Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 39


__ADS_3

Raygan duduk diam seorang diri di sofa sambil terus menatap Naura dan Icha yang sedang asik menonton televisi. Rasa kesal terus menyelimuti hati Raygan, karena moment romantisnya di gangu oleh si biang kerok Icha. Dia memakan cemilan di tangannya sambil terus menatap Icha geram.


"Kak! Kak Raygan lagi kesurupan apa, sih?" tanya Icha yang mulai sadar dengan tatapan Raygan.


"Mana kakak tau! Mungkin dia lagi kesal kali," ucap Naura melirik ke arah Raygan.


"Sudahlah! Lebih baik kita lanjut nonton saja," ucap Icha memilih untuk tidak memperdulikan tatapan Raygan yang sangat mengangu.


"Sial! Mau aku tendang kemana nih bocah. Bikin kesempatan emasku terbuang sia-sia saja," gumam Raygan terus berpikir.


"Aku tau sekarang!" batin Raygan langsung merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya di dalam sana.


Tidak mau membuang-buang waktu, Raygan langsung menghubungi Mbara dan menyuruhnya untuk datang sekarang juga.


"Kalian apa gak bosan di rumah terus? Kita ke taman hiburan yuk," ucap Raygan menghampiri Icha dan Naura.


"Jalan-jalan? Ayok!" ucap Icha penuh semangat.


"Cepat siap-siap sana, sebelum kakak berubah pikiran," ucap Raygan tersenyum.


"Ok! Tapi, kakak yang teraktir ya," ucap Icha tersenyum bahagia.


"Ok!" ucap Raygan tersenyum sambil melirik Naura.


"Yeach! Ayo kak, kita siap-siap. Malam ini kita akan bersenang-senang," ucap Icha penuh semangat lalu menarik tangan Naura.


Tidak mau membuang-buang waktu Icha berdandan dengan sangat cepat. Dia hanya mengunakan celana lie di atas lutut dan baju kaos oblong yang kebesaran. Tidak lupa dia memakai sepatu kesayangannya dan rambutnya di kucir satu. Dia juga mengoleskan make up tipis ke wajahnya dan merapikan ponie depannya.


"Sempurna!" guman Icha menatap penampilannya dari pantulan cermin.


"Bagaimana, Kak? Apakah adikmu ini sudah cantik?" ucap Icha memutar tubuhnya di depan Naura.


"Cantik! Kau sangat cantik," puji Naura tersenyum.


"Argh! Aku jadi malu," ucap Icha tersenyum malu.


Sedangkan Naura mengenakan baju kaos oblong, di padukan dengan rok di atas lutut. Bajunya di masukkan ke dalam, dan tidak lupa dia juga mengenakan sepatu yang sama seperti Icha. Rambut panjangnya di gerai begitu saja, tidak lupa dia mengoleskan make up tipis di wajah cantiknya.


"Kak Naura sangat cantik! Bahkan orang tidak akan percaya jika kakak pernah menikah," puji Icha menatap kagum kecantikan Naura.


"Kau bisa saja! Ayo kita keluar, sebelum kakakmu berubah pikiran," ucap Naura menarik tangan Icha.


Raygan dan Mbara sedang duduk di ruang tamu. Raygan terus menatap jam tangannya karena sudah satu jam dia menunggu Icha dan Naura.

__ADS_1


"Apa semua wanita kalau berdandan menghabiskan waktu berjam-jam?" ucap Raygan mulai kesal.


"Kalau wanita ya begitu, Tuan. Bahkan mereka bisa sepuluh kali mencoba baju yang akan mereka kenakan. Jadi jangan heran!" ucap Mbara santai sambil terus memainkan ponselnya.


Mendengar ucapan Mbara, Raygan hanya mampu membuang napasnya kasar lalu menyandarkan tubuhnya. Namun, tiba-tiba dia melihat pemandangan yang sangat mengoda matanya. Raygan terdiam melongo menatap Naura dan Icha yang menuruni anak tangga secara bersama-sama.


"Mbara! Aku lagi tidak mimpi 'kan?" ucap Raygan sambil terus menatap kagum kecantikan Naura.


"Argh... Sakit tau," pekik Raygan ketika Mbara mencubit tangannya.


"Katanya mau memastikan ini mimpi atau bukan," ucap Mbara terkekeh tanpa dosa.


"Tapi, jangan sekuat itu kali," ucap Raygan mengelus tangannya yang memerah karna cubitan Mbara.


"He...he... Maaf," ucap Mbara nyengir tanpa dosa.


"Kakak! Ayo, kami sudah siap," ucap Icha menarik tangan Raygan.


"Ayo! kau kau cantik sekali," ucap Raygan mentap kagum kecantikan Naura.


Melihat Raygan yang lebih perhatian kepada Naura, berlahan Icha memayunkan bibirnya karena cemburu. Biasanya Raygan selalu memperhatikannya tapi, kali ini Raygan tidak meliriknya sama sekali.


"Hiks... Kakak jahat. Mentang-mentang sudah ada Kak Naura, adiknya sendiri di cuekin," ucap Icha berusaha menahan tangisnya.


Mendengar ucapan Icha, Raygan langsung terkekeh kecil. Dia langsung membawa tubuh mungil Icha kedalam pelukannya.


"Kakak!" ucap Icha kesal karna penampilannya jadi berantakan karna ulah Raygan.


"Ha...ha... Sudah! Ayo kita berangkat," ucap raygan menarik tangan Icha.


Melihat kedekatan Icha dan Raygan, Naura hanya tersenyum kecil. Dia merasa sangat beruntung karna akhirnya bisa berada di tengah-tengah keluarga yang sangat harmonis seperti mereka.


"Cha, kau bareng Mbara ya," bisik Raygan berusaha membujuk Icha.


"Kenapa?" ucap Icha dengan polosnya.


"Kau mau punya kakak ipar 'kan?" bisik Raygan pelan.


Mendengar ucapan Raygan, dengan cepat Icha mengangukkan kepalanya.


"Jadi kau harus membantu kakak menakhlukkan hati calon kakak iparmu," bisik Raygan tersenyum sambil melirik Naura yang berjalan di belakang mereka.


Berlahan Icha membulatkan matanya, dia menatap Raygan dengan penuh rasa tidak percaya. Dia tidak menyangka jika Raygan ternyata menyukai Nuara secara diam-diam.

__ADS_1


"Jika calon kakak iparku adalah Kak Naura. Maka, aku akan sangat setuju, aku akan membantu kakak," ucap Icha tersenyum.


"Kak! Kakak bareng Kak Raygan ya. Biar aku ikut Kak Mbara," ucap Icha langsung berlari kecil ke arah Mbara.


Melihat Icha yang sudah pergi mengunakan mobil Mbara, Naura akhirnya tidak punya pilihan lain. Raygan dengan senang hati membukakan pintu untuk Naura. Setelah melihat Naura duduk dengan nyaman, Raygan menutup pintu lalu berjalan ke arah kursi pengemudi.


Raygan menghidupkan mesin mobilnya sambil melirik Naura yang duduk di sampingnya. Tidak mau membuang-buang waktu Raygan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia mengikuti mobil Mbara yang berada di depannya sambil melirik Naura yang terus menatap ke kaca mobil.


"Ra!" ucap Raygan memecahkan keheningan.


"Hem!" dehem Naura menatap ke arah Raygan.


"Apa kau tidak ingin melaporkan Gabryel atas perlakuannya kepadamu malam itu?" tanya Raygan tetap fokus menayap kedepan.


"Tidak!"


"Kenapa?" tanya Raygan menghentikan mobilnya sambil menatap lekat wajah Naura.


"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menghukumnya secara berlahan," ucap Naura tersenyum sinis.


"Maksudmu dengan terus menjalankan rencana yang di berikan Icha?"


"Kau benar! Aku melihat mereka semua tidak senang melihat aku bahagia. Bahkan Nyonya Patrick dengan secara terang-terangan menjelekkanku kepada Bibi Yulia,"


"Jadi, kita akan meneruskan hubungan palsu kita?"


"Apa itu tidak merepotkanmu?"


"Tidak! sama sekali, tidak. Aku malah merasa senang dapat membantumu," ucap Raygan tersenyum.


"Aku malah punya ide yang lebih bagus, untuk membalaskan rasa sakitmu selama ini," ucap Raygan menatap lekat Naura.


"Apa?"


"Kita akan mengumumkan hubungan kita di depan umum,"


Mendengar ucapan Raygan, Naura langsung menatapnya bingung.


"Kau jangan salah paham dulu! Aku melihat Gabryel sangat tropsesi kepadamu. Aku rasa jika dia melihatmu bahagia bersama orang lain dia akan menyadari kesalahannya. Dengan begitu dia akan sadar jika yang dia lakukan kepadamu selama ini salah," ucap Raygan berusaha membujuk Naura.


"Satu lagi! Jika nenek lampir dan juga wanita iblis itu melihatmu bahagia, pasti mereka akan kepanasan sendiri. Dengan begitu, mereka akan menunjukkan wajah asli mereka sendiri. Kau tidak perlu repot-repot untuk mengungkapkan kebusukan mereka. Kau harus ingat balas dendam itu tidak selamanya harus dengan kekerasan. Tapi, ada saatnya kita memblaskan dendam kita dengan kehalusan, karena itu jauh lebih menyakitkan," ucap Raygan kembali sambil mengengam tangan Naura.


Bersambung....

__ADS_1


******



__ADS_2