Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 08


__ADS_3

Naura dengan panik masuk ke toilet wanita. Dia menatap lengannya yang membiru dari cermin. Naura berusaha menutupi lukanya dengan cream yang dia sediakan di tasnya. Setelah itu Naura kembali ke pesta dan bergabung dengan tamu lainnya.


Dia menatap Gabryel yang sedang sibuk bercandaria bersama Elissa dan teman-temannya. Naura berusaha membuang napasnya pelan dan berusaha menguatkan dirinya.


Tiba-tiba Naura melihat pria yang dia temui di toilet tadi. Tampan, ramah dan sukses, berlahan kata-kata pujian terlintar di hati Naura kepada pria itu. Tapi, Naura langsung menepis semua pikirannya dan berusaha sadar tentang statusnya.


Tapi, tanpa Naura sadari Gabryel melihat Naura yang sedang menatap pria lain. Ntah apa yang merasuki Gabryel tiba-tiba dia mengepalkan tangabnya geram. Dia tidak terima jika Naura menatap pria lain, dia hanya mau Naura menatap dirinya saja.


"Apa dia tampan? Apa yang kau lihat darinya?" bisik Gabryel mencengram lengan Naura dan membawanya ke sudut gedung.


"Aw! Sakit, Mas. Ingat ini tempat umum." ucap Naura lirih sambil menatap sekitarnya.


"Ayo kita pulang." ucap Gabryel mentap Naura penuh amarah.


"Ada apa? Kenapa kalian ada di sini?" ucap Tuan Wilona menghampiri Gabryel.


"Tidak apa-apa, Tuan. Istri saya sedang tidak enak badan. Kami pamit pulang dulu ya." ucap Gabryel sambil mengelus rambut Naura dengan penuh kelembuatan.


"Padahal aku ingin memperkenalkanmu kepada putraku. Tapi, kesehatan istrimu lebih penting. Kau segeralah bawa dia untuk berobat." ucap Tuan Wilona dengan ramah.


"Mungkin lain kali kita bisa mengadakan makan malam bersama. Di sana nanti kau bisa membawa putramu." ucap Gabryel.


"Ide bagus! Saya akan mengaturnya segera." ucap Tuan Wilona tersenyum.


Setelah mendapatkan izin dari Tuan Wilona sebagai tuan rumah, Gabryel langsung membawa Zhia untuk pulang. Tapi, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi mereka. Bahkan dia melihat dengan jelas kekerasan yang di lakukan Gabryel kepada Naura.


Tidak pikir panjang, Gabryel melajukan mobilnya dengan kesepatan tinggi. Dia terus menatap lurus kedepan dengan raut wajah penuh amarah. Naura yang melihat itu hanya bisa diam sambil menangis ketakutan. Sesampainya di perkarangan mensionnya Gabryel menghenikan mobilnya lalu menyeret tubuh Naura turun dari mobil.


"Sini kau wanita murahan." teriak Gabryel menarik kasar tangan Naura menuju kamar mereka.


"Ampun, Mas! Aku salah apa?" ucap Naura kebingungan karna tidak tau kesalahan apa yang telah dia buat.


"Kau ingin tau apa salahmu? Sini biar aku tunjukkan." ucap Gabryel melemparkan tubuh Naura ke atas ranjang.

__ADS_1


Berlahan Gabryel membuka jasnya dan melemparnya ke sembarang tempat. Berlahan dia naik ke atas ranjang dan menatap tubuh Naura dengan tatapan kosongnya.


"Apa dia jauh lebih tampan dariku? sehingga kau menatapnya seperti tadi." ucap Gabryel mencengkram wajah Naura.


"Maaf, Mas." ucap Naura lirih sambil menitikkan air matanya.


"Kau harus ingat wanita ******! Kau bisa hidup mewah seperti ini hanya karnaku. Jadi, kau tidak usah bermimpi untuk menjadi ratu di luar sana." ucap Gabriyel menghempaskan tubuh Naura.


Dengan beringas Gabryel merobek gaun Naura dan melepaskan seluruh pakaian Naura dengan sangat kasar. Gabryel meniduri Naura secara kasar dan tidak memperdulikan keadaan Naura sedikitpun. Naura yang tidak bisa melawan hanya bisa pasrah sambil menjerit di dalam hatinya.


Setelah puas melampiaskan hasratnya Gabryel langsjng tertidur lelap tanpa memperdulikan keadaan Naura. Naura yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya hanya bisa menangis dalam diam.


...----------------...


Sudah begitu banyak misi yang Naura lewati. Namun, bukannya membuat hubunganya dengan Gabryel semakin membaik, Gabryel malah semakin menjadi dan memperlakukan Naura sesuka hatinya saja. Bukan hanya menyiksa batinnya tapi, Gabryel juga sering menyiksa fisik Naura.


Gabryel selalu mengira jika Naura tidak akan bisa hidup tanpanya. Bagi Gabryel, Naura bisa hidup mewah seperti sekarang karna dirinya. Jadi, Gabryel bisa melakukan apapun kepada Naura. Dia selalu membesar-besarkan masalah kecil sehingga membuat Naura semakin tertekan.


"Di mana kemejaku yang di beli mama?" ucap Gabryel melihat pakaian kerjanya yang di siapkan Naura tidak sesuai keinginannya.


"Aku memakai itu semalam. Kenapa kau tidak langsung mencucinya?"


"Maaf, Mas."


"Maaf, maaf dan maaf! Hanya itua yang bisa kau lakukan. Apa kau bisa makan pakai kata maaf mu itu?" bentak Gabryel kesal.


Mendengar ucapan Gabryel, Naura hanya bisa diam sambil menahan air matanya. Melihat Naura hanya diam, Gabryel malah semakin murka dan menjambak rambut Naura.


"Kau dengar ya! jika bukan karnaku, kau pasti tidak akan pernah merasakan kehidupan mewah seperti saat ini. Jadi kau menjadi istri itu harus tau diri." ucap Gabryel menatap Naura penuh amarah.


"Ma..maafkan aku, Mas. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." ucap Naura menahan sakit karna jambakan Gabryel semakin kuat.


Bruhg...

__ADS_1


Tanpa ada rasa belas kasihan Gabryel melemparkan tubuh Naura ke lantai. Naura hanya bisa menangis sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.


"Kau dengar ya! Walaupun kau jual diri di luar sana kau tidak akan bisa membayar semua yang telah aku berikan kepadamu." ucap Gabryel menendang pelan kaki Naura lalu melangkahkan kakinya meningalkan Naura.


Melihat kelakuan Gabryel yang semakin lama semakin menjadi Naura menjadi semakin frustasi. Dia menangis histeris sambil mengacak-acak kamarnya.


Arghhhh....


"Kenapa kau memperlakukanku seperti ini? Mama! Papa! Dimana kalian? Hiks...hiks..." teriak Naura frustasi sambil melepar semua barang yang ada di dekatnya.


"Apa dosaku? Apa salahku? Kenapa kau memberikan penderitaan yang begitu berat kepadaku? Kenapa!"


Prakkk....


Naura melempar kaca riasnya hinga kaca itu pecah dan berserakan di lantai. Suara teriakn Naura sangat keras hinga terdengar ke seluruh penjuri mension itu. Para pelayan yang mendengar teriakan Naura langsung berlarian menuju sumber suara Naura.


"Nyonya! Nyonya kenapa? Nyonya yang kuat." teriak Bik Tini terus berusaha membuka pintu kamar Naura yang terkunci.


"Pergi kalian! Kalian tidak akan bisa menolongku." teriak Naura menatap gagang pintu yang terus naik turun dengan tatapan kosongnya.


"Kenapa kau selalu menyiksaku? Apa kehadiranku tidak ada gunanya untukmu?" ucap Naura menatap foto pernikahannya dengan Gabryel yang terpajang di dinding kamarnya.


"Aku tau kau menikahiku hanya untuk menjaga reputasimu. Jika kau tidak menikahiku maka nama baikmu akan tercemar karna kejadian itu." ucap Naura mengingat alasan kenapa Gabryel menikahinya.


"Tapi, kenapa kau memperlakukanku layaknya binatang, Gabryel!"


Prakkk....


Naura melempar foto pernikahannya dengan Gabryel sehingga foto itu terjatuh dan pecah. Melihat Naura yang semakin menjadi Bi Tini langasung menelpon Ronal. Karna hanya Ronal yang mengerti dengan keadaan Naura dan bisa menenangkannya.


Menendengar keadaan Naura, Ronal dengan cepat datang ke mension Gabryel bersama Rini. Dia melihat pintu kamar Naura yang terkunci dan tidak mendengar suara teriakan Naura lagi. Dengan cepat Ronal mendopbrak pintu itu bersama satpam.


"Naura...."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2