
Naura dan Raygan pergi ke Villa keluarga Leonard dengan di dampingi beberapa pengawal. Karena tidak mau merusak bulan madu Raygan dan Naura, para pengawal mengawasi mereka dari kejauhan. Raygan melajukan mobilnya sambil terus mengengam tangan Naura. Dia terus mengembangkan senyumannya sambil sesekali membawa tangan Naura ke bibirnya.
"Kau sangat bahagia," ucap Naura melihat Raygan yang terus tersenyum.
"Tentu saja. Aku sangat merasa bahagia hari ini. Karena akhirnya aku bisa melakukan bulan madu denganmu,"
"Lalu kapan kita akan mengecek kandunganku?"
"Besok! aku sudah bicara dengan paman Rocky. Dia mengatakan jika di dekat Villa papa dan mama ada dokter kandungan yang bagus. Paman menyarankan jika kita memeriksa kandunganmu di sana saja,"
"Baiklah! terserah lu saja," ucap Naura tersenyum sambil menatap ke kaca jendela.
Dia menghirup udara pantai yang begitu sejuk. Naura dan Raygan sudah melihat keindahan pantai dari kejauhan. Situasi di sekeliling pantai itu sangatlah nyaman dan tentram. Hingga akhirnya mereka sampai di Villa peninggalan kedua orang tua Naura. Raygan menepikan mobil di depan Villa lalu turun dari mobil. Raygan dengan sigap membukakan pintu.
Naura turun dari mobil lalu menghirup udara pantai yang begitu sejuk dan menenangkan pikirannya. Dia menatap villa mewah yang berdiri kokoh di depannya. Villa itu terlihat megah dan juga bersih.
"Selamat datang, Nyonya. Maaf! kami terlambat menyambut kedatangan nyonya," ucap beberapa pelayan mendekati mereka sambil menunduk ketakutan.
"Tidak apa-apa! Aku tau kalian pasti sibuk untuk membereskan Villa ini," ucap Naura tersenyum ramah.
Melihat Naura yang tidak marah sama sekali semua pelayan itu langsung saling pandang. Mereka merasa bersalah karena berpikir yang tidak-tidak tentang Naura. Mereka kira Naura adalah sosok wanita yang angkuh dan sombong. Namun, ternyata dugaan mereka salah besar. Tenyata Naura adalah sosok majikan yang baik dan juga ramah kepada para karyawannya.
__ADS_1
"Kalian tidak perlu menyiapkan makan malam untuk kami. Kami akan makan malam di luar nanti," ucap Naura.
"Baik, Nyonya," ucap para pelayan itu mengangguk.
"Apa boleh kalian menunjukkan kamar kami. Kami mau bersih-bersih dan istirahat," ucap Naura tersenyum.
"Tentu saja, Nyonya. Ayo ikut kami," ucap para pelayan itu sambil membawa barang-barang Raygan dan Naura.
Sesampainya di kamar mereka Naura langsung menatap kagum suasana kamarnya. Dari kamar mereka, mereka dapat melihat keindahan pantai dengan jelas. Bahkan dari sana Naura juga bisa menyaksikan keindahan bintang dan rembulan di malam hari. Yang lebih menakjubkan lagi dari sana mereka akan bisa menyaksikan keindahan matahari terbenam dengan jelas.
"Nyonya! nanti menjelang malam, kalian bisa melihat matahari terbenam dari sini," ucap Salah satu pelayan menuka tirai yang menutupi jendela kaca yang cukup besar.
Balkon itu cukup luas. Bahkan di sana sudah di sediakan kursi santai dan juga di hiasi bunga-bunga yang indah. Sehingga Naura dan Raygan bisa melewati malam-malam romantis mereka di sana.
"Dekorasi villa ini sangat indah dan juga strategis. Aku sangat menyukainya," ucap Naura tersenyum sambil menatap keindahan pantai dari sana.
"Ini adalah villa pilihan nyonya besar. Nyonya dan nyonya besar memang sangatlah mirip. Bahkan kalian sama-sama memiliki hati yang sangat lembut," ucap seorang pelayan yang sudah paru baya sambil menatap kagum Naura.
Melihat kehadiran Naura, dia merasa jika nyonya besarnya yang telah lama meninggal kembali muncul. Dia merasa jika nyonya besarnya datang kembali di tengah-tengah mereka melalui kehadiran Naura.
"Ternyata seleraku dan mama sama. Tapi sayang aku tidak bisa merasakan pelukan hangat mama, untuk sebentar saja," ucap Naura menatap langit-langit kamarnya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Sayang! lebih baik kau istirahat dulu. Katanya nanti malam kau mau menelusuri suasana pantai. Jika kau tidak istirahat kau pasti lelah. Ingat tujuan utama kita saat ini," ucap Raygan mengingatkan Naura.
"Baiklah! kalian boleh keluar," ucap Naura menatap seluruh pelayannya.
"Baik, Nyonya. Jika tuan dan nyonya memerlukan sesuatu, pangil saja kami," ucap pelayan yang sudah paruh baya itu.
Naura dengan cepat tersenyum menagguk lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Meliaht itu para pelayan itu langsung keluar dan meninggalkan Raygan dan Naura berdua. Melihat para pelayan telah keluar, Raygan langsung menutup pintu dengan rapat. Dia membuka kemejanya lalu meletakkannya ke sembarang tempat.
Raygan berlahan membaringkan tubuhnya di samping Naura. Dia menengelamkan wajahnya dengan manjanya di dada Naura lalu menghirup aroma tubuh Naura. Naura berlahan mengelus lembut rambut lebat Raygan sambil tersenyum kecil.
"Sayang!" ucap Raygan menatap lekat wajah Naura.
"Hem!"
"Apa boleh aku meminta jatahku hari ini?" ucap Raygan tersenyum nakal.
"Ray!"
Belum sempat Naura mengucapkan kata-kata nya, Raygan terlebih dulu menyimpulkan mulut Naura. Dia mencium lembut bibir Naura lalu meraba tubuh Naura dengan lembut. Naura yang tidak mau mendapat dosa karena menolak ajakan suaminya hanya bisa pasrah dengan aksi Raygan.
Bersambung.....
__ADS_1