Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 35


__ADS_3

Raygan menatap Naura yang kini masih terbaring lemah di atas ranjangnya. Dia duduk di tepi ranjang sambil mengopres wajah Naura yang memerah karna tamparan Gabryel.


"Apa Kak Naura belum sadar juga?" tanya Icha mendekati Raygan.


"Tidak! Apa kata dokter tentang keadaannya?" tanya Raygan yang melihat dokter yang memeriksa Naura telah pulang.


"Kak Naura tidak apa-apa. Dia hanya sedikit trauma dengan kejadian tadi,"


"Apa mungkin traumanya yang dulu akan kambuh kembali?"


"Untuk itu aku belum bisa memastikannya. Kita lihat saja reaksinya ketika dia sadar nanti," jawab Icha menatap iba keadaan Naura.


Mendengar ucapan Icha, Raygan hanya membuang napasnya kasar. Dia mengengam erat tangan Naura lalu menciuminya dengan lembut. Melihat reaksi Raygan, Icha langsung tersenyum kecil. Sebagai seorang wanita, Icha tau jika Raygan mulai mencintai Naura.


"Kak! Aku keluar dulu ya. Nanti jika Kak Naura sadar tolong pangilkan aku," ucap Icha tersenyum.


Mendengar ucapan Icha, Raygan hanya tersenyum kecil. Melihat Icha yang keluar dari kamarnya, Raygan langsung membuang napasnya pelan. Dia berlahan membaringkan tubuhnya di samping Naura lalu menatap lekat wajah Naura.


"Sunguh bodoh pria yang tega mencampakkan wanita sepertimu. Aku berjanji ini adalah penderitaan yang terakhir untukmu. Mulai sekarang dan seterusnya, aku akan membuat hari-harimu penuh dengan kebahagiaan. Sehingga kau lupa jika kau pernah mengalami penderitaan seperti ini," ucap Raygan tersenyum lalu mencium lembut kening Naura.


Raygan terus menatap wajah cantik Naura, hingga akhirnya di larut dalam mimpinya. Icha dan Yulia yang ingin melihat keadaan Naura, langsung tersenyum ketika melihat Raygan telah tertidur dengan lelapnya di samoing Naura.


"Sstt! Ayo kita keluar, Bi" bisik Icha tersenyum sambil menarik tangan Yulia.


"Kau benar! Tutup pintunya. Hati-hati, jangan sampai kau membangunkan mereka," bisik Yulia ketika melihat Icha ingin menutup pintu.


"Bibi tenang saja. Sekarang ayo kita pergi," ucap Icha tersenyum lalu meninggalkan kamar Raygan bersama Yulia.


Di pagi hari.


Naura berlahan membuka matanya. Dia berlahan memegang kepalanya yang terasa begitu berat. Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang berat menimpa perutnya. Berlahan ingatannya tentang kejadian semalam kembali terbayang dengan jelas di dalam ingatannya.


"Arghhh! Jangan.... Jangan sentuh aku," teriak Naura melompat dari tidurnya sambil menendang Raygan yang tertidur di sampingnya.


Bughh....


"Aw!" pekik Raygan memegang pingangnya ketika pantatnya berhasil mendarat mulus mencium lantai.


"Jangan! Jangan kau sentuh aku. Pergi kau! Dasar pria bejat," teriak Naura melempari Raygan dengan bantal.

__ADS_1


Mendengar suara teriakan Naura, semua yang ada di mension langsung berlari berhamburan ke kamar Raygan. Yulia, Icha dan Candra melihat Naura yang begitu ketakutan langsung berlari mendekati Naura.


"Kak! Kakak tenang. Kakak sudah aman sekarang," ucap Icha memeluk Naura dan berusaha menenangkannya.


"Icha! Tolong aku. Di...dia ingin menyakitiku," ucap Naura memeluk Icha sambil menangis ketakutan.


"Tidak! Dia bukan pria bejat itu. Dia Kak Raygan. Kak Raygan yang sudah menyelamatkan kakak semalam," ucap Icha dengan lembut sambil mengusap rambut Naura.


"Di... Dia bukan?" ucap Naura menatap Raygan dengan lekat.


"Kau ingat aku 'kan? Aku Raygan," ucap Raygan tersenyum sambil menatap Naura dengan penuh kehawartiran.


"Raygan! Ma...maaf! Ma...maafkan aku. Aku tidak sengaja," ucap Naura mulai menyadari kelakuannya yang membuat heboh seisi mension.


"Hufff! Tidak apa-apa," ucap Raygan membuang napas lega.


"Kau tidak apa-apa 'kan? Apa ada yang sakit?"tanya Raygan memeriksa tubub Naura.


"Tidak! Bagaimana aku bisa di sini?" tanya Naura menatap setiap sudut kamar Raygan.


"Kak Raygan semalam menyelamatkan kakak. Karna kakak tidak sadar, dia membawa kakak ke sini," jelas Icha merapikan rambut Naura.


"Kakak jangan berpikiran yang tidak-tidak. Aku yang menganti pakaian kakak semalam. Dress kakak sudah aku buang karna aku tidak mau kakak mengingat kejadian itu lagi." ucap Icha mengelus wajah Naura sambil menitikkan air matanya mengingat keadaan Naura semalam.


"Terima kasih!" ucap Naura memeluk Icha.


"Tidak apa-apa, Kak. Kakak seharusnya berterima kasih kepada Kak Ray. Karna dia yang telah menyelamatkan kakak tepat pada waktunya," ucap Icha tersenyum.


"Terima kasih!" ucap Naura menatap Raygan sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa. Tapi!" ucap Raygan memegang pingangnya.


Mendengar ucapan Raygan, Naura berlahan mengerutkan keningnya bingung.


"Tapi, apa?" tanya Naura.


"Kau harus memijit pingangku. Karna kau aku jadi encok seperti ini." ucap Raygan pura-pura kesakitan.


"Ternyata putramu raja modus juga ya," bisik Candra tersenyum di telinga Yulia.

__ADS_1


"Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya," ucap Yulia pelan.


"Benarkah? Kalau begitu Deddy juga mau di pijitin dong. Pingang Deddy encok." ucap Candra mengikuti tingkah Raygan dengan memegang pinggangnya.


"Deddy!" teriak Raygan kesal melihat kelakuan Deddynya itu.


"Ha...ha... Ayo m, Mom," ucap Candra menarik tangan Yulia keluar sambil terkekeh kecil.


"Kakak mandi dulu ya. Setelah itu kita sarapan bersama di bawah. Icha sudah meletakkan beberapa pakaian Icha di lemari itu untuk kakak kenakan," ucap Icha sambil menunjukkan lemari pakaian Raygan.


Mendengar ucapan Icha, Naura hanya tersenyum menganguk. Setelah memastikan keadaan Naura baik-baik saja. Icha berlahan keluar dari kamar Raygan dan meninggalkan Raygan dan Naura berdua.


"Aku mandi dulu ya," ucapRaygan salah tingkah ketika dia dan Naura tinggal berdua di dalam kamar.


"Apa pingangmu masih sakit?" tanya Naura melihat Raygan yang terus memegang pingangnya.


"Kamu mau?"


"Em! Ayo sini." ucap Naura menepuk-nepuk kasur di sampingnya.


Melihat itu, Raygan langsung tersenyum kecil. Dia berlahan naik di atas ranjang lalu membaringkan tubuhnya di samping Naura.


"Maaf!" ucap Naura mulai menyingkirkan baju Raygan yang menutupi pingangnya.


"Tunggu!" ucap Raygan bangkit lalu membuka baju kaos yang menutupi tubuh kekarnya.


Melihat Raygan yang bertelanjang dada di depannya, Naura langsung membulatkan matanya terkejut. Naura berusaha menelan ludahnya kasar melihat dada bidang Raygan yang terlihat sangat mengoda. Melihat ekspresi Naura, Raygan langsung tersenyum kecil.


"Apa kau ingin terus menatapku seperti itu?" tanya Raygan tersenyum sehingga membuat Naura langsung salah tingkah.


"Maaf! Ayo berbaring." ucap Naura gugup dan mengalihkan pandangannya.


Tidak mau membuat Naura semakin gugup, Raygan langsung membaringkan tubuhnya sambil memeluk bantal kesayangannya. Berlahan Naura menyentuh pinggang Raygan dan memijitnya dengan pelan.


Merasakan pijitan Naura yang sangat nikmat Raygan langsung tersenyum kecil. Tidak hanya cantik, tapi Naura adalah sosok istri sempurna yang di idam-idamkan kaum adam.


"Sebentar lagi kau yang akan mengantikan posisi bantal ini, Sayang." batin Raygan memeluk erat bantal kesayangannya sambil membayangkan Naura yang berada di sana.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2