Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 81


__ADS_3

Naura dan Raygan berdansa bersama di tengah-tengah sungai diiringi oleh musik yang sangat romantis. Senyuman di wajah Naura selalu mengiasi wajah cantiknya sehingga membuat Raygan semakin senang. Raygan merasa bahagia karena dia berhasil membuat Naura tersenyum bahagia seperti ini.


"Apa kau ingin main air, Sayang?" tanya Raygan tersenyum.


"Boleh juga!" ucap Naura tersenyum lalu melirik ke belakang Raygan.


Byurr...


"Argh!"


"Kenapa kau menarikku, Ray?" ucap Naura kesal.


"Kau yang mulai duluan sayang," ucap Raygan terkekeh tanpa dosa sedikitpun.


Awalnya Naura dengan jahilnya mendorong tubuh Raygan agar terjatuh ke sungai. Namun, Raygan dengan sigap menarik tangan Naura sehingga mereka terjatuh bersama. Tentu saja hal itu membuat Naura kesal karena pakaiannya basah semua.


"Kau marah?" tanya Raygan terkekeh kecil sambil menatap wajah cemberut Naura.


"Udah tau malah nanyak!" ucap Naura kesal.


"Jangan cemberut gitu dong. Nanti pesona kecantikanmu berkurang,"


"Biarin!"


"Kalau kau cemberut terus, nanti kau jelek lo,"


"Biar aja!"


"Kalau kau jelek nanti aku cari istri baru,"


"Bi...," ucap Naura menghentikan ucapannya lalu menatap kesal Raygan.


"Apa kau bilang! kau mau cari istri baru," ucap Naura menjewer telinga Raygan.


"Arghh... sakit sayang! ampun," rintih Raygan sambil memegang tangan Naura.

__ADS_1


"Ini cari istri baru!" ucap Naura tersenyum lalu menyirami Ragyan dengan air.


"Awas ya!" ucap Raygan membalas Naura dengan menyirami Naura.


Mereka berdua tertawa bahagia bersama sambil bermain air. Mereka melupakan semua beban pikiran mereka dan larut dalam kebahagiaan mereka. Naura sangat merasa bahagia karena dia akhirnya menemukan cinta sejatinya. Cinta yang selalu membuatnya merasa istimewa dan juga selalu membuatnya bahagia.


Tidak ada lagi yang namanya air mata kesedihan yang terus mengalir di matanya. Tidak ada cacian maupun kekerasa fisik yang dia dapat dari Gabryel dulu. Yang ada hanya hanyalah kebahagiaan dan juga senyuman indah yang selalu mengiasi hari-harinya. Perlakuan Raygan membuatnya lupa jika dia pernah trauma akan cinta dimasa lalu.


"Apa kau ingin melihat kejutan selanjutnya? ," ucap Raygan tersenyum.


"Apa masih ada?" tanya Naura tersenyum.


"Tentu! masih akan ada begitu banyak kejutan yang menantimu," ucap Raygan tersenyum lalu mengendong tubuh Naura.


Dia berjalan keluar dari sungai sambil mengendong tubuh Naura. Dia tidak membiarkan tubuh Naura merasakan derasnya aliran air. Dia tidak akan membiarkan apapun yang membuat Naura terbebani. Setelah sampai di tepian Raygan menurunkan tubuh Naura.


Melihat Naura dan Raygan telah ke tepi sungai seorang wanita berpakaian ala pelayan berjalan mendekati mereka. Dia memberikan sebuah kotak perhiasan dan juga sebuket bunga kepada Raygan.


"Terima kasih! kau boleh pergi," ucap Raygan tersenyum.


Mendegar perintah Raygan, pelayan itu langsung menganguk patuh dan berjalan menjauhi mereka. Raygan berlahan menatap Naura lalu menekuk satu kakinya di tanah. Dia menyodorkan sebuket bunga itu kepada Naura.


"Aku juga sangat mencintaimu, Ray. Aku akan menjadikanmu yang terakhir dalam hidupku. Asalkan kau mampu menjaga cinta kita dengan baik," ucap Naura tersenyum sambil menerima buket bunga dari Raygan.


"Terima kasih, Sayang. Aku akan membuktikan semua ucapanku kepadamu. Aku tidak akan mengobral janji manisku kepadamu. Tapi aku akan membuktikannya," ucap Raygan tersenyum.


Raygan kemudian membuka kotak perhiasan yang ada di tangannya. Naura dapat melihat isi kotak perhiasan itu adalah cincin berlian yang sangat indah. Tidak mau berpikir panjang Raygan langsung memasangkan cincin itu di jari manis Naura.


"Indah sekali!" ucap Naura tersenyum sambil menatap kagum cincin berlian yang melingkar di hari manisnya itu.


"Terima kasih, Ray," ucap Naura tersenyum lalu memeluk Raygan dengan penuh kehangatan.


"Apa kau menyukainya?"


"Em! aku sangat menyukainya,"

__ADS_1


"Kalau begitu aku boleh bertanya sesuatu lagi kepadamu?" tanya Raygan sambil melongarkan pelukan Naura.


"Apa?"


"Apa yang kau inginkan sebagai mahar di akad nikah kita nanti?"


"Em! aku mau rumah mewah, mobil mewah, usaha baru, tanah lima hektare, emas lima ratus gram, Em! apalagi ya," ucap Naura nampak berpikir.


"Tapi aku pikir itu semua tidak ada apa-apanya di banding cinta dan kesetiaanmu. Jadi aku minta kau cukup setia dan mencintaiku hingga akhir hayatmu," ucap Naura tersenyum.


"Itu sudah pasti sayang," ucap Raygan mencium gemas wajah Naura.


achimmm


Naura tiba-tiba bersin sehingga membuat Raygan menjadi panik. Mungkin karena terlalu lama bermain air dan juga pakaiannya yang masih basah membuat kesehatan Naura menurun.


"Kau demam, Sayang. Ayo kita ke rumah sakit," ucap Raygan panik.


"Tidak! aku tidak apa-apa," ucap Naura memegang hidungnya yang tersumbat.


"Kalau begitu kau ganti pakaianmu saja. Setelah itu kita ke rumah sakit," ucap Raygan memberi kode kepada anak buahnya untuk memberikan pakaian ganti untuk Naura.


Naura langsung berjalan menuju toilet. Dia mengati pakaiannya yang basah dengan pakaian yang di sediakan Raygan. Raygan memang sudah menyiapkan segalanya. Dia tidak mau membuat Naura merasa tidak nyaman. Setelah melihat Naura keluar dari toilet, Raygan secara bergantian masuk kedalam. Dia juga menganti pakaiannya yang sudah basah dengan pakaian baru.


Naura mencoba mengambil ponselnya di tas selempangnya. Dia melihat begitu banyak pangilan tidak terjawab dari Icha. Naura langsung membulatkan matanya terkejut melihat jam yang telah melewati jam makan siang. Sudah pasti semua orang telah lelah menunggu kedatangan mereka di butik.


Karena terlalu larut dalam kebahagiaan, mereka berdua sampai lupa waktu. Mereka melupakan jadwal fitting baju yang seharusnya di lakukan di jam makan siang. Sudah di pastikan mereka sebentar lagi akan mendapat omelan sepanjang rel kereta api dari Icha dan Yulia.


"Ray! cepatlah. Icha sudah menghubungiku sejak tadi," teriak Naura mengedor pintu toilet.


"Ada apa, Sayang?" ucap Raygan membuka pintu sambil mengancingi satu persatu kemejanya.


"Icha sudah menelpon sejak tadi. Apa kau tidak lihat jam berapa ini!" ucap Naura memperlihatkan layar ponselnya.


"Apa! mampus kita. Ayo cepat, sebelum ibu negara mengamuk," ucap Raygan panik.

__ADS_1


Dia langsung membawa tubuh Naura kedalam gendongannya lalu berlari kecil menuju mobilnya. Sesampainya di mobil Raygan mendudukkan Naura di kursi depan. Setelah melihat Naura duduk dengan nyaman, Raygan langsung duduk di kursi pengemudi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Bersambung.....


__ADS_2