Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 56


__ADS_3

Elissa menatap Rini dengan penuh rasa tidak percaya. Dia tidak menyangka jika ibu mertuanya ternyata jauh lebih kejam dari yang dia bayangkan.


"Kalian urus wanita ini. Kalian bunuh dia dan buah jasadnya yang jauh agar tidak ada yang tau," perintah Rini memberikan foto Naura kepada pembunuh bayaran yang terkenal sadis dan kejam.


"Dia sangat cantik. Kalau kami bermain-main dengannya sebentar saja bagaimana?" ucap pria berbadan tegap dan menyeramkan menatap foto Naura dengan penuh gairah.


"Kau bebas melakukan apapun. Tapi ingat tujuan awalmu, yaitu untuk segera mengantarnya ke neraka jahanam," ucap Rini tersenyum sinis.


"Baiklah! Tapi....," ucap Pria itu memberi kode kepada Rini.


"Ini bayaran awal untukmu. Jika kau berhasil melakukan tugasmu dengan baik. Kau akan mendapatkan dua kali lipar dari uang ini," ucap Rini memberikan amplop berisi uang kepada ketua berandal itu.


"Baiklah! Kau tunggu saja kabar baiknya, Nyonya," ucap pria itu mencium amplop pemberian Rini.


"Menantumu cantik juga," ucap Pria itu menatap Elissa dengan tatapan genitnya.


"Jaga sikapmu! Ingat satu hal, jangan sampai ada yang tau jika aku yang membayarmu," ancam Rini.


"Siap, Nyonya!" ucap pria itu pergi meninggalkan Rini dan Elissa.


"Ma! Mama yakin akan melakukan ini? Bagaimana jika Papa dan Mas Gabryel tau?" tanya Elissa penuh dengan kecemasan.


"Mereka tidak akan tau jika kau tutup mulut. Hanya kita berdua yang tau tentang ini," ucap Rini menatap tajam Elissa.


"Bagaimana dengan mereka. Apa mereka bisa dipercaya?"


"Tentu saja! Mereka itu bukan pembunuh sembarangan. Pasti mereka akan menjaga rahasia para kliennya. Kau tenang saja," ucap Rini melangkahkan kakinya menuju mobilnya.


Mendengar ucapan Rini, Elissa hanya mampu membuang napasnya pelan. Dia melangkahkan kakinya mengikuti mertuanya sambil tersenyum sinis. Dia merasa bahagia karna sebentar lagi Naura tidak akan mengusik kehidupannya untuk selamanya.


...----------------...


Para pembunuh suruhan Rini mulai bergerak. Dia mengikuti Naura seharian penuh dan akhirnya menemui celah untuk melakukan tugas mereka. Mereka melihat Naura keluar dari panti asuhan. Berapa pria yang bertugas untuk mengikuti Naura langsung memberi aba-aba pada pria yang lainnya. Mereka menghadang mobil Naura di jalanan sepi agar mereka bisa menculik Naura tanpa ganguan.


Naura yang sedang melajukan mobilnya tiba-tiba menghentikan mobilnya ketika melihat segerombolan pria menghalangi jalannya. Naura yang merasakan ada firasat buruk mencoba memundur dan memutar balik. Namun, sebuah mobil berhenti tepat di belakangnya sehingga Naura tidak bisa kemanapun lagi.


"Siapa mereka? Kenapa mereka menghalagi jalanku?" gumam Naura ketakutan.


"Hello, Sayang. Buka pintunya dong cantik," ucap seorang pria mencoba mengetuk kaca pintu mobil Naura.

__ADS_1


"Siapa kalian? Kalian mau apa?" ucap Naura sambil berusaha merogoh tasnya.


Dia mencoba mengambil ponselnya untuk meminta pertolongan dengan menghubungi Raygan. Namun, salah satu pria itu menyadarinya, dan memberitau kepada ketuanya dengan cepat.


"Bos! Sepertinya dia meminta pertolongan,"


Mendengar ucapan anak buahnya, ketua brandal itu langsung tersenyum sinis. Dia mengambil besi panjang dan mengayunkannya di depan kaca jendela mobil Naura.


"Buka sekarang atau aku membukanya sendiri," ucap Pria itu tersenyum sinis.


"Tidak! Mingir kalian atau kalian akan tau akibatnya," ucap Naura menatap tajam segerombolan pria itu.


Mendengar ancaman Naura, para pria itu langsung tertawa lepas. Mereka menertawakan Naura tanpa ada ketakutan sedikitpun.


"Baiklah! Aku ingin melihat apa yang terjadi padaku setelah ini," ucap Pria itu mengayunkan besi yang ada di tangannya.


Prakk.....


Arghh....


Teriak Naura ketika pria itu memecahkan kaca jendela mobil Naura. Pria itu dengan cepat membuka pintu mobil Naura lalu menyeret Naura keluar dari mobilnya.


"Arghh... Lepaskan aku!" teriak Naura mencoba memberontak.


Cuih...


"Jangan kau sentuh aku dengan tangan kotormu itu," ucap Naura meludahi wajah pria di depannya.


"Lebih baik aku mati mengenaskan di tanganmu! Dari pada membiarkan tangan kotormu itu menyentuh tubuhku," ucap Naura menatap tajam segerombolan pria di depannya.


Baginya tidak ada yang lebih berharga dari pada kehormatannya. Dia tidak akan membiarkan seorangpun menyentuhnya dan menghianati cinta Raygan. Walaupun dia harus merengang nyawanya dengan sia-sia.


Plakk....


"Dasar wanita tidak tau di untung," ucap pria itu menampar keras wajah Naura sambil menatapnya dengan penuh kemarahan.


"Kalian menjauhlah! Akan aku tunjukkan kepadanya siapa yang bisa menghalangiku," ucap Pria itu melepaskan baju kaosnya dan melemparnya ke sembarang arah.


"Mari nikmati kesengsaraanmu, Sayang," ucap Pria itu berlahan mendekati Naura.

__ADS_1


Bruk...


Arghh...


Pekik pria itu ketika organ fitalnya di tendang oleh Naura. Setelah menendang pria itu, Naura langsung bergerak cepat dan mencoba untuk kabur. Namun, anak buah pria itu langsung menangkap Naura sehingga Naura tidak bisa kabur kemanapun lagi.


"Lepaskan aku! Lepaskan," ucap Naura terus memberontak namun tenanganya tidak sebanding dengan para pria itu.


Plakk...


"Dasar kau!" teriak pria itu menampar Naura kembali hingga tubuh Naura tersungkur di tanah.


"Dasar pria biadap!" ucap Naura menatap tajam pria di depannya.


"Aku berusaha bermain mulus denganmu. Tapi sayangnya kau lebih suka dengan kekerasan," ucap Pria itu membuka ikat pinggangnya lalu memukul kaki Naura.


Plak... Plak...


Pria itu menghantamkan tali pingangnya ke kaki Naura berulah kali. Walaupun pria itu terus memukuli Naura. Namun, Naura terus berusaha menahan rasa sakitnya. Dia tidak mengeluarkan suara rintihan sedikitpun. Dia hanya menatap tajam pria itu penuh kemarahan.


"Hanya segitu kemampuanmu? Kenapa kau tidak membunuhku? Apa kau takut? Dasar banci!" ucap Naura menatap pria itu sehingga membuat pria itu semakin murka.


Bagi Naura lebih baik dia mati saat ini juga dari pada dia harus melayani napsu liar para brandal itu. Naura tau dia tidak akan bisa selamat dari tangan para pria itu. Namun, dia terus berharap ada agar dia bisa selamat dari para pria berandal itu dan memenuhi janjinya kepad Yulia.


"Bos! Lebih baik lenyapkan dia sekarang juga," ucap salah satu anak buah pria itu.


"Benar, Bos! ada pengendara lain yang mau lewat dari sini. Lebih baik bos urus wanita itu secepatnya sebelum dia membawa masalah untuk kita," ucap anak buah pria itu melihat ada beberapa mobil mewah yang hendak melewati jalan sepi itu.


Naura yang melihat ada beberapa mobil yang mendekati mereka berlahan tersenyum. Dia berharap jika mobil itu berisi malaikat penolongnya.


"Tolong!" teriak Naura sehingga membuat mobil itu berhenti.


"Siapa kalian?" teriak seorang pria berbadan tegap keluar dari mobil mewah itu lalu berlari ke arah Naura di susul oleh beberapa anak buahnya.


Melihat aksi mereka ketahuan oleh segerombolan pria misterius itu, para berandal itu langsung berlari untuk menyelamatkan diri.


Jlep....


Sebelum kabur ketua brandal itu langsung menusuk Naura mengunakan belatinya. Dengan sekali tusukan tubuh Naura langsung tergeletak tak berdaya di atas tanah.

__ADS_1


"Mama! Raygan! Maafkan aku," ucap Naura terakhir kalinya sebelum menutup matanya.


Bersambung.....


__ADS_2