
Raygan duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Malam yang seharusnya di penuhi keringat dan juga suara indah Naura, malah hancur karena kedatangan tamu yang tidak di undang. Raygan memasang wajah memelasnya sambil memainkan ponselnya untuk bertukar pesan dengan Mbara.
Tiba-tiba pandangan Raygan teralih ketika melihat pintu kamar mandi yang terbuka. Dia melihat Naura berjalan mendekatinya dengan mengenakan piyama tidur di atas lutut. Walaupun tidak tembus pandang tapi piyama itu dapat memperlihatkan tubuh indah Naura.
Raygan berusaha menelan ludahnya kasar sambil menatap penampilan Naura yang mengoda imannya. Di tambah lagi dengan handuk yang melilit di kepala Naura membuat leher jenjangnya terlihat dengan jelas. Raygan bisa merasakan sesuatu yang di bawah sana mencoba bangun dari tidurnya. Sebelum benda itu bangun dari tidurnya Raygan langsung mengontrol dirinya lalu memalingkan wajahnya dari Naura.
"Kenapa kau berpenampilan seperti itu? apa kau ingin mengerjaiku?" tanya Raygan tanpa menatap Naura.
"Memangnya penampilanku seperti apa?" tanya Naura memperhatikan penampilannya yang menurutnya biasa saja.
"Kau tidak menyukainya? kalau begitu aku akan mengantinya saja," ucap Naura memelas lalu melangkahkan kakinya untuk mencari pakaian lain.
Melihat wajah memelas Naura, Raygan langsung membuang napasnya kasar. Dia berlahan menarik tangan Naura sehingga Naura jatuh di pangkuannya. Raygan menatap pakaian Naura yang memperlihatkan belahan dadanya, Raygan berlahan membuang napasnya sambil berusaha menahan hasratnya.
"Kau tidak perlu menganti pakaianmu," ucap Raygan melingkarkan tangannya di pinggang Naura.
"Maaf!" ucap Naura membelai lembut wajah tampan Raygan.
"Untuk apa?" tanya Raygan mengengam tangan Naura lalu menciumnya dengan lembut.
"Maaf karena aku tidak bisa melakukan kewajibanku sebagai istri malam ini. Kau pasti kesal 'kan?"
"Kenapa aku harus kesal? bagiku pernikahan bukan hanya masalah malam pertama. Tapi aku merasa bahagia karena akhirnya bisa terus bersamamu. Dengan pernikahan ini kita bisa membangun keluarga kecil kita bersama,"
"Lalu kau tidak marah kepadaku?"
"Tidak! aku tidak akan bisa marah kepada istriku yang paling cantik ini," ucap Raygan tersenyum.
Mendengar ucapan Raygan, Naura langsung tersenyum bahagia. Walaupun Naura belum bisa memberikan hak Raygan, tapi setidaknya dia bisa melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik.
"Baiklah! kalau begitu kau mandi sana. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu," ucap Naura tersenyum.
"Tunggu! kau belum mengeringkan rambutmu," ucap Raygan menurunkan Naura dari pangkuannya.
"Tidak bisa malam pertama. Tapi aku tetap bisa memanjakanmu," ucap Raygan mengambil pengering rambut Naura.
"Ayo duduk!" ucap Raygan mendudukkan Naura di depannya.
Berlahan Raygan membuka handuk yang melilit rambut Naura. Dia berlahan mengeringkan rambut Naura sambil memijit kecil kepala Naura. Melihat sikap Raygan yang selalu memanjakannya Naura langsung tersenyum bahagia.
__ADS_1
Akhirnya dia bisa merasakan pernikahan yang dia impikan selama ini. Pernikahan yang di penuhi kasih sayang dan juga perhatian dari sang suami. Membuat keluarga kecil mereka menjadi terasa berwarna.
"Ray!" ucap Naura sambil menatap Raygan dari pantulan cermin di depannya.
"Ada apa?" ucap Raygan meletakkan pengering rambut di atas meja.
Raygan berlahan melingkarkan tangannya di perut Naur, lalu menciumi lembut wajah Naura. Melihat aksi Raygan, Naura hanya diam sambil menikmati setiap sentuhan Raygan. Hingga akhirnya Naura merasakan sesuatu yang berbeda yang bergetar pada tubuhnya.
"Sial!" gumam Raygan melepas pelukannya lalu berjalan menuju kamar mandi.
Melihat Raygan yang berjalan dengan tergesa-gesa ke kamar, Naura hanya mampu menatap nanar punggung Raygan. Dia dapat mengerti apa penyebab Raygan menghentikan aksinya. Naura berlahan menyiapkan pakaian ganti untuk Raygan dan meletakkannya di atas ranjang mereka. Setelah itu, Naura duduk di tepi ranjang untuk mengunggu Raygan selesai melakuka pekerjaannya.
Naura berlahan menatap layar ponselnya, sudah hampir tiga puluh menit Raygan bertapa di kamar mandi. Karena bosan menunggu, Naura memilih untuk membaringkan tubuhnya sambil membaca novel online kesukaannya.
Raygan keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Rambutnya yang basah di biarkan berantakan begitu saja, sehingga membuat penampilannya semakin mengoda. Naura yang melihat tubuh sixpack Raygan berlahan menelan ludahnya kasar. Baru kali ini dia melihat dada polos Raygan, dan ternyata jauh lebih mengoda dari dada Gabryel.
"Kenapa? apa kau suka," ucap Raygan tersenyum sambil memperlihatkan otot-otot kekarnya.
Mendengar ucapan Raygan, Naura berlahan menunduk malu. Dia menyembunyikan wajah merah meronanya mengunakan bantal. Melihat Naura yang malu-malu, Raygan hanya tersenyum kecil sambil mengenakan pakaiannya.
"Sudah! kita istirahat saja. Siapkan tubuhmu untuk melayaniku nanti," ucap Raygan tersenyum sambil menyingkirkan bantal yang menutupi wajah Naura.
"Ada apa? apa kau tidak sabar menunggu sampai tamu bulananmu berhenti?" tanya Raygan menatap lekat wajah Naura.
"Bukan!"
"Jadi?"
"Aku lapar," ucap Naura memasukkan bibirnya sambil memegang perutnya yang keroncongan.
Karena tamu yang begitu ramai, di tambah lagi tamu Naura yang datang tidak tepat pada waktunya. Membuat Naura tidak sempat untuk mengisi perutnya.
"Baiklah! kau tunggu di sini. Aku akan mencari makan di luar," ucap Raygan bangkit dari tidurnya.
"Sayang!" ucap Naura dengan manja.
"Apa lagi, istriku?" tanya Raygan mencium lembut wajah Naura.
"Aku ikut,"
__ADS_1
Mendengar permintaan Naura yang ingin ikut mencari makan, Raygan langsung menatap penampilan Naura. Mereka masih berada di hotel, jika Naura keluar dengan penampilan seperti ini pasti akan banyak mata yang akan melihatnya. Tentu saja sebagai seorang suami, Raygan tidak ingin tubuh indah istrinya dilihat oleh orang lain.
"Aku akan menganti pakaianku," ucap Naura tersenyum lalu mengambil pakaian ganti.
"Baiklah! pakai pakaian yang panjang. Di tuar sana pasti dingin," ucap Raygan mengenakan jaketnya.
"Baik, Sayang," ucap Naura berlari kecil menuju kamar mandi.
Namun, saat melewati Raygan, dia menyempatkan diri untuk mencium wajah Raygan. Melihat aksi Naura, Raygan langsung memegang wajahnya sambil tersenyum kecil. Dia menatap punggung Naura sambil terus membayangkan hangatnya kecupan Naura tadi.
"Kau memang istri idaman. Kau selalu bisa membuat jantungku berdebar tidak menentu. Untung saja aku tidak punya penyakit jantung. Jika tidak!" gumam Raygan tersenyum sambil mengelus wajahnya.
Setelah Naura selesai berganti pakaian, mereka langsung berjalan beriringan keluar dari kamar mereka. Mereka menelusuri keadaan kota di malam hari untuk mencari makan. Hingga akhirnya mata Naura tertuju pada warung bakso yang ada di pinggir jalan.
"Sayang! dingin-dingin gini makan bakso pasti enak," ucap Naura menunjuk ke warung bakso itu.
"Makan di disitu?" ucap Raygan menatap warung bakso yang kecil dan sempit itu.
"Ia, jangan banyak tanya. Sekarang kita ke sana saja. Setelah kau merasakannya aku yakin kau akan suka," ucap Naura tersenyum.
"Baiklah! ayo kita ke sana," ucap Raygan menepikan mobilnya di depan warung bakso itu.
"Buk! aku mau bakso porsi jumbo satu ya. Tapi sendoknya dua," ucap Naura langsung memesan makanannya.
"Kenapa hanya satu sayang?" tanya Raygan bingung.
"Sayang! kau ternyata tidak seromantis yang aku duga," ucap Naura memasukkan bibirnya.
"Maksudmu?"
"Aku pesan satu karena aku mau makan semangkok berdua denganmu," ucap Naura tersenyum.
Mendengar ucapan Naura, Raygan langsung terkekeh kecil. Ternyata bukan hanya baik dan perduli pada pasangannya, tapi ternyata Naura juga sangat romantis. Setelah pesanannya datang, Naura dan Raygan menyantap semangkok bakso itu secara bersamaan.
Naura juga menyuapi Raygan denga romantis sehingga suasana malam yang dingin menjadi saksi keromantisan mereka. Walaupun tidak bisa melakukan malam pertama di dalam kamar mereka. Namun, tidak membuat keindahan malam pertama mereka menghilang begitu saja.
Kebahagiaan dan canda tawa mereka menjadi saksi indahnya malam pertama, yang mereka jalani dengan penuh cinta dan kasih sayang di anatara keduanya. Seperti yang dikatakan Raygan, tidak selamanya malam pertama di lewati dengan malam panas. Karena tujuan pernikahan bukan hanya soal pemuas nafsu semata.
Bersambung....
__ADS_1