menyeramkan itu bisa cemburu juga kepada sahabatnya sendiri.
"Terima kasih, Paman. Naura sangat beruntung memiliki papa dan juga paman," ucap Naura tersenyum sambil memeluk Rocky.
"Sama-sama, Sayang. Kami yang beruntung karena berhasil membesarkan wanita secantik dirimu," ucap Rocky tersenyum sambil mengecup puncak kepala Naura.
"Apa kakak sudah selesai? sebentar lagi acara pernikahannya di mulai," ucap Icha tiba-tiba nongol dan merusak acara yang penuh hari itu.
"Sudah!" ucap Naura bergegas untuk bangkit.
"Eitss! nyonya tunggu di sini. Nyonya akan bertemu dengan tuan muda setelah ijab kobul selesai," ucap Rocky tersenyum.
"Benar! biarkan Raygan mengucapkan ijab kobul terlebih dulu. Baru setelah itu dia bisa menatap kecantikan putri papa sepuasnya," ucap Ronal tersenyum.
"Baiklah! Icha akan menemani kakak di sini," ucap Icha duduk di samping Naura.
"Siap, Paman," ucap Icha mengangguk patuh.
Setelah selesai berbicara dengan Naura, Rocky dan Ronal keluar dari ruangan itu. Mereka berjalam menuju lokasi akad nikah dan menatap Raygan yang telah duduk di kursi akad. Terlihat Raygan celingak-celinguk kesana kemari mencari calon pengantinnya.
"Apa kau mencari Naura?" tanya Ronal mendekati Raygan.
"Ia, Paman. Calon istri saya di mana?" tanya Raygan penuh semangat.
"Kau ucapkan saja ijab kobulnya dengan baik. Setelah itu baru kau boleh bertemu dengannya," ucap Ronal tersenyuk kecil.
"Sudah! ijab kabol akan segera di mulai," ucap Ronal duduk di kursi saksi bersama Rocky.
Tidak lupa Rocky menghidupkan ponselnya dan melalukan vidio call bersama Icha. Dia merekam acara itu dengan baik agar Naura dapat melihat bagaimana Raygan mengucapkan ijab kabulnya.
__ADS_1
Raygan mengucapkan ijab kobul dengan sangat pantang dan tanpa ada kegugupan sedikitpun. Sama seperti keyakinannya untuk menjadikan Naura sebagai pendamping hidupnya. Dengan sekali ucapan Raygan berhasil mengucapkan ijab kabul dengan benar.
"Bagaimana para saksi? sah!"
"Sah!"
ucap semua orang di sana sehingga membuat kedua insan itu bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Mendengar dirinya telah berubah setatus menjadi istri sah Raygan, air mata Naura langsung mengalir dengan derasnya. Akhirnya dia dan Raygan bisa disatukan dalam ikatan suci pernikahan.
Naura berharap jika ini adalah pernikahan yang terakhir untuknya. Dia pernah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai istri. Namun, dia berharap agar kali ini tidak lagi. Dia berharap akan hidup bahagia bersama Raygan untuk selamanya.
Sesuai janji Ronal dan Rocky, setelah ijab kobul selesai dia akan mempertemukan pasangan pengantin baru itu. Ronal dan Rocky menjemput Naura dengan penuh kebahagiaan.
"Papa! paman," ucap Naura menangis haru lalu memeluk kedua pria yang selalu berada di sampingnya itu.
"Sekarang kami harus menjalankan tugas terakhir kami. Yaitu menyerahkanmu kepada pangeranmu. Namun, kau jangan khawatir kami akan selalu ada di sampingmu. Kami akan selalu mengawasimu dari kejauhan. Kami juga akan selalu setia mendengar curhatanmu, baik itu curhatan tentang kesedihan maupun kebahagiaan. Karena kau adalah tujuan hidup kami," ucap Rocky memeluk Naura dan menciumi puncak kepala Naura dengan penuh kasih sayang.
Melihat kedekatan ketiganya, tanpa Icha sadari dia juga ikut larut dalam kebahagiaannya. Sama seperti Naura dia juga hidup sebatang kara sejak kecil. Hanya saja kehidupannya lebih beruntung dari Naura, dia memiliki Candra, Yulia dan Raygan yang selalu ada di sampingnya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
"Apa kalian akan terus menghabiskan waktu kalian di sini? ingat! di luar sana ada hati yang cemas menantikan pengantin wanitany yang tak kunjung datang," ucap Icha tersenyum.
"Kau benar! kami sampai melupakan kakakmu itu," ucap Rocky terkekek kecil.
"Tolong rapikan make up nya," perintah Ronal kepada make over yang ada di sana.
"Baik, Tuan!" ucap Make over itu langsung merapikan riasan wajah Naura dengan cepat.
Sedangkan di altar pernikahan Raygan berjalan mondar mandir seperti setrikaan. Dia terus melirik jam tangannya karena tidak sabar melihat pesona istrinya malam ini. Melihat kelakuan Raygan semua yang menyadari tingkahnya hanya terlekeh kecil sambil mengeleng pelan.
"Tuan tenang saja! sebentar lagi tuan akan menikmati malam panas yang panjang bersama nyonya muda," ucap Mbara terkekeh melihat tingkah Raygan.
Bersambung.......
__ADS_1