Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 95


__ADS_3

"Jadi kandungan saya subur, dok? jadi saya bisa hamil secepatnya?" tanya Naura dengan raut penuh kebahagiaan setelah mengetahui hasil tes kandungannya.


"Benar! kandungan nyonya sangat subur dan memungkinkan untuk mengandung. Tapi saya sarankan agar kalian melakukan hubungan suami istri secara teratur, menjaga pola makan dan minum juga vitamin. Terlebih lagi saya lihat ada luka tusukan di perut nyonya. Jadi saya sarankan agar nyonya bisa menjaga tubuh nyonya agar tetap fit. Saya sudah menyiapkan resep obat untuk meningkatkan kesuburan kandungan nyonya. Nyonya minum obatnya secara teratur ya," jelas Dokter tersenyum.


"Baik, Dok. Terima kasih ya," ucap Naura dan Raygan tersenyum bahagia.


"Sama-sama! saya harap kalian secepatnya mendapatkan apa yang kalian inginkan,"


"Aamiin! kalau begitu kami permisi dulu ya, Dok,"


"Baiklah! mari saya antar," ucap Dokter mengantar Naura dan Raygan sampai ke depan pintu.


Kedatangan putri dari keluarga ternama di kotanya adalah hal yang paling berharga untuk dokter itu. Jadi dokter itu berusaha memberikan semua pelayanan terbaiknya kepada Naura. Dia berharap agar pasangan pengantin baru itu cepat mendapatkan momongan yang sholeh dan juga sholeha.


Raygan dan Naura keluar dari rumah sakit sambil tersenyum bahagia. Raygan juga menjaga Naura sebaik mungkin. Bahkan dia tidak membiarkan Naura kelelahan dan juga selalu menjaga istrinya dengan baik.


"Sayang! aku sudah tidak sabar melihat perutmu membuncit," ucap Raygan sambil mengelus perut datar Naura.


"Kau ingin melihat aku gendut ya?" ucap Naura memayunkan bibirnya.


"Tentu tidak, Sayang. Aku hanya ingin melihat buah cinta kita secepatnya," ucap Raygan tersenyum.


"Ray! aku mau makan itu. Tolong belikannya," ucap Naura menujuk ke pedagang kaki lima yanga ada di dekat rumah sakit.


"Itu!" ucap Raygan menunjuk ke warung yang terlihat kecil dan sederhana itu.


"Jika melihat sesuatu itu jangan di lihat dari luarnya saja. Lihat walaupun kecil warung itu terlihat sangat bersih dan higienis,"


"Baiklah! tapi antriannya itu, Sayang," ucap Raygan memelas melihat antrian di warung itu cukup panjang.

__ADS_1


"Jadi kau tidak mau?"


"Ok! aku akan membelinya. Tapi kau duduk di mobil saja. Ingat jangan kemana-mana,"


"Terima kasih, Sayang," ucap Naura tersenyum bahagia lalu masuk kedalam mobil.


"Demi istri aku harus bisa!" ucap Raygan tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju warung itu.


Raygan menatap antrian yang sangat panjang itu. Jika dia mengikuti antrian sudah di pastikan dia akan berdiri sampai satu jam penuh. Raygan berlahan memainkan otaknya agar dia bisa mendapatkan makanan itu secepatnya.


"Permisi semuanya! apa kalian mau aku teraktir hari ini?" ucap Raygan meningikan suaranya.


Mendengar ucapan Raygan. Semua orang yang sedang mengantri langsung menatap ke arah Raygan. Mereka menatap wajah tampan Raygan yang sangat mempesona. Bahkan para wanita yang ada di sana langsung jatuh cinta dengan ketampanan Raygan.


"Aku akan mentraktir kalian semua. Tapi biarkan saya mendapat antrian yang pertama. Jika kalian setuju saya akan mentraktir kalian semua sebanyak yang kalian mau," ucap Raygan tersenyum penuh kelicikan.


"Wah kita akan makan gratis hari ini. Sudah biarkan saja dia,"


"Benar! yang penting makan gratis," ucap semua pengunjung warung itu.


"Silahkan tuan. Anda boleh langsung menuju antrian yang pertama," ucap salah satu pembeli yang sedang mengantri.


"Ha.. ha... ternyata terlahir dari keluarga Sultan sangat menyenangkan ya. Jadi aku tidak perlu lelah mengantri," ucap Raygan tersenyum puas lalu memesan makanan untuk Naura.


"Hai! kau ke sini," ucap Raygan memanggil pengawal yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Ada apa, Tuan?" tanya pengawal itu mendekati Raygan sambil menunduk hormat.


"Kau bayar semua pesanan mereka. Kau juga boleh makan sepuasnya bersama semua rekanmu," ucap Raygan memberikan kartu kreditnya kepada pengawal itu.

__ADS_1


"Baik, Tuan," ucap pengawal itu mengangguk patuh.


Setelah mendapatkan pesanannya, Raygan langsung melangkahkan kakinya menuju mobil. Namun, saat melihat pengawal yang di pangil Raygan orang-orang di sana menjadi sadar jika Raygan adalah menantu dari keluarga Leonard.


"Apa! dia bukannya putra keluarga Wilona, suami dari Nyonya Naura putri keluarga Leonard?" tanya semua orang yang ada di sana sambil menatap ke arah Raygan dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.


"Tebakan kalian sangat benar," ucap pengawal yang duduk santai di warung itu.


"Wah! dia tampan sekali. Bahkan jauh lebih tampan dari pada yang aku kira,"


"Kau benar! pasti nyonya Naura juga sangat cantik,"


"Mereka memang pasangan yang serasi,"


Semua orang yang di ada di sana langsung heboh membicarakan Naura dan Raygan. Mendengar semua orang memuji tuan dan nyonya mudanya, para pengawal itu hanya tersenyum bahagia.


Naura yang sedang asik dengan ponselnya, tiba-tiba terkejut melihat Raygan sudah datang dengan kantongan kresek di kedua tangannya. Naura berlahan menatap ke arah warung itu lalu menatap Raygan penuh kebingungan. Di antrian yang cukup panjang, akan tapi Raygan bisa mendapatkan makanan itu secepat ini. Apa yang sudah di lakukan suaminya itu?


"Apa kau memang membeli pesananku di warung itu?" tanya Naura menatap Raygan penuh selidik.


"Kau lihat saja. Memangnya ada penjual lain di sini yang menjual makanan ini selain warung itu?"


"Tidak!" ucap Naura mengeleng kecil.


"Jadi kau tidak perlu bertanya lagi,"


"Lalu kenapa kau bisa mendapatkannya secepat ini?"


"Apa yang tidak bisa di lakukan oleh Raygan Wilona. Mendapatkan dirimu yang sangat aku idam-idamkan saja bisa. Apa lagi hanya membeli makanan ini," ucap Raygan tersenyum sinis lalu melajukan mobilnya.

__ADS_1


Naura langsung mengelengkan kepalanya pelan ketika melihat pengawal keluarga Leonard di warung itu. Naura langsung bisa menebak apa yang telah di lakukan oleh suaminya itu. Menjadi kelurga Sultan memang sangat menyenangkan. Bahkan mereka dapat membeli apapun dengan mudah tanpa harus lelah mengantri. Walaupun harus merogoh uang yang cukup banyak untuk meneraktir orang sekampung.


Bersambung.....


__ADS_2