
Gabryel yang sedang sibuk dengan berapa berkas yang ada di tangannya. Tiba-tiba menghentikan pekerjaannya ketika mendengar kabar dari sekertarisnya. Dia yang terlalu sibuk bekerja tidak tau apa-apa soal perbincangan hangat di sosial media. Sehingga sekertarisnya yang mengetahui segalanya memilih untuk memberitau Gabryel.
"Apa! Jadi siapa dalang di balik berita itu?" ucap Gabryel mengepalkan tangannya geram.
"Nyonya Elissa, Tuan. Nyonya Elissa juga memberitau kepada semua orang, jika Nyonya Naura dan Tuan ada hubungan di belakangnya," jelas sekertaris Gabryel sambil menunduk ketakutan.
"Kurang ajar! Wanita itu telah kelewat batas kali ini," ucap Gabryel mengepalkan tangannya geram.
"Kau batalkan rapat hari ini. Aku harus pulang," ucap Gabryel bangkit dari bangku kuasanya penuh amarah.
Dia melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Tidak mau buang-buang waktu Gabrel langsung pulang ke mensionnya untuk memberi pelajaran kepada Elissa. Gabryel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil memancarkan aura kemarahannya.
Sesampainya di mension, Gabryel langsung menepikan mobilnya lalu mencari keberadaan Elissa. Elissa yang melihat kedatangan Gabryel langsung menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
"Sayang! Kau sudah pulang?" ucap Elissa menghampiri Gabryel.
Plakkk....
Satu tamparan keras langsung mendarat di wajah Elissa. Sehingga Elissa langsung jatuh tersungkur di lantai dengan darah segar yang keluar dari sudut bibirnya. Melihat perlakuan Gabryel, Elissa langsung menatapnya dengan penuh rasa tidak percaya.
"K..kau menaparku?" tanya Elissa sambil meneteskan air matanya.
"Seharusnya aku melakukan ini sejak dulu. Tapi aku terlalu bodoh karena selalu memikirkan anak dalam kandunganmu," ucap Gabryel mencengkram keras lengan Elissa.
"Arghh! sakit," pekik Elissa kesakitan.
"Ini tidak apa-apa dibandingkan perbuatanmu itu. Sekarang kau akan mendapatkan kesakitan yang jauh lebih sakit dari pada ini," ucap Gabryel geram lalu menyeret Elissa ke kamar mereka.
__ADS_1
"Argh! Ampun, Mas," pekik Elissa penuh permohonan.
"Tidak ada ampun bagimu. Sudah lama aku diam, tapi kau terus melakukan hal seenakmu saja," ucap Gabryel geram lalu meletakkan tubuh Elissa di atas bathtub.
Gabryel membuka ikat pingangnya lalu memukulkannya dengan keras di kaki Elissa. Walaupun sedang marah, Gabryel tetap menghindari agar perut Elissa tidak terbentur. Pikirannya saat ini telah di kuasai amarah. Sehingga dia tidak perduli dengan tangisan Elissa yang terus meminta ampun.
Selama ini Gabryel selalu diam, tapi kali ini perbuatan Elissa sudah kelewatan batas. Bukan hanya mencemarkan nama baik Naura, tapi dia juga telah membuat nama keluarga Patrick menjadi sangat buruk di kalangan masyarakat.
Plak...plakk...
Suara tali pinggang Gabryel yang terus mendarat mulus di kaki Elissa. Elissa terus merintih kesakitan sambil meneteskan air matanya. Dia begitu ketakutan karna selama menikah baru kali ini dia melihat sisi iblis Gabryel. Biasanya jika Gabryel marah dia hanya menjauhi Elissa. Karena Gabryel tidak mau mengulangi perbuatannya yang hina seperti yang dia lakukan kepada Naura dulu. Tapi kali ini amarah Gabryel tidak bisa lagi mengontrol dirinya.
"Ampun, Mas. Hiks..hiks..." pekik Elissa sambil meringkuk kesakitan.
"Kau dengar! Berpikirlah sebelum kau melakukan sesuatu. Karena yang kau lakukan akan kembali pada dirimu sendiri," ucap Gabryel menatap Elissa dengan penuh kebencian.
"Kau ingat! Sekali lagi kau melakukan sesuatu yang menyakiti Naura, maka kau akan habis di tanganku," ucap Gabryel kembali sambil menepis kasar wajah Elissa.
"Kau harus mencuci pikiranmu agar jangan selalu dikuasai rasa iri dan dengki. Ingat, Naura jauh lebih baik darimu. Jadi dia pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari yang kau dapatkan," ucap Gabryel menghidupkan kran air dingin lalu membasahi tubuh Elissa.
"Kau bisa tinggal di sini sampai kau melahirkan bayi itu. Setelah itu kau boleh pergi, karena aku tidak membutuhkanmu lagi," ucap Gabryel kembali lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Elissa.
Elissa menatap punggung Gabryel yang berlahan menjauh dari penglihatannya. Mendengar ucapan Gabryel bukan membuatnya sadar. Tapi Elissa malah semakin membenci Naura dan menyalahkan Naura atas semua yang di alaminya saat ini.
"Naura! Lihat saja, aku akan menghancurkanmu. Jika aku tidak bisa bahagia. Maka, kau juga tidak bisa," gumam Elissa mengepalkan tangannya geram.
Setelah puas menuntaskan kemarahannya kepada Elissa, Gabryel langsung pergi ke sebuah Club malam. Dia memesan begitu banyak minuman dan meminumnya seorang diri. Pikirannya saat ini sangatlah kacau. Dia minum begitu banyak dan berharap pikirannya bisa tenang walaupun hanya sebentar saja.
__ADS_1
...----------------...
Seperti ide yang di berikan Mbara. Raygan akan memberitau jika harta yang dimiliki Naura saat ini adalah hasi pemberiannya. Raygan tidak perduli jika dia akan di cap sebagai pembinor, yang Raygan pikirkan saat ini adalah kebaikan Naura. Dia tidak mau melihat Naura terus menjadi bahan hinaan setiap orang.
Hari ini Raygan akan mengadakan kompersi pers untuk menjernihkan nama baik Naura. Semua wartawan langsung berbondong-bondong untuk menghadiri acara penting itu. Mereka merekam setiap perkataan Raygan dengan sangat baik.
"Selamat siang semuanya. Mungkin kalian binggung kenapa saya mengundang kalian semua ke sini," ucap Raygan membuka suara.
"Sebenarnya apa tujuan tuan untuk mengadakan kempersi pers ini?" tanya salah satu wartawan memberanikan diri.
"Seperti yang kalian ketahui semuanya. Belakangan ini banyang tersebar isu buruk tentang kekasih saya Naura. Di sini saya akan menjelaskan secara ditail tentang semua pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran kalian semua. Termasuk asal-usul semua harta yang di miliki kekasih saya saat ini," ucap Raygan penuh keyakinan.
"Jadi apa benar nyonya Naura adalah wanita pemuas para pria hidung belang?" tanya salah satu wartawan.
Mendengar pertanyaan wartawan itu, Raygan langsung terkekeh kecil. Dia menatap seluruh wartawan yang ada di sana dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
"Apa yang membuat kalian berpikir seperti itu?" tanya Raygan kembali sehingga membuat semua wartawan di sana langsung terdiam.
"Jika kalian sendiri tidak bisa menjawab mengapa kalian bisa berpikir seperti itu. Lalu kenapa kalian semua dengan begitu mudah memfitnah Naura tanpa bukti. Bukankah kalian tau jika fitnah itu jauh lebih kejam dari pembunuhan," ucap Raygan kembali sambil tersenyum sinis.
"Lalu dari mana nyonya Naura mendapatkan semua hartanya saat ini? Bukankah Nyonya Naura hanyalah anak panti asuhan yang tidak punya apa-apa?" ucap salah satu wartawan dengan lantang.
"Dari saya. Saya yang memberikam modal untuk Naura. Tapi saya hanya memberikan modal dan dukungan saja. Untuk semuanya Nauralah yang melakukannya sendiri. Dia memang anak yatim piatu yang di besarkan di panti asuhan. Bahkan dia tidak memiliki harta dan tahta seperti saja. Tapi dia memiliki otak yang sangat cerdas sehingga dia bisa seperti sekarang ini. Apa kalian lupa jika harta bisa di cari?" ucap Raygan sehingga membuat para wartawan langsung terdiam seketika.
"Lalu apa anda juga termasuk kedalam perceraian Nyonya Naura? Jika tidak! kenapa anda memberikan modal kepada Nyonya Naura? Apakah anda melakukan itu untuk merebut Nyonya Naura dari mantan suaminya?"
"Saya tidak pernah merebut Naura dari siapapun. Saya hanya mengambil berlian yang sangat berharga dari orang yang tidak bisa menghargainya. Seperti kata orang-orang jaman sekarang. Hargailah wanitamu selagi dia ada di sampingmu. Karena, begitu banyak pria yang menunggu untuk mengantikanmu. Jadi, aku tidak pernah merebut Naura dari mantan suaminya. Aku hanya tidak bisa melihat wanita yang aku cintai menderita. Jadi silahkan kalian sebut aku apapun yang kalian mau. Karna aku tidak perduli akan itu,"
__ADS_1
Bersambung....