Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 17


__ADS_3

Setelah pulang dari pengadilan, Naura kembali ke apartement yang dia beli dari hasil penyelesaian misinya. Dia menatap saldo rekeningnya yang tinggal sedikit lagi. Berlahan Naura membuang napasnya kasar karna bonus yang di janjikan aplikasi itu belum juga masuk ke rekeningnya.


Tidak mau pusing Naura memilih untuk membaringkan tubuhnya di kasur empuknya sambil menikmati kebebasannya. Dia merasa seperti terbang bebas ke awan setelah keluar dari sangkar emas yang selalu mengurungnya selama ini. Ketika ingin memejamkan matanya tiba-tiba Naura melihat ponselnya yang berbunyi. Naura langsung membulatkan matanya terkejut ketika melihat pesan dari aplikasi itu.


"Selamat! Kau telah melakukan semua misimu dengan baik. Bonus dua milyarmu akan segera kami kirim ke rekeningmu. Sekarang kau telah bebas dari ikatan misi kami dan selamat membangun hidupmu kembali. Terus lah melangkah dan gapai kebahagiaanmu."


Tak terasa air mata Naura menetes setelah membaca pesan dari aplikasi itu. Dia tidak tau siapa yang mengirim aplikasi itu kepadanya. Tapi, dia tetap bersyukur karna aplikasi itu dia bisa bangkit dan membangun hidupnya kembali. Naura dengan cepat mengecek saldo rekeningnya. Benar saja uang dua milyar itu telah masuk ke rekening pribadi Naura.


"Ahhh..." teriak Naura bersorak bahagia karna uang dua milyar itu telah masuk ke rekeningnya.


"Kau kenapa, Kak?" ucap Icha kebingungan masuk ke apartement Naura sambil membawa cemilan di tangannya.


Apartement Icha ada di sebelah apartement Naura. Jadi untuk menghilangkan jenuhnya setelah seharian bekerja dia selalu berkunjung ke apartement Naura.


"Tidak apa-apa. Aku hanya sedang bahagia saja. Icha sini duduk." ucap Naura dengan semangat menepuk-nepuk ranjangnya menyuruh Icha duduk di sampingnya.


"Ada apa?" ucap Icha langsung naik ke ranjang Naura sambil memakan cemilan yang ada di tangannya.


"Aku bingung mau membuka usaha apa untuk menyambung hidupku. Kau tau sendirikan jika aku hanya tamatan SMA, jadi tidak akan ada perusahaan yang mau menerimaku."


"Kakak'kan jago tu masak. Kenapa kakak tidak membuka restoran saja."


"Ide, bagus itu. Tapi, jika membuka restoran pasti membutuhkan uang yang sangat besar."


"Kakak tenang saja." ucap Icha memberikan cemilan di tangannya kepada Naura lalu mengambil leptop dan mengotak atiknya.


"Kau mau apa?" ucap Naura bingung sambil melihat tangan Icha yang mengotak atik leptop dengan sangat lincahnya.


"Kakak lihat ini. Di dekat sini ada restoran yang telah bangkrut dan ingin di jual."

__ADS_1


Dengan teliti Naura melihat layar leptop yang di tunjukkan oleh Icha. Dia dapat melihat restoran itu sangat sepi dan seperti tidak terurus lagi.


"Kakak perhatikan, lokasi restoran ini sangat strategis. Di dekat sana ada beberapa perusahaan dan taman wisata. Sudah pasti jika kakak bisa mengembangkannya kembali. Restoran ini akan dengan cepat bisa bangkit kembali.


"Tapi, pemilik awalnya saja tidak mampu membangun restoran itu hingga akhirnya bangkrut. Lalu bagaimana dengan kakak?" ucap Naura langsung putus asa sebelum melangkah.


"Apa kakak mau terus berdiam diri di sini? Terus nanti apartement ini juga terjual untuk memenuhi kebutuhan kakak. Setelah itu para manusia sombong plus angkuh itu kembali menghina kakak." ucap Icha kesal.


"Tidak! Kakak tidak mau. Kakak akan berusaha sekuat tenaga kakak agar bisa bangkit tanpa bantuan mereka. Kakak akan tunjukkan jika kakak bisa lebih sukses dari mereka." ucap Naura penuh semangat.


"Gitu, dong. Sekarang ayo kita berangkat." ucap Icha menarik tangan Naura.


"Berangkat kemana?" ucap Naura bingung.


"Ke penghulu! Ya ke restoran itu lah. Apa kakak tidak mau melihat lokasi restoran itu?"


"Oh, ia. Ayo." ucap Clara bangkit lalu mengambil tas selempangnya dan melangkahkan kakinya keluar apartement dengan penuh semangat.


"Kau itu makan terus. Apa gak takut nanti tubuhmu membulat?" ucap Naura mengeleng kecil melihat tingkah Icha yang tidak pernah lepas dengan yang namanya makanan.


"Kalau mengatasi tubuh bulat itu mah gampang kak. Tinggal olahraga saja pasti selesai." ucap Icha santai sambil terus memasukkan cemilan ke mulutnya.


"Tapi, apa rasanya enak, Cha? Aku perhatikan kau mamakannya lahap sekali." ucap Naura mengambil cemilan yang ada di tangan Icha.


"Enak, Cha. Aku mau ah." ucap Naura merampas cemilan itu lalu memakannya dengan lahapnya.


"Kakak aku mau lagi." ucap Icha mengambil cemilannya yang kini telah berubah haluan ke tangan Naura.


"Kau sudah makan banyak, Cha."

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Dari pada nanti aku merengek meminta makanan yang lain kepada kakak."


"Oh, benar juga. Ini untukmu." ucap Naura memberika cemilan itu kepada Icha.


"Kakak!" ucap Icha kesal karna melihat cemilan yang diberikan Naura tinggal bungkusnya.


"Ha...ha... Sudah jangan merajuk. Nanti kita beli lagi." ucap Naura tersenyum lalu berjalan menelusuri koridor apartemen sambil bergandengan tangan dengan Icha.


Mereka berdua pergi menuju restoran yang ingin di beli Naura mengunakann mobil Icha. Selama di perjalanan mereka terus bercandaria bersama. Tingkah Icha yang sangat manja dan humoris membuat senyuman di wajah Naura terungkir begitu indahnya. Sudah dua tahun lebih dia tidak pernah tersenyum sebahagia ini. Namun, dengan kehadiran Icha dan juga perceraiannya dengan Gabryel. Membuat kebahagiaan Naura yang telah lama menghilang kini berlahan tumbuh kembali.


Sesampainya di tempat tujuan mereka Icha menepikan mobilnya tepat di depan restoran itu. Mereka menatap restoran yang sangat luas itu dengan lekat. Walaupun sudah lama tidak di jalankan restoran itu tetap nampak kokoh dan bersih, walapun beberapa bagian butuh renopasi.


"Ayo kita periksa kedalam kak." ucap Icha menarik tangan Naura.


"Permisi! Ada perlu apa ya?" ucap penjaga restoran itu yang melihat Naura dan Icha.


"Permisi, Pak. Apa betul restoran ini mau di jual?" tanya Naura dengan ramah.


"Benar, Neng. Restoran ini memang mau di jual. Silahkan di lihat-lihat dulu." ucap penjaga itu mempersilahkan Naura dan Icha untuk memeriksa keadaan restoran itu.


"Restoran ini sangat mewah. Tempatnya juga sangat strategis. Tapi, kenapa pemiliknya ingin menjualnya?" ucap Naura menatap setiap sudut restoran itu.


"Dulu memang restoran ini sangat ramai pengunjung. Bahkan restoran ini tidak pernah sepi. Tapi, setelah nyonya pemilik restoran ini jatuh sakit suaminya yang mengurusnya. Tapi, suaminya lebih sering menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dan tidak pernah memperdulikan restoran ini. Bahkan uang ke untungan restoran selalu dia habiskan sendiri tanpa memikirkan keperluan untuk restoran ini. Hingga akhirnya restoran ini bangkrut karna tidak memiliki modal lagi." jelas penjaga itu.


Mendengar ucapan penjaga itu, berlahan Naura mengingat masa lalunya dengan Gabryel. Ntah memgapa setelah mendengar cerita penjaga itu dia merasa jika masih banyak orang yang lebih menderita darinya. Naura langsung tertarik untuk membeli restoran itu tanpa berpikir lagi.


"Baiklah! Aku akan membeli restoran ini." ucap Naura.


"Aku setuju. Pertemukan kami dengan pemiliknya." ucap Icha.

__ADS_1


"Baiklah! Aku akan mengantar kalian ke sana sekarang juga." ucap penjaga itu penuh semangat.


Bersambung....


__ADS_2