Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 28


__ADS_3

Hari resepsi pernikahan Gabryel dengan Elissa tingal sebentar lagi. Namun, bukannya merasa senang Gabryel malah seperti tidak menyukainya. Dia lebih sering menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja. Bahkan dia tidak pernah memperdulikan kehamilan Elissa.


"Naura! apa aku sangat menyakitimu selama ini?" gumam Gabryel menatap foto pernikahannya dengan Naura, yang dia simpan di laci meja kerjanya.


Berlahan penyesalan demi penyesalan berhasil menghantui Gabryel. Bayangan Naura yang selalu menghadapinya dengan senyuman dan kesabaran selalu melintas di pikirannya. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia tidak bisa melawan kehendak Rini. Dia harus tetap bersikap baik kepada Elissa yang sedang mengandung anaknya.


"Sayang!" ucap Elissa manja sehingga memecahkan lamunan Gabryel.


"Ada apa?" ucap Gabryel dingin lalu mengembalikan foto yang ada di tangannya ke dalam laci.


"Ayo istirahat. Apa kau tidak lelah selalu bekerja. Tidak di kantor, tidak di rumah. Kau selalu menghabiskan waktumu untuk bekerja."


"Aku harus mencari uang untuk bayi kita. Lagian kau juga membutuhkan selalu menghabiskan uangku."


"Kau benar juga. Tapi, aku juga butuh kasih, Sayangmu. Kita tidur, yuk. Bayi kita membutuhkanmu." ucap Elissa duduk di pangkuan Gabryel lalu membelai dada bidangnya.


"Hentikan, Lis. Aku lelah." ucap Gabryel menepis kasar tangan Elissa.


Ntah mengapa, setelah perceraiannya dengan Naura.Gabryel malah kehilangan gairahnya. Bahkan dia tidak pernah lagi melakukan hubungan suami istri dengan Elissa setelah kepergian Naura.


"Gabryel! kenapa setelah kepergian Naura kau selalu menolakku? apa kau masih mencintai wanita mandul itu?" ucap Elissa bangkit dari pangkuan Gabryel dengan penuh amarah.


"Cukup! jangan pernah kau hina Naura lagi di depanku." bentak Gabryel dengan emosi yang memuncak.


"Kau! kau membentaku? Kau membentahku, hanya untuk membela wanita itu?" ucap Elissa menatap tajam Gabryel dengan mata berkaca-kaca.


"Sudahlah! aku lelah. Aku mau istirahat." ucap Gabryel mengusap wajahnya kasar lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya.

__ADS_1


Gabryel melangkahkan kakinya menuju kamarnya dengan keadaan sangat kacau. Dia tidak mau memperpanjang masalah dengan Elissa. Karna, dia sudah tau Elissa pasti akan mengadu kepada Rini sehingga Rini langsung menegurnya.


Elissa terus mengejar Gabryel yang berlahan menjauh darinya. Namun, Gabryel tidak memperdulikan Elissa dan terus melangkahkan kakinya. Sesampainya di kamar Gabryel langsung membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


"Yel! aku belum selesai." ucap Elissa menatap Gabryel yang telah tertidur pulas.


"Arghh..." teriak Elissa frustasi lalu duduk di tepi ranjang sambil mengepalkan tangannya geram.


Melihat Gabryel yang semakin berubah, amarah di hati Elissa malah semakin membara. Dia menyalahkan Naura akan perubahan sikap Gabryel. Baginya Naura adalah perusah rumah tangganya dengan Gabryel. Dia bersumpah akan menghancurkan hidup Naura sehingga Naura tidak mengusik kehidupannya lagi.


...----------------...


Saat makan siang, Gabryel menyembatkan diri untuk pergi ke restoran Naura. Dia menatap Naura yang sibuk melayani tamunya dari kejauhan. Dia menatap kagum Naura yang semakin hari semakin cantik saja. Sangat berbeda ketika Naura masih menjadi istrinya dulu.


Tiba-tiba Gabryel melihat mobil Ronal berhenti di depan restoran Naura. Dia melihat Ronal masuk ke restoran Naura dengan penuh kebahagiaan. Naura juga dengan sangat senang hati menyambut kedatangan Ronal.


"Papa! ngapain dia ke sini?" gumam Gabryel terus menatap Ronal.


"Apa aku turun saja ya. Aku sangat merindukan Naura. Aku bisa membuat undangan ini sebagai alasan." ucap Gabryel turun dari mobilnya sambil membawa undangan pernikahannya dengan Elissa.


Gabryel berjalan memasuki restoran Naura dengan perasaan gusar. Dia berlahan mendekarti Ronal yang sedang berbincang dengan Naura.


"Papa! papa sedang apa ke sini?" ucap Gabryel.


"Papa ingin makan siang. Papa hanya merindukan masakan putri papa." ucap Ronal tersenyum.


"Kau sedang apa di sini?" ucap Ronal kembali.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memberikan undangan ini kepada Naura, Pa." ucap Gabryel menatap Naura.


"Bagaimanapun kau pernah menjadi bagian dari hidupku. Aku mohon kau datang ya ke pesta pernikahanku." ucap Gabryel memberikan uandangan pernikahan kepada Naura.


"Terima kasih. Aku pasti datang." ucap Naura tersenyum lalu menerima undangan pemberian Gabryel.


"Ayo duduk, Pa. kalian pasti sudah lapar." ucap Naura mempersilahkan Gabryel dan Ronal untuk duduk.


Melihat Gabryel yang datang berkunjung para karyawan Naura langsung menatapnya sinis. Mereka masih mengingat perlakuan Rini dan Elissa yang secara terang-terangan menghina Naura di depan umum. Terlebih lagi dulu Gabryel yang selalu menyebar kemesraannya dengan Naura. Membuat para karyawan Naura menjadi membencinya setelah tau kejadian yang sebenarnya.


"Papa mau makan apa?" ucap Naura memberikan daftar menu kepada Ronal.


"Untuk apa kau bertanya lagi. Bukankah kau sudah tau makanan kesukaan papa?" ucap Ronal tersenyum.


"Baik, Pa. Naura akan mengambilnya dulu ya." ucap Naura tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


Tak berselang lama Naura dan pelayannya membawa mampan yang berisi beberapa jenis makanan dan juga minuman. dia meletakkannya di depan Ronal dan Gabryel dengan rapi. Melihat Naura yang menghidangkan makanan kesukannya Gabryel langsung tersenyum kecil. Dia merasa senang karna Naura masih mengingat makanan kesukaannya.


"Silahkan di makan, Pa. Naura mau melayani tamu yang lainnya dulu." ucap Naura tersenyum.


"Apa kau tidak ingin makan bersama papa, Nak?" ucap Ronal menatap Naura penuh permohonan.


Mendengar ucapan Ronal, Naura langsung terdiam dan menatap Gabryel yang duduk di samping Ronal. Melihat tatapan Naura, Gabryel langsung sadar jika kehadirannya membuat Naura menjadi tidak nyaman.


"Maaf jika kehadiranku membuatmu tidak nyaman." ucap Gabryel berdiri.


"Tidak! aku akan makan bersama kalian." ucap Naura menarik kursinya lalu bergabung dengan mereka.

__ADS_1


Ronal dan Naura berbincang-bincang kecil sambil menyantap makanan mereka. Sedangkan Gabryel hanya diam sambil sesekali melirik Naura. Dia menyantap dengan lahapnya makanan di depannya karna sudah sangat lama dia tidak makan bersama Naura lagi. Bahkah Elissa istrinya tidak pernah mau mengurus makanannya sehingga dia lebih sering makan di luar.


Bersambung.....


__ADS_2