
"Maaf! Aku permisi ke toilet dulu ya." ucap Naura kepada Raygan yang selalu berada di sampingnya.
"Baiklah! Apa perlu aku antarkan?" ucap Raygan.
"Tidak! Aku bisa sendiri." ucap Naura tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju toilet.
Saat Naura berjalan seorang diri, Gabryel melihatnya dan langsung mengikutinya secara diam-diam. Dia memperhatikan area sekitar dan tersenyum sinis ketika melihat Naura berjalan ke arah toilet. Suatu keberuntungan keadaan toilet sangat sepi dan jauh dari lokasi pesta. Melihat Naura masuk ke toilet wanita dengan cepat Gabryel menyelinap masuk dan mengunci pintu.
"Apa-apaan kau ini." ucap Naura menatap Gabryel dengan penuh kebencian, ketika melihat Gabryel telah berada di dalam toilet hanya berdua dengabnya.
"Aku ingin bicara kepadamu. Kenapa kau datang ke pesta ini bersama pria itu?" ucap Gabryel menatap Naura dengan tatapan yabg tidak bisa di artikan.
"Aku datang ke sini hanya untuk memenuhi undanganmu. Jika masalah Raygan kau tidak ada urusan." ucap Naura menatap tajam Gabryel
"Ternyata kau semakin berani ya." ucap Gabryel melihat keberanian Naura.
"Tidak ada alasan bagiku untuk takut kepadamu. Sekarang lebih baik kau keluar."
"Tidak! Aku tidak akan keluar dari sini." ucap Gabryel menatap tubuh Naura dengan tatapan penuh hasrat.
"Keluar aku bilang, keluar!" teriak Naura dengan wajah memerahnya.
Gabryel yang telah di kuasai alkohol terus mendekati Naura. Sebelum mengikuti Naura, Gabryel sudah minum alkohol cukup banyak. Jadi, Gabryel yang sudah mabuk langsung meluapkan keinginannya untuk menyentuh Naura. Naura yang mencium bau alkohol di tubuh Gabryel langsung panik. Dia berusaha untuk keluar dari toilet tapi, Gabryel selalu menghalanginya.
"Mau kemana kamu, Sayang. Aku menginginkanmu." ucap Gabryel mencoba membelai wajah Naura.
Dengan cepat Naura menepis tangan Gabryel lalu mencoba untuk kabur. Namun, Gabryel langsung memeluknya dan mulai menjajah tubuh Naura. Tidak tingal diam, Naura terus memberontak dan berusaha melindungi dirinya dari serangan liar Gabryel.
"Arghhh... Naura!" pekik Gabryel memegang kakinya ketika Naura menginjak kaki Gabryel dengan highillsnya.
Ketika Gabryel melepaskan Naura karna memegang kakinya, Naura langsung berlari menuju pintu. Dia berusaha membuka kunci pintu toilet itu.
"Mau kemana kamu, Sayang. Kau harus melayaniku." ucap Gabryel memeluk Naura dari belakang lalu berusaha menyentuh gunung kembar Naura.
"Dasar pria gila! Lepaskan aku." teriak Naura memberontak.
"Kau tidak akan bisa lepas dariku, Sayang." ucap Gabryel menciumi leher jenjang Naura.
Tidak mau dirinya di nodai oleh mantan suaminya yang berhati iblis itu, Naura terus memberontak. Dia berusaha menginjak kaki Gabryel lagi tapi, Gabryel langsung mengelak karna sudah tau serangan Naura.
__ADS_1
"Tolong! Tolong aku!" teriak Naura meminta tolong dengan harapan ada orang di luar sana yang bisa menolongnya.
Mendengar Naura yang terus meminta tolong, Gabryel langsung membuka dasinya. Dia menutup mulut Naura mengunakan dasinya itu. Gabryel juga membuka kemejanya dan mengikat tangan Naura mengunakan baju kemejanya sehingga Naura semakin sulit untuk melawan. Melihat Gabryel yang sudah di hantui gairah, Naura terus menatapnya dengan penuh permohonan.
"Raygan! Tolong aku." batin Naura sambil menitikkan air matanya.
"Kau tidak akan bisa pergi dariku, Sayang. Kau adalah milikku, hanya milikku." ucap Gabryel mendorong kasar tubuh Naura sehingga terjatuh ke lantai.
Melihat Naura yang sudah tidak berdaya, Gabryel langsung menatap tubuh Naura yang sangat indah. Dengan cepat Gabryel menarik dress Naura dan bersiap untuk membukanya.
Bugh...
Arghh...
Pekik Gabryel ketika Naura menendangnya sekuat tanaga sehingga Gabryel terjatuh ke lantai. Melihat Gabryel yang terjatuh, Naura berusaha untuk bangkit kembali. Tapi, Gabryel langsung menarik kakinya sehingga Naura kembali terjatuh.
"Dasar wanita tidak tau diri." pekik Gabryel penuh amarah.
Plak...
Satu tamparan berhasil mendarat di wajah Naura. Karna tamparan Gabryel yang sangat keras berlahan penglihatan Naura menjadi buram. Dia menatap Gabryel yang berdiri di hadapannya dengan penuh kebencian.
Prakk....
Raygan tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di tangannya. Tiba-tiba dia menghawatirkan Naura yang belum juga kembali dari toilet.
"Kenapa Naura lama sekali. Perasaanku menjadi tidak tenang." batin Raygan mengusap wajahnya kasar.
"Kau kenapa?" ucap Mbara melihat Raygan yang sedang panik.
"Apa kau melihat Naura?" ucap Raygan menatap Mbara dengan perasaan semakin cemas.
"bukankah dia sedari tadi bersamamu?" ucap Mbara.
"Dia tadi izin ke toilet. Tapi, kenapa belum kembali juga?" ucap Raygan melangkahkan kakinya menuju ke toilet dengan cemas.
"Ada apa?" ucap Candra menatap Raygan yang telihat panik.
"Tidak apa-apa, Ded. Aku hanya sedang mencari Naura." ucap Raygan berusaha menyembunyikan kehawatirannya.
__ADS_1
Sama seperti Raygan, Elissa juga merasakan kegelisahaan secara tiba-tiba. Dia mencari keberadaan Gabryel yang sejak tadi tidak dia lihat.
"Kau mencari siapa, Sayang?" ucap Rini mendekati menantu kesayangannya itu.
"Aku mencari Mas Gabryel, Ma. Dia kemana ya?" ucap Elissa menatap kesana kemari.
"Mungkin dia di toilet! biar mama mencarinya ya." ucap Rini lembut.
"Aku ikut! Aku juga tidak melihat Naura. Apa jangan-jangan." ucap Elissa langsung berpikir yang tidak-tidak.
"Kau jangan berpikir seperti itu, Sayang. Gabryek sangat mencintaimu. Jadi, tidak mungkin dia menghianatimu dengan wanita mandul itu." ucap Rini menenangkan Elissa.
"Ayo kita cari dia bersama-sama." ucap Elissa mengandeng tangan menantunya itu.
Icha juga merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Tiba-tiba dia mengingat Naura dan mencari keberadaan Naura. Dia langsung menghampiri Raygan yabg sedang berbicara dengan Candra.
"Kak! Apa kakak melihat Kak Naura?" ucap Icha menghampuri Raygan.
"Dia tadi izin ke toilet. Tapi, sampai sekarang dia tidak kembali." ucap Raygan.
"Kalau begitu aku akan menyusulnya ya." ucap Icha melangkahkan kakinya menuju ke toilet.
"Tidak! Kakak ikut." ucap Raygan merasa semakin cemas.
"Em! Ada yang mulai bucin ni." ucap Icha tersenyum berusaha mengoda Raygan.
"Dasar bocil! Kau tidak tau apa-apa." ucap Raygan tersenyum kecil lalu menjitak pelan kening Icha.
"Kakak bilang aku bocil? Apa kakak lupa jika adik kecil kakak ini sudah dewasa." ucap Icha menunjukkan wajah cemberutnya.
"Sudah! Ayo kita cari Naura saja. Kakak dapat merasakan sesuatu yang tidak enak. Sesuatu yang gimana gitu. Kakak tidak bisa menjelaskannya." ucap Raygan menyampaikan isi hatinya.
"Sama! Aku juga tiba-tiba merasa sangat khawatir dengan Kak Naura." ucap Icha kembali.
"Tuan! Aku tidak melihat keberadaan Gabryel sejak tadi. Apa jangan-jangan." ucap Mbara mulai curiga.
"Naura!" ucap Raygan semakin panik lalu melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke toilet.
Icha dan Mbara yang juga menghawatirkan keadaan Naura langsung mengikuti Raygan. Mereka terus berharap jika yang ada di dalam pikiran mereka tidak benar dan keadaan Naura baik-baik saja.
__ADS_1
Bersambung.....