Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 31


__ADS_3

Naura menatap lekat gedung mewah yang kini telah di dekorasi menjadi gedung pernikahan yang sangat mewah. Dia terdiam sambil mengepalkan tangannya geram. Hinaan dan siksaan yang dia dapat saat masih menjadi menantu keluarga Patrick terus terbayang di ingatannya.


"Ayo, Kak." ucap Icha mengengam tangan Naura dan memberikan kekuatan untuk Naura.


"Kau tidak usah cemas seperti itu. Sekarang kami ada di sampingmu." ucap Yulia tersenyum.


Melihat Icha dan Yulia yang selalu memberi suport untuknya, Naura langsung tersenyum bahagia. Dia tidak menyangka jika Allah telah menghadirkan orang-orang baik di sampingnya.


"Ayo! Acara sebentar lagi di mulai." ucap Raygan menjulurkan tangannya agar di gandeng oleh Naura.


Melihat itu Naura langsung melingkarkan tangannya di lengan Raygan.


"Ingat! Kau tidak boleh lemah di depan mereka. Tunjukkan jika dirimu tidak seperti yang mereka katakan selama ini. Kau harus tunjukkan jika kau bisa lebih baik dari mereka." ucap Raygan memberikan kekuatan untuk Naura.


"Terima kasih." ucap Naura tersenyum ketika mendengar ucapan Raygan.


"Aku belum selesai mengerjakan tugasku. Kalau mau berterima kasih nanti saja setelah selesai." ucap Raygan tersenyum.


"Ayo kita masuk. Siapkan dirimu untuk memberikan hadiah terbaik untuk mereka yang selalu menghinamu." ucap Raygan melangkahkan kakinya memasuki gedung pesta bersama Naura.


"Ded! Mommy tidak bermimpi'kan. Putramu tersenyum kepada Naura." ucap Yulia kaget ketika melihat Raygan tersenyum kepada Naura.


"Tidak, Mom. Sepertinya keinginan kita untuk memiliki menantu sebentar lagi akan terwujud." ucap Candra tersenyum.


"Rencana mommy berhasil. Ayo ded, kita intip mereka dari kejauhan." ucap Yulia semangat lalu mengadeng tangan Candra memasuki gedung pesta.


"Mari, Kak." ucap Icha tersenyum lalu melangkahkan kakinya meningalkan Mbara.


"Mari kak? Dia tidak mengandengku dan menempel kepadaku gitu?" gumam Mbara melihat Icha berlahan menjauhinya.


"Kenapa Icha sekarang berubah ya? Apa dia sudah memiliki incaran baru?" gumam Mbara kembali melihat Icha yang telah cuek kepadanya.


Karna melihat semuanya telah masuk ke dalam gedung, Mbara melangkahkan kakinya mengikuti mereka dengan lemas. Dia terus menatap Icha yang berjalan di depannya sambil menyapa semua orang yang dia lewati.


Sedangkan Naura dan Raygan berjalan paling depan. Melihat Naura mendatangi pernikahan Gabryel bersama Raygan semua orang langsung menatapnya kagum. Terlebih lagi penampilan Naura yang sangat cantik. Dia mengenakan dress panjang berwarna merah muda, yang senada dengan kulit putihnya membuat kecantikan Naura semakin terpancar.

__ADS_1


"Itu bukannya Naura, mantan istri Gabryel? Dia cantik sekali."


"Benar! Naura semakin cantik saja. Sangat jauh berbeda saat masih menjadi istri Gabryel."


"Naura sangat hebat! Lepas dari Gabryel malah mendapatkan Tuan Raygan. Siap-siap patah hati berjamaah deh."


"Bahkan mereka jauh lebih menarik daripada pengantin."


Bisik-bisik tamu langsung terdengar ketika Raygan dan Naura memasuki lokasi pesta. Melihat Naura yang mengalihkan perhatian para tamu, Elissa langsung mengepalkan tangannya geram.


Sedangkan, Gabryel menatap Naura dengan rasa tidak percaya. Gabryel tidak menyangka jika Naura datang ke pesta pernikahannya dengan Raygan, pria sukses yang menjadi incaran semua gadis di luar sana.


Berlahan Naura dan Raygan berjalan mendekati Elissa dan Gabryel untuk memberikan selamat. Gabryel menatap lekat tangan naura yang melingkar di lengan Raygan.


"Selamat atas pernikahannya, Tuan Gabryel." ucap Raygan menyalami Gabryel.


"Terima kasih." ucap Gabryel tersenyum.


"Selamat, semoga aku cepat menyusul." ucap Naura tersenyum sambil menyalami Gabryel.


"Maaf! Tolong lepaskan tangan saya." ucap Naura tersenyum kecil ketika Gabryel terus mengengam tangannya.


"Maaf!" ucap Gabryel gugup lalu melepaskan tangan Naura.


Naura langsung beralih ke Elissa. Dia menatap mantan madunya itu yang menatap sinis dirinya.


"Selamat atas pernikahanmu." ucap Naura tersenyum lalu memeluk Elissa.


"Terima kasih karna telah mengambil dirinya dariku. Karna setelah kau mengambil dirinya Allah langsung mengantinya dengan jauh yang lebih baik darinya. Aku mendapatkan pria yang jauh lebih sukses dan tampan darinya. Bahkan dia masih berstatus sigle dan mau menerimaku yang sudah janda. Sangat berbeda denganmu yang status sigle tapi malah mendapatkan suami orang. Jadi, selamat menikmati sampah yang aku sumbangkan kepadamu. Karna sampah itu cocoknya di lamparkan ke tong sampah." bisik Naura tersenyum licik.


Mendengar ucapan Naura, Elissa langsung mengepalka tangannya geram. Dia menatap Naura dengan penuh kebencian dan amarah yang meluap. Namun, tatapan Elissa tidak mengentarkan Naura sedikitpun. Naura malah tersenyum puas melihat amarah Elissa.


"Ayo, Sayang." ucap Raygan melingkarkan tangannya di pingang Naura sehingga membuat suasana hati Gabryel semakin memanas.


"Selamat datang Tuan Wilona." ucap Ronal langsung menyambut kedatangan Naura dan juga keluarga Wilona.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan Patrick. Pernikahan putramu sangat meriah. Aku harap ini adalah pernikahan terakhir untuknya." ucap Raygan tersenyum kecil.


"Amiin! Selamat menikmati acara pesta kami." ucap Ronal tersenyum.


Mendengar ucapan Ronal, Raygan langsung tersenyum lalu membawa Naura bergabung dengan tamu lainnya. Melihat Naura telah mendapatkan pendamping baru, Ronal langsung tersenyum lalu menatapnya dengan penuh kebahagiaan.


Beda dengan Rini, dia menatap tidak suka kepada Naura. Apalagi melihat Naura datang bersama keluarga Wilona. Rini langsung memikirkan ide liciknya untuk menjatuhkan nama baik Naura.


"Lihat nenek lampir itu. Sepertinya dia sedang kepanasan melihat kebahagiaan orang lain." bisik Icha melihat wajah Rini yang merah padam.


"Hus! Kau tidak boleh bicara seperti itu." ucap Naura tersenyum kecil.


"Kakak juga tersenyum." ucap Icha.


"Cha! Kau mau minum." ucap Mbara memberikan segelas minuman yang ada di tangannya.


"Terima kasih!" ucap Icha tersenyum lalu menenerima gelas pemberian Mbara.


Mereka menyaksikan acara resepsi pernikahan Gabryel ssambil bercanda ria. Tidak mau membuang kesempatan Raygan juga memperlihatkan perhatiannya untuk mencari hati Naura. Namun, tanpa Raygan sadari ada tatapan yang memancarkan api kemarahan ketika menatap ke arahnya.


"Kenapa Naura bisa jalan dengan pria itu?" batin Gabryel terus menatap ke arah Naura dan Raygan.


"Sayang! Kau melihat apa, sih?" ucap Elissa menyadari tatapan Gabryel.


"Tidak ada." ucap Gabryel singkat sambil membuang napasnya kasar.


"Kenapa sih wanita mandul itu selalu selangkah lebih maju dariku? Sekarang dia malah dekat dengan putra keluarga Wilona. Aku harus membuat dia di benci oleh keluarga Wilona." batin Elissa mengepalkan tangannya geram.


"Apa kau tidak melihat jika ada tatapan yang terus menatap ke arah kita?" ucap Raygan menyadari tatapan Gabryel dan Elissa.


"Aku akan membuat suasana semakin memanas." ucap Raygan kembali sambil tersenyum jahil.


Raygan berlahan mengambil makanan yang ada di depannya. Dia dengan begitu mesra menyuapi Naura sambil bercanda kecil. Melihat itu tiba-tina Gabryel merasakan panas yang luar biasa. Dia melonggarkan dasinya sambil menatap ke arah Raygan dengan penuh kebencian.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2