Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 55


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan dirinya. Naura langsung melangkahkan kakinya keluar dari mension. Namun, saat dia baru melangkahkan kakinya di pintu utama Yulia tiba-tiba memanggilnya. Karna mendengar calon mertunya menyebut namanya Naura langsung menghentikan langkahnya, lalu menatap Yulia yang berjalan mendekatinya.


"Ada apa, Ma?" ucap Naura menatap Yulia.


"Kau yakin mau pergi sendiri?" ucap Yulia menatap Naura penuh kehawatiran.


"Ia, Ma! Lagian aku ingin bicara berdua dengan Bik Inah,"


"Mama ikut denganmu saja ya,"


"Tapi mama 'kan ada arisan sebentar lagi,"


"Tidak apa-apa! Mama ngak usah ikut arisan hari ini. Mama merasa ada sesuatu yang aneh. Mama takut akan terjadi sesuatu padamu nanti,"


Mendengar ucapan Yulia, Naura langsung tersenyum kecil. Dia mengengam tangan Yulia lalu meyakinkannya jika tidak akan terjadi sesuatu yang buruk kepadanya.


"Ma! Naura tidak apa-apa. Naura bisa jaga diri kok. Mama tenang saja," ucap Naura tersenyum.


"Baiklah! Tapi kau hati-hati ya. Mama tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepadamu," ucap Yulia membuang napasnya kasar.


"Naura janji! Naura akan pulang dengan kondisi baik-baik saja," ucap Naura mencium punggung tangan Yulia lalu memeluk Yulia dengan penuh kehangatan.


"Aku merasa sangat bersyukur karna akhirnya aku bisa merasakan kasih sayang seorang ibu. Aku tidak akan pernah membuang kesempatan yang telah di berikan Allah kepadaku. Jadi, mama tenang saja. Aku akan kembali dengan selamat," ucap Naura meyakinkan Yulia.


"Kau putri mama yang paling cantik dan juga baik hati. Mama akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu," ucap Yulia mencium lembut kening Naura.


"Ya, Sudah! Naura berangkat dulu ya. Mama tenang saja, Naura akan baik-baik saja," ucap Naura tersenyum.


Mendengar ucapan Naura, Yulia langsung tersenyum menganguk lalu mengantarkan Naura sampai ke mobilnya. Sebelum melajukan mobilnya Naura tidak lupa melambaikan tangannya kepada Yulia terlebih dulu. Yulia menatap mobil Naura yang berlahan keluar dari perkarangan mension, sambil berdoa agar Naura baik-baik saja.

__ADS_1


Naura melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia menghidupkan musik agar tidak merasa suntuk selama di perjalanan. Setelah menempuh waktu satu jam di perjalanan, akhirnya Naura sampai di panti asuhan tempatnya di besarkan. Naura turun dari mobilnya lalu menatap bangunan yang berdiri kokoh itu dengan mata berkaca-kaca.


Walaupun tidak semewah dan sebesar istana Raygan yang dia tempati saat ini. Namun, panti asuhan inilah yang menjadi saksi tumbuh kembang Naura selama ini. Melihat Naura telah datang seorang wanita paru baya langsung datang menghampirinya. Wanita itu menyambut kedatangan Naura dengan hangat dan penuh kerinduan.


"Bi Inah" ucap Naura langsung berlari ke pelukan Bi Inah yang telah merawat dan membesarkannya selama ini.


"Naura! Kau cantik sekali, Nak. Pasti kau sangat bahagia ya," ucap Bi Inah memeluk Naura dan menatap kagum kecantikan Naura saat ini.


"Bibi bisa saja! Bibi juga masih cantik. Awet muda,"


"Kau ini! Ayo masuk. Di sini panas nanti kau kepanasan," ucap Bi Inah membawa Naura masuk.


Naura melangkahkan kakinya memasuki panti asuhan itu. Dia menatap para anak-anak yang bernasib sama seperti dirinya bermain dengan riang. Berlahan Naura juga mengingat semua kenangannya saat masih kecil dulu. Namun, pertanyaan kembali muncul di pikirannya. Dia berpikir kenapa sejak dulu dia selalu di perlakukan berbeda dengan anak-anak lainnya. Dia selalu di perlakukan lebih istimewa apalagi Bi Inah yang selalu memperlakukannya sangat istimewa.


"Ada apa? Apa kau ada masalah?" tanya Bi Inah menatap wajah bingung Naura.


"Tidak, Bi! Aku hanya memikirkan sesuatu," ucap Naura tersenyum.


"Apa Bibi tau siapa orang tua, Naura?" tanya Naura to the point sambil menatap Bi Inah dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Bi, katakan kepada Naura. Siapa orang tua Naura? Kenapa mereka meletakkanku di panti asuhan ini? Apa mereka tidak menginginkan Naura?" ucap Naura menitikkan air matanya.


"Aku tau bibi pasti tau sesuatu. Karna Naura perhatikan selama ini Bibi selalu memperlakukan Naura berbeda dengan anak-anak lainnya. Bibi juga tidak pernah membiarkan Naura di adopsi oleh orang-orang yang datang untuk mengadopsi Naura. Bibi juga selalu memberikan barang-barang mewah untuk Naura," ucap Naura menatap lekat wajah Bi Inah.


"Papa akan menjelaskan semuanya," ucap Ronal tiba-tiba datang dan duduk di samping Naura.


"Papa!" ucap Naura menatap Bi Inah dan Ronal secara bergantian.

__ADS_1


"Papa akan menceritakan semuanya. Tentang orang tuamu dan siapa dirimu. Tapi kau harus tau jika orang tuamu sangat menyayangimu. Bahkan mereka sangat bahagia ketika melihatmu lahir ke dunia ini. Tapi sayangnya takdir berkata lain," ucap Ronal mengusap wajahnya kasar sambil meneteskan air matanya mengingat kedua orang tua Naura.


"Maksud papa! Jadi, papa tau semua tentang Naura? Tapi kenapa Papa menyembunyikannya dari Naura? Kenapa papa tidak katakan kepada Naura selama ini?" tanya Naura sambil menarik lengan Ronal.


"Maafkan papa, Nak! Papa terpaksa melakukan ini semua. Papa tidak mau kau berada dalam masalah," ucap Ronal memeluk Naura lalu menangis kesegukan.


"Masalah! Maksud papa apa? Lalu aplikasi misi itu?" ucap Naura menatap Ronal penuh rasa curiga.


Mendengar pertanyaan Naura, Ronal langsung membuang napasnya pelan. Dia menatap Naura lalu menceritakan semua tentang Naura. Mulai dari kisah kedua orang tuanya, hingga tragedi yang sangat sadis menimpa kedua orang tua Naura.


Ronal menceritakan semuanya secara ditail tanpa ada ketingalan sedikitpun. Mendengar cerita Ronal, air mata Naura langsung menetes membasahi wajah cantiknya. Dia tidak menyangka jika kedua orang tuanya meningal dengan cara yang mengenaskan.


"Jadi karena itu papa sangat nenyayangi Naura selama ini. Itu alasan papa selalu membela Naura dan menentang mama dan Mas Gabryel," tanya Naura.


"Tidak! Papa menyayangimu karena papa sudah mengangapmu seperti putri papa sendiri. Saat pertama kali melihat kau lahir kedunia ini kami semua merasa sangat bahagia. Kami bahkan melakukan pesta yang sangat meriah untuk menyambut kelahiranmu. Tapi...." ucap Ronal berhenti sambil menitikkan air matanya.


"Tapi, papa malah tidak bisa melindungimu dari kekejaman putra dan istri papa sendiri," ucap Ronal memeluk Naura dengan penuh rasa penyesalan.


Mendengar ucapan Ronal, Naura langsung memeluknya sambil mengusap pungung Ronal dengan lembut. Berlahan Naura tau siapa dirinya yang sebenarnya. Namun, sayangnya dia tidak bisa melihat wajah kedua orang tuanya.


Karena terlalu asik mengobrol bersama mereka sampai tidak sadar jika hari telah sore. Naura yang tidak mau membuat Yulia dan Raygan cemas langsung pamit untuk pulang. Awalnya Ronal ingin mengantarnya, akan tetapi Naura menolak sehingga Ronal akhirnya mengalah.


Saat melewati jalanan sepi tiba-tiba Naura di hadang oleh segerombolan pria berbadan tegap. Naura yang melihat itu langsung menghubungi pertolangan. Namun, semuanya sia-sia karna para pria itu cukup kuat dan langsung merampas ponselnya.


"Siapa kalian!"


"Kami adalah malaikat penyabut nyawamu,"


Jelpp

__ADS_1


Arghhh


Bersambung.....


__ADS_2