
Seperti yang di janjikan Raygan. Siang ini mereka akan melakukan penerbangan menuju kota kelahiran Naura. Rocky telah menyiapkan pesawat pribadi milik keluarga Leonard untuk membawa Naura. Sesampainya di bandara, para pengawal langsung siap siaga untuk menyambut kedatangan nyonya muda mereka.
Melihat semua fasilitas yang dia miliki Naura menatap semuanya dengan mata berkaca-kaca. Dia berjalan melewati begitu banyak pengawal yang menyambut kenangannya sampai ke pesawat.
"Paman! Apa pesawat ini milik mama dan papa?" tanya Naura menatap pesawat yang tertulis nama keluarga Leonard di sana.
"Benar, nyonya! ini adalah pesawat pribadi keluarga Leonard. Bahkan nyonya masih memiliki begitu banyak fasilitas mewah peninggalan tuan dan nyonya besar," ucap Rocky tersenyum.
"Lalu paman dan papa?"
"Kami mendapatkan gaji yang cukup besar. Bahkan kami juga memiliki fasilitas mewah yang telah di berikan tuan dan nyonya besar kepada kami,"
"Apa itu cukup?"
"Tidak! tentu saja itu tidak cukup. Karena kami memiliki satu keinginan besar yang belum kami dapatkan sampai sekarang,"
"Apa?"
"Tentu saja penerus keluarga Leonard selanjutnya," ucap Rocky terkekeh kecil sambil melirik Raygan yang berjalan di samping Naura.
"Paman tenang saja. Sebentar lagi Naura dan Raygan junior akan hadir di tengah-tengah kita," ucap Raygan tersenyum nakal.
"Memangnya kau mau punya anak berapa, Ray? saran Deddy sih lebih baik lebih dari satu. Karena menghadapi anak satu itu sangat sulit. Manjanya minta ampun," ucap Candra terkekeh kecil.
"Deddy mengataiku?" tanya Raygan menatap tajam sangat papa.
"Eh! Ternyata kau sadar sendiri ya," ucap Candra terkekeh kecil.
"Deddy! anaknya mau pergi juga, tapi terus di ledekin," ucap Yulia membela Raygan.
"Itu! kalau punya anak satu pasti tidak akan ada yang membelamu. Karena anak laki-laki itu anak kesayangan ibunya. Sama sepertimu," ucap Candra.
__ADS_1
"Deddy tenang saja. Raygan ingin memiliki enam anak. Biar bisa buat team sepak bola," ucap Raygan cengengesan tanpa dosa.
"Enak saja! apa kau ingin membuat menantu mommy merasakan sakit sebanyak enam kali. Mommy saja melahirkan kami rasanya seperti seluruh tulang mommy di patahkan sekaligus," ucap Yulia menjewer telinga Raygan.
"Mama benar. Jika kau mau punya anak enam. Maka kau yang akan melahirkannya sendiri," ucap Naura tegas.
"Aku cuman bercanda, Sayang," ucap Raygan memelas lalu memohon maaf kepada Naura.
"Tuan, nyonya! pesawatnya sudah siap," ucap salah satu pengawal mendekati mereka.
"Baiklah!" ucap Naura tersenyum ramah.
"Mom, Ded! kami pergi dulu ya. Ingat jangan nikahkan Icha sebelum kami pulang," ucap Raygan tegas.
"Kau tenang saja. Jangan lupa segera beri kabar yang baik," ucap Candra tersenyum lalu memeluk Raygan.
"Deddy doakan saja. Semoga apa yang kita inginkan cepat terkabul,"
"Kau jaga menantu mommy baik-baik ya. Ingat, atur pola makannya dan jangan suruh dia banyak istirahat," ucap Yulia bergantian memeluk Raygan.
"Mommy tenang saja. Menantu mommy akan menjadi ratu di tangan Ray," ucap Raygab tersenyum.
"Kalian hati-hati ya. Jika Ray macam-macam hajar saja, jangan kasih ampun," ucap Candra mengelus puncak kepala Naura.
"Papamu benar. Jika Ray macam-macam kau hajar saja. Mama tidak akan membelanya," ucap Yulia tersenyum lalu memeluk menantu kesayangannya itu.
Raygan dan Naura pergi ke luar kota bukan hanya berbulan madu. Tapi Rocky juga ingin menunjukkan seluruh aset milik keluarga Leonard. Karena bagaimanapun Naura adalah penerus harta kekayaan keluarga Leonard. Jadi dia harus tau tentang semua kekayaan milik keluarganya.
Mulai sekarang Naura dan Rayganlah yang bertanggung jawab atas perkembangan perusahaannya. Sesuai janji Rocky dan Ronal, mereka akan menyerahkan semua kekayaan Leonard pada saat Naura telah menemukan pria yang tepat untuk mendampinginya. Itu sebabnya Candra dan Yulia mengantar Raygan dan Naura. Karena mereka akan menghabiskan cukup banyak waktu di luar kota.
Setelah selesai berpamitan, Raygan dan Naura langsung naik ke atas pesawat. Di ikuti oleh Rocky dan beberapa pengawal penting yang ikut bersama mereka. Yulia dan Candra hanya menatap haru keberangkatan Naura dan Raygan. Mereka melambaikan tangannya lalu berjalan menjauhi pesawat. Naura dan Raygan menatap Yulia dan Candra sambil tersenyum. Mereka melambaikan tangannya sambil melayangkan senyuman mereka.
__ADS_1
...----------------...
Akhirnya Naura sampai di kota kelahirannya. Dia turun dari pesawat dan menatap suasana baru yang penuh dengan kenangan menyedihkan. Walaupun Naura tidak ingat apa-apa tentang masa kecilnya. Namun, dia bisa membayangkan dengan jelas dari cerita Ronal dan Rocky.
"Mari, Nyonya!" ucap salah satu pengawal langsung membawa Naura dan Raygan ke mobil.
"Terima kasih," ucap Naura langsung duduk di jok belakang bersama Raygan.
Selama di perjalanan, Naura terus menatap keadaan kota yang begitu padat. Dia menatap ke kaca mobil sambil mengengam erat tangan Raygan. Naura tidak tau harus berkata apa saat ini. Apa dia senang ataupun sedih. Hari ini adalah hari pertama dia merasakan kehidupannya yang seharusnya.
Kehidupan yang penuh dengan kemewahan dan juga pengawalan yang ketat. Namun, semua kekayaannya sekarang tidak akan bisa di bandingkan dengan kebahagiaannya bersama Raygan. Bersama Raygan dia mendapatkan srmua yang di impikan selama ini. Cinta dan kasih sayang yang terus di berikan Raygan kepadanya membuatnya merasa sangat bahagia. Bahkan dia menjadu lupa jika dia pernah tersakiti sebelumnya.
Naura merasa bahagia karena dia mendapatkan semunya sekaligus. Dia mendapatkan cinta sejatinya, keluarga yang menyanginya dan juga masa lalunya secara bersamaan. Walaupun dulu pernah merasakan penderitaan yang teramat dalam. Namun, akhirnya kesabaran dan keikhlasan Naura diasa lalu telah berbuah manis dan memberikannya kebahagiaan yang berlimpah.
Hingga akhirnya mobil yang di naiki Naura memasuki area mension yang sangat luas. Bahkan lebih luas dari mension Raygan yang dia tingali selama ini. Naura menatap kagum bangunan mewah dan merah itu. Berlahan pikiran Naura langsung melayang entah kemana. Dia mulai berpikir berapa banyak sebenarnya kekayaan yang dia miliki sekarang ini.
"Ray!" ucap Naura menatap Raygan.
"Ini adalah mension peninggalan orang tuamu, Sayang. Apa kau tidak ingin melihatnya?" tanya Raygan tersenyum.
"Ini besar sekali. Apa mama dan papa sangat kaya?" gumam Naura sambil mengigit kukunya.
"Silahkan, Nyonya!" ucap pengawal mempersilahkan Naura untuk masuk.
Naura melihat begitu banyak pelayan dan juga pengawal yang menyambut kedatangannya. Melihat perlakukan mereka Naura merasa sangat canggung. Sadar dengan sikap Naura, Raygan langsung merangkulnya dengan mesra sambil memberi dukungan kepada Naura agar dia bisa percaya diri.
"Apa kalian mau berdiri di sini terus?" ucap Rocky tiba-tiba muncul di belakang Naura.
"Ayo!" ucap Raygan tersenyum lalu melangkahkan kakinya.
Naura langsung mengembangkan senyumannya kepada para pelayan dan pengawalnya. Melihat keramahan Naura, mereka semua langsung menatap kagum Naura. Mereka tidak menduga jika nyonya muda mereka sangatlah ramah dan juga baik hati. Bukan hanya itu ternyata dia juga sangatlah cantik sama seperti almarhum ibunya.
__ADS_1
Bersambung.....