Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 72


__ADS_3

Icha berlari menulusuri koridor rumah sakit. Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya karena memikirkan keadaan Naura. Dia terus berdoa agar Naura baik-baik saja. Dia tidak mau melihat kakak kesayangannya terluka walaupun sedikit saja.


"Di mana Kak Naura?" tanya Icha menghentikan langkahnya ketika dia menyadari jika dia tidak tau di mana Naura sekarang.


"Dia ada di ruang ICU," ucap Mbara yang berjalan di belakang Icha.


"Ruang ICU? kenapa Naura, Mbar?" tanya Candra langsung berpikir yang tidak-tidak tentang keadaan Naura saat ini. Walaupun dugaannya itu sangatlah benar.


"Ayo kita lihat saja," ucap Mbara menunduk sambil mempersilahkan para majikannya itu untuk jalan terlebih dulu.


Mendengar ucapan Mbara, Icha dan Yulia tidak mau berpikir panjang. Mereka langsung melakahkan kaki mereka menuju ruang ICU. Berbagai macam pikiran buruk langsung memenuhi pikiran mereka. Sehingga membuat mereka berjalan lebih cepat agar bisa bertemu dengan Naura secepatnya.


Brakkk....


Icha langsung membuka pintu dengan kasar lalu berlari mendekati Naura. Raygan, Ronal dan Rocky yang ada di dalam langsung terkejut melihat aksi Icha. Namun, mereka tidak mampu mengucapkan sepatah katapun. Mereka hanya diam berdiri sambil menatap Icha.


Icha diam mematung ketika melihat keadaan Naura saat ini. Berlahan air matanya mengalir dengan sangat deras membasahi wajah cantiknya. Bibirnya gemetar tidak sanggup berkata apa-apa. Berlahan dia melangkahkan kakinya mendekati bangsal Naura dan menatap tubuh Naura yang lemah tidak berdaya.


"Kak! bangun kak. Icha ada di sini. Kenapa kakak tidak menyapa Icha? Apa Icha melakukan kesalahan? Jika Icha ada salah Icha minta maaf! Tapi, Icha mohon kakak bangunglah," ucap Icha menangis histeris sambil memelui tubuh Naura.


" Ded, putri kita," ucap Yulia tidak sanggup lagi mendung air matanya.


Dia memeluk Candra, dan menengelamkan wajahnya di dada bidang suaminya sambil menangis kesegukan. Melihat keadaan Naura Candra hanya mampu menahan isak tangisnya. Dia mengelus lembut punggung Yulia dan berusaha menenangkan istrinya.


Sedangkan Mbara hanya mampu diam sambil berusaha menahan air matanya. Sama seperti mereka semua dia juga merasa sangat sedih atas keadaan Naura. Terlebih lagi dia juga sudah mengangap Naura seperti kakaknya sendiri.


"Kau tenanglah! Naura wanita yang kuat. Dia pasti cepat sadar dan kembali berkumpul dengan kita," ucap Raygan berusaha menenangkan Icha yang terus menangis sambil memeluk tubuh Naura.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Candra menatap Rocky dan Ronal yang hanya diam menatap mereka.


"Nyonya muda mengalami penganiayaan, bahkan dia juga mengalami luka tusukan yang sangat dalam," jelas Rocky sambil meneteskan air matanya.


"Siapa yang berani melalukan itu? Siapa yang berani melakukan itu kepada Kak Naura?" tanya Icha menatap tajam Rocky.


"Kau tenang dulu, Cha," ucap Raygan berusaha menenangkan Icha.


"Tenang kakak bilang. Bagaimana aku bisa tenang. Kakak lihat bagaimana keadaan Kak Naura," ucap Icha mengepalkan tangannya geram.


"Katakan! siapa yang melakukan ini kepada Kak Naura? aku aku balaskan perbuatan mereka dengan tanganku sendiri," ucap Icha menatap tajam Ronal dan Rocky.


"Apa ini semua ulah kedua wanita ular itu? katakan kepadaku kak," tanya Icha sambil menarik kerah baju Raygan.


"Kau tenang saja. Kakak sudah memberikan hukuman kepada mereka," ucap Raygan.


Mendengar ucapan Raygan, Icha langsung mengantuk dengan cepat. Dia memeluk Raygan dan menengelamkan wajahnya di dada bidang sang kakak. Rocky yang melihat itu menjadi semakin yakin dengan keputusannya.


Dia yakin jika keluarga Wilona adalah keluarga yang tepat untuk menjadi keluarga baru Naura. Dia sangat yakin jika bersama keluarga Wilona, Naura akan mendapatkan kasih sayang keluarga yang tidak pernah dia dapatkan selama ini.


Icha terus duduk di samping Naura sambil terus mengengam tangan Naura. Dia tidak pernah berhenti meneteskan air matanya melihat kondisi sang kakak saat ini. Yulia juga duduk di tepi bangsal Naura sambil memijit kecil kaki Naura. Dia juga terus meneteskan air matanya sambil berdoa akan kesehatan Naura.


Sedangkan para pria berkumpul dan berbincang-bincang kecil bersama. Rocky mencoba menjelaskan tentang kehidupan Naura kepada Candra dan Raygan. Candra yang mendengar perjalan hidup Naura hanya menatap iba kepada Naura. Dia tidak menyangka jika Naura telah mengalami cobaan yang sangat berat sejak dia masih bayi.


"Aku bersyukur karena akhirnya nyonya muda menemukan keluarga yang sangat menyayanginya. Aku dapat melihat kalian sangat menyayanginya. Aku percaya kalian akan menyayangi dan menjaga nyonya dengan baikbaik," ucap Rocky menatap haru Raygan dan Candra.


"Ray! mulai sekarang kami serahkan tugas kami untuk menjaga nyonya muda kepadamu. Kami mohon sayangi dia, jaga dia, jangan pernah kau sakiti dia. Karena jika sekali saja kau menyakitinya, itu sama saja kau menghianati kepercayaan kami," ucap Ronal menatap lekat Raygan.

__ADS_1


"Terima kasih paman. Terima kasih karena paman sudah memberikan kepercayaan kepadaku. Aku berjanji akan menyayangi Naura sekuat tenangaku. Aku akan berusaha agar dia selalu tersenyum dan bahagia bersamaku," ucap Raygan tersenyum.


Raygan berlahan melirik Naura yang belum sadarkan diri. Dia mengusap wajahnya kasar dan terus berharap agar Naura cepat sembuh. Dia tidak ingin melihat wanita yang dia cintai terus terbaring lemah seperti ini.


"Kalian beristirahatlah! Biar aku yang menemani Naura di sini," ucap Raygan kepada Ronal dan Rocky melihat hari yang sudah mulai malam.


"Baiklah! Kami pulang dulu. Jika kau butuh apa-apa pangil saja para pengawal yang berjaga di luar," ucap Rocky tersenyum.


Ronal dan Rocky langsung bangkit dari duduknya. Mereka berpamitan kepada semua orang yang ada di sana lalu berlahan keluar dari ruangan Naura. Rocky langsung menuju ke tempat penyekapan Rini untuk melihat keadaannya saat ini.


Sedangkan Ronal memilih untuk melihat keadaan Gabryel. Dia menghawatirkan keadaan Gabryel. Karena sudah beberapa hari Gabryel terus mengurung diri di dalam kamarnya. Ronal tau jika Gabryel sekarang berada dalam dilema besar sama seperti dirinya.


"Cha! kau pulanglah. Biar kakak yang akan menjaga Naura di sini," ucap Raygan mengusap punggung Icha.


"Tidak! Icha mau di sini saja. Icha mau menemani Kan Naura," ucap Icha terus menangis kesegukan.


"Cha! dengarkan kakak. Kau pulanglah. Besok kau datang lagi untuk melihat keadaan Naura. Ingat! Naura pasti tidak suka jika kau terus membangkang seperti ini. Apa kau mau Naura marah kepadamu?" tanya Raygan berusaha membujuk Icha.


"Kakakmu benar! ayo kita pulang dulu. Besok kau datang lagi untuk menjenguk Naura." ucap Candra berusaha membujuk Icha.


"Baiklah!" ucap Icha menganguk patuh.


"Kak Icha pulang dulu ya! Besok Icha datang lagi. Besok ketika Icha datang, Kakak harus sudah bangun ya. Icha rindu sama kakak," ucap Icha mengelus rambut panjang Naura lalu mencium keningnya pelan.


"Ayo!" ucap Yulia mengandeng tangan Icha keluar dari ruangan Naura. Raygan dengan senang hati mengantar keluarnya sampai ke luar.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2