Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 41


__ADS_3

Setelah berdebat panjang dengan Icha dan Raygan, akhirnya Naura kini bisa beraktivitas di luar dengan bebas. Awalnya Icha dan Raygan tidak membiarkan Naura untuk datang ke restorannya seorang diri. Mereka takut Gabryel akan mengangu Naura kembali.


Namun, karna Naura yang terus bersikeras ingin mengontrol retorannya membuat Raygan dan Icha akhirnya mengalah. Mereka mengizinkan Naura untuk pergi ke restoran asalkan membawa pengawal yang melindunginya dari kejauhan.


Walaupun sedikit merasa tidak nyaman, tetapi Naura memilih untuk menuruti perintah Raygan dan Icha. Naura tau mereka melakukan itu karna tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk lagi kepadanya.


Seperti biasa, Naura menyambut kedatangan tamu yang datang dengan ramah. Dia juga dengan senang hati membantu karyawannya untuk melayani setiap tamu yang datang.


"Hai, Kak Naura! Aku dengar kau sudah membuka hatimu kembali ya?" tanya pelangan Naura langsung menghampiri Naura.


Mendengar ucapan pelangannya itu, Naura hanya tersenyum kecil sambil menunduk malu. Dia tidak menyangka niat usilnya yang mengumbar kedekatannya dengan Raygan teryata menjadi obrolan panas dalam seketika.


"Tapi, aku tidak menyangka kau bisa dekat dengan putra Wilona itu," ucap salah satu teman wanita pelangan Naura itu.


"Kenapa?" ucap Naura tersenyum kecil.


"Apa kau tidak tau jika Raygan itu pria yang tidak bisa di sentuh. Bahkan banyak wanita yang secara terang-terangan ingin mendekatinya. Tapi, jangankan menerima wanita itu. Bahkan Raygan tidak meliriknya sama sekali,"


"Kau benar! Terakhir kali aku mendengar Raygan berhubungan dengan wanita sekitar beberapa tahun lalu. Dia di tinggal nikah oleh tunangannya. Sejak itu Raygan mulai tertutup dan tidak pernah menjalin hubungan dengan yang namanya wanita lagi,"


Mendengar celotehan pelangannya itu, Naura hanya mampu mengerutkan keningnya binggung. Dia tidak menyangka jika Raygan juga pernah mengalami masalah percintaan.


"Stop! Yang di gosipkan telah datang," ucap mereka melihat Raygan memasuki restoran Naura bersama Mbara.


"Sayang, kau sedang sibuk?'' ucap Raygan mendekati Naura yang sedang mencatat pesanan pelangannya.


Mendengar pangilan sayang dari Raygan kepada Naura, para chiby-chiby itu langsung bersorak histeris. Mereka dengan berani memuji Naura dan Raygan secara terang-terangan. Melihat kelakuan para chiby-chiby itu, Naura langsung menunduk malu jangan lupa dengan wajah tomatnya.


"Maaf, saya bawa calon istri saya dulu ya," ucap Raygan merangkul pingang Naura lalu memberi tugas Naura kepada pelayan.


"Tuan Raygan romantis sekali, ya. Kak Naura sangat beruntung mendapatkan pria seperti tuan," ucap salah satu pelangan Naura menatap kagum kedekatan Naura dan Raygan.


"Bukan Naura yang beruntung memiliki saya. Tapi, kami sama-sama beruntung karna saling memiliki. Saya berharap kalian juga akan segera mendapatkan pasangan yang seperti kalian harapkan," ucap Raygan tersenyum.


"Maaf! Saya permisi ya," ucap Naura tersenyum lalu melanglahkan kakinya meningalkan para pelangannya itu.

__ADS_1


Naura dan Raygan langsung duduk di meja kosong. Karna tidak mau menjadi obat nyamuk, Mbara memilih untuk duduk di meja lain. Dia duduk sambil memperhatikan Raygan dan Naura dari kejauhan.


"Kau mau makan apa?" ucap Naura menatap Raygan yang hanya diam sambil terus menatapnya.


"Terserah kau saja," ucap Raygan.


"Baiklah!" ucap Naura memangil pegawainya.


Dia memesan makanan untuknya dan juga Raygan. Sambil menunggu makanan datang mereka memilih untuk berbincang-bincang kecil.


"Ray, aku minta maaf ya. Karna aku mempublikasikan foto kita bersama, semua orang langsung mengira kita adalah pasangan kekasih," ucap Naura merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa! Bukankah itu yang kita inginkan," ucap Raygan tersenyum.


"Tapi, bagaimana dengan kekasihmu?"


Mendengar pertanyaan Naura, Raygan langsung terkekeh kecil. Sehingga membuat Naura menjadi binggung sendiri.


"Mengapa kau tertawa? Apa pertanyaanku salah?" ucap Naura mengerutkan keningnya bingung.


"Tidak! Pertanyaanmu tidak salah," ucap Raygan tersenyum kecil.


"Apa! Mana mungkin pria sesukses dan setampan dirimu tidak memiliki kekasih,"


"Kau tidak percaya?"


"Em! Aku percaya. Hanya saja, aku tidak menyangka jika kau tidak memiliki kekasih. Padahal begitu banyak gadis-gadis cantik di luar sana yang menginginkan dirimu,"


"Dulu memang aku mempunyai kekasih. Bahkan aku dan dia sudah merencanakan soal pernikahan. Tapi, sayangnya takdir berkata lain," ucap Raygan menunduk sedih.


"Dia lebih memilih hidup dengan pria yang lebih sukses dariku. Sejak itu aku mulai tidak percaya dengan yang namanya wanita. Tapi, itu dulu," ucap Raygan kembali sambil menatap lekat kecantikan Naura.


"Sekarang?" tanya Naura menatap Raygan dengan tatapan penuh selidik.


"Sekarang pikiranku berubah. Aku mulai mempercayai cinta lagi setelah aku bertemu dengan seorang wanita,"

__ADS_1


"Apa dia gadis incaranmu saat ini?"


"Ia! Dia telah menyadarkanku apa itu arti cinta yang sebenarnya,"


"Pasti dia adalah wanita yang sangat cantik,"


Mendengar ucapan Naura, Raygan tersenyum kecil. Dia menatap lekat wajah Naura dan berharap Naura bisa secepatnya menyadari perasaannya.


"Ia! dia sangat cantik. Bukan hanya cantik di wajahnya. Tapi, dia juga memiliki hati yang sangat cantik," ucap Raygan sambil terus menatap Naura.


"Dia adalah wanita yang sangat istimewa. Aku doakan kalian bisa secepatnya bersama," ucap Naura tersenyum bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Raygan.


"Aamiin!" ucap Raygan langsung mengaminkan ucapan Naura.


"Lalu bagaimana dengan dirimu?" ucap Raygan menatap Naura.


"Memangnya aku kenapa?" ucap Naura menatap Raygan binggung.


"Apa kau ingin terus sendirian? Apa kau tidak ada niat untuk membuka hatimu kembali?" tanya Raygan sehingga membuat Naura terdiam.


"Aku tidak tau!" ucap Naura menunduk sedih.


"Kenapa? Apa kau takut kau akan mengalami hal yang sama seperti saat kau bersama Gabryel?"


"Aku hanya belum bisa membuka hatiku kembali. Aku masih ingin sendiri, aku ingin mengobati lukaku terlebih dulu,"


Mendengar ucapan Naura, Raygan berlahan tersenyum kecil. Dia mencoba mengengam tangan Naura lalu menatap mata Naura dengan lekat.


"Percayalah, tidak semua pria itu sama. Mungkin kau mendapatkan penderitaan di pernikahanmu yang pertama. Karna, Allah ingin menguji seberapa kuat pundakmu. Allah ingin menguji seberapa kuat dirimu untuk menghadapi segala ujian yang dia berikan," ucap Raygan mempererat gengamannya.


"Tapi, dari segala ujian yang telah kau hadapi. Allah telah menyiapkan hadiah yang sangat spesial untukmu. Dimana hadiah itu adalah kebahagiaan, kebahagiaan yang telah setia menunggumu. Aku yakin kau akan segera mendapatkan kebagagiaan yang kau impikan selama ini," ucap Raygan tersenyum.


Mendengar ucapan Raygan, Naura berlahan tersenyum. Dari perkataan Raygan, Naura mendapat motivasi untuk terus semangat melawati hari-harinya.


"Kau memang benar! Allah tidak akan memberikan beban yang hambanya tidak mampu untuk memikulnya. Dia pasti memberikan ujian sebatas mampu setiap hambanya," ucap Naura tersenyum.

__ADS_1


"Kau adalah wanita yang istimewa. Jadi, dia memberikan semua ujian yang datang menimpamu, agar kau bisa membuktikan jika kau sangat berharga. Kau adalah sebuah berlian, Ra. Berlian yang sangat berharga, dan hanya orang tertentu yang bisa mendapatkannya,"


Bersambung....


__ADS_2