Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 75


__ADS_3

Raygan dan Rocky berlari menelusuri koridor rumah sakit. Senyuman di wajah tampan keduanya melingkar dengan indahnya. Kesembuhan Naura adalah hal yang paling membahagiakan di hati kedua pria tampan itu. Mereka terus berlari dan melewati semua pengunjung rumah sakit yang menghalangi jalan mereka.


Brakk...


Raygan yang jalan terlebih dulu mendorong keras pintu ruangan Naura. Dia langsung berlari kearah Naura dan memeluknya dengan sangat erat.


"Sayang! kau sudah sadar? aku sangat merindukanmu," ucap Raygan meneteskan air matanya sambil menciumi seluruh wajah Naura dengan lembut.


"Aku sudah membaik sayang. Tapi..." ucap Naura melongarkan pelukan Raygan.


Naura berlahan memperhatikan penampilan Raygan dari atas sampai bawah. Tubuhnya semakin kurus tidak terurus, di tambah lagi pakaiannya yang berantakan. Membuat Naura langsung menatap tajam dirinya.


"Kenapa penampilanmu seperti ini, Ray. Lihat tubuhmu kurus sekali. Itu juga bereoknya kenapa tidak di cukur. Pakaianmu juga lihat," ucap Naura langsung mengoceh tiada hentinya.


"Benar kak! Apa kakak tau selama kakak menghilang Kak Ray selalu mengurung dirinya di kamar dan juga ruang kerjanya. Bahkan dia sangat jarang makan dan juga mandi. Yang lebih parahnya lagi dia tidak pernah mau bicara dengan kami. Dia selalu menghabiskan waktunya di dalam kamar sambil memandang foto kakak. Apa kakak tau Kak Ray bilang apa?" oceh Icha menjadi kompor dua puluh empat sumbu.


"Dia bilang apa?" tanya Naura mengerutkan keningnya binggung.


"Kak Ray bilang seperti ini. Hiks... Naura sayangku! kau ada di mana? kenapa kau meninggalkanku? aku sangat merindukanmu. Hikss... hiksss. Seperti itu itu," ucap Icha memperakterkan kesedihan Raygan saat berada di dalam kamarnya.


Mendengar ucapan Icha, Naura langsung menatap sedih Raygan. Dia dapat merasakan rasa rindu Raygan kepadanya selama ini.


"Aku juga merindukanmu, Ray. Terima kasih karena sudah setia menungguku," ucap Naura lirih sambil merentangkan tangannya.


"Aku sangat mencintaimu. Tanpamu hidupku tidak akan ada artinya," ucap Raygan tersenyum lalu memeluk tubuh Naura dengan penuh kerinduan.


"Aku sudah sembuh. Jadi penantianmu tidak sia-sia," ucap Naura tersenyum.


"Penantianku tidak akan sia-sia jika kau mau segera menikah denganku," ucap Raygan melongarkan pelukannya lalu menatap lekat wajah Naura.


"Bagaimana Tuan Rocky? Apa anda memberikan restumu kepada putra Kami. Karena bagaimanapun sekarang kau adalah wali dari almarhum orang tua Naura," tanya Candra kepada Rocky yang sedari tadi hanya diam menatap Naura.


"Paman Rocky!" ucap Naura menatap lekat wajah Rocky.


Karena dia belum pernah melihat Rocky selama ini. Dia hanya mendengar tentang Rocky dari Ronal saat Ronal menceritakan semua tentang masa lalu Naura.

__ADS_1


"Ia, Sayang! Paman ada di sini," ucap Rocky mendekati Naura lalu membelai rambut panjangnya dengan lembut.


"Paman! Apa boleh aku meminang Naura secepatnya?" tanya Raygan menatap Rocky penuh harapan.


"Kalau paman setuju-setuju saja. Semuanya ada di tangan nyonya muda. Apapun yang membuat nyonya senang paman akan merasa senang," ucap Rocky tersenyum.


"Terima kasih paman!" ucap Naura tersenyum lalu memeluk Rocky dengan hangat.


"Sama-sama, Sayang," ucap Rocky membalas pelukan Naura lalu mencium puncak kepala Naura dengan lembut.


"Nyonya muda! Kau sudah sadar?" ucap Ronal datang bersama Gabryel.


Ronal dan Gabryel yang mendengar berita sadarnya Naura langsung pergi ke rumah sakit. Sama seperti semuanya, mereka juga merasa sangat senang mendengar kabar kesadaran Naura.


"Papa!" ucap Naura tersenyum lalu memeluk Ronal dengan lembut.


"Papa sangat senang mendengar kau sudah sadar nyonya. Katakan apa bekas tusukannya masih sakit," ucap Ronal memegang perut Naura yang terkena tusukan.


"Tidak kok, Pa," ucap Naura tersenyum.


"Ra! kau sudah sadar?" ucap Gabryel mendekati Naura.


"Ehem! kakak belum menjawab lamaran Kak Raygan lho," ucap Icha mengingatkan.


"Raygan sudah melamarmu?" tanya Ronal menatap Naura tersenyum.


"Sudah, Pa. Paman Rocky sudah memberi restunya kepada kami. Naura tinggal menunggu restu dari papa," ucap Naura menatap Ronal dengan lekat.


"Papa adalah orang yang selalu menjaga Naura sejak kecil. Walaupun papa tidak pernah memberikan perhatian papa kepada Naura secara langsung. Tapi Naura dapat merasakan kasih sayang yang selama ini papa simpan untuk Naura. Bagi Naura papa dan Paman Rocky adalah keluarga Naura. Jadi Naura tidak akan melakukan apapun yang kalian tidak sukai," ucap Naura mengengam tangan Ronal sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Naura, Ronal langsung tersenyum penuh rasa haru. Dia mengambil tangan Raygan dan menyatukannya dengan tangan Naura.


"Ray! seperti yang paman katakan. Paman percayakan putri paman kepadamu. Paman memberikan restu paman kepada kalian," ucap Ronal tersenyum.


"Terima kasih, Pa!" ucap Naura tersenyum bahagia lalu memeluk Ronal.

__ADS_1


"Selamat ya, Ray. Mungkin kau adalah pria yang tepat untuk mendampingi Naura," ucap Gabryel mendekati Raygan lalu menyalami Raygan.


"Terima kasih. Semoga kau juga kelak akan mendapatkan wanita yang tepat untukmu," ucap Raygan tersenyum sambil menepuk lengan Gabryel.


"Aamiin!" ucap Gabryel mengaminkan ucapan Raygan.


Jujur saja dia merasakan sakit yang teramat dalam. Namun, dia berusaha terlihat kuat. Karena bagaimanapun dia sendiri yang tidak bisa mengunakan kesempatannya dengan baik. Dia sendiri yang tidak bisa menjaga Naura untuk bisa terus bersamanya.


Gabryel hanya bisa belajar melupakan Naura. Walaupun itu sangat sulit, tapi dia akan berusaha semampunya. Lagi pula dia juga harus bangkit dan membuka lembaran baru pada kehidupannya.


"Kau ada di sini?" tanya Mbara datang menghampiri Gabryel dengan ngos-ngosan karena lelah berlari.


"Ada apa? kenapa kau seperti sedang khawatir seperti itu? padahal kami semua sedang berbahagia," ucap Candra mengerutkan keningnya menatap wajah Mbara yang seperti sedang khawatir.


"Bahagia? ada berita baru apa? apa aku baru saja ketingalan berita?" tanya Mbara malah melupakan tujuannya mencari Gabryel.


"Kakak sangat ketingalan berita," ucap Icha tersenyum.


"Apa kakak tau sebentar lagi aku akan punya keponakan," ucap Icha asal bicara.


"Apa!" ucap Mbara terkejut tidak lupa dengan mata membuatnya menatap perut datar Najra.


"Pikiranmu jangan macam-macam dulu. Aku tidak segila itu," ucap Raygan mengusap mata wajah Mbara penuh kekesalan.


"Tapi!" ucap Mbara menunjuk Icha.


"He... he.. kakak aja yang pikirannya lari ntah kemana. Maksudku kakak sama kakak ipar mau menikah. Jadi aku sebentar lagi akan memiliki keponakan dong," ucap Icha tersenyum.


Mendengar ucapan Icha, semua orang yang ada di sana hanya tersenyum sambil mengelengkan kepala mereka.


"Tapi ada apa kau mencariku?" tanya Gabryel menatap bingung Mbara.


"Itu! Dokter memanggilmu. Bayimu sudah lahir. Tapi Elissa sedang sekarat. Dia ingin bertemu dengan dan nyonya Naura," ucap Mbara mengingat tujuannya mencari Gabryel.


"Apa!"

__ADS_1


Bersambung....



__ADS_2