Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 88


__ADS_3

Setelah dua hari cuti, Raygan akhirnya kembali bekerja. Seharusnya dia melakukan bulan madu ke luar kota bersama Naura. Namun, karena kehadiran tamu yang tidak di undang. Akhirnya mereka memilih untuk menunda bulan madu mereka sampai tamu Naura berhenti.


"Kenapa wajahmu lemas seperti itu, Tuan. Apa karena," tanya Mbara menatap wajah memelas Raygan sambil tersenyum nakal.


"Malam pertamaku di tunda," ucap Raygan kesal.


"Kenapa? apa pingang tuan sedang encok?"


"Tidak!"


"Lalu?"


"Istriku lagi datang bulan,"


"Apa! kenapa dia tidak bisa menundanya? padahal gaji bulanan bisa tuan tunda," ucap Mbara terkekeh kecil.


Mendengar ucapan Mbara, Raygan langsung melayangkan tatapan tajamnya. Dengan seketika nyali Mbara langsung menciut. Dia diam menunduk sambil kembali fokus pada dokumen di depannya.


"Selamat siang, Sayang," ucap Naura langsung masuk ke ruangan Raygan sambil membawa dua rantang bekal di tangannya.


"Wah! Nyonya muda baik sekali," ucap Mbara melihat dua bekal makan siang yang di bawa Naura.


"Ini aku sengaja membawanya untukmu. Kau belum makan siang 'kan?" tanya Naura sambil memberikan satu bekal kepada Mbara.


"Terima kasih, Nyonya. Kalau begitu saya ke ruangan saya dulu ya. Kalian boleh makan siang romatis berdua," ucap Mbara tersenyum kecil lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Raygan.


Melihat tingkah Mbara, Raygan hanya tersenyum kecil sambil mengeleng kepalanya. Sedangkan Naura langsung membawa bekal Raygan ke sofa. Dia menata makan siang untuk Raygan dengan rapi di atas meja.


"Ayo, Sayang. Kau makan dulu," ucap Naura tersenyum.


"Terima kasih," ucap Raygan tersenyum lalu menyantap makanannya dengan lahap.


"Kau sudah makan?" tanya Raygan melihat Naura hanya diam saja.


"Aku masih kenyang. Kau makan saja dulu,"


"Ayo makanlah. Sedikit saja," ucap Raygan menyuapi Naura.


Tidak mau menolak, Naura langsung menerima suapan Raygan. Mereka berdua makan siang bersama sambil bercanda ria. Raygan selalu memperlakukan Naura dengan sangat baik sehingga Naura selalu merasa nyaman di sampingnya.


"Sayang!" ucap Naura menyandarkan kepalanya di bahu Raygan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Raygan merentakkan tangannya dan merangkul Naura dengan mesra.


"Akhir minggu ini kita berkunjung ke makam mama dan papa ya. Aku juga ingin melihat mension peninggalan mereka,"


"Baiklah! sesuai janjiku kita akan berbulan madu di sana. Aku akan mengambil cuti selama seminggu penuh, agar kau bisa mengelilingi kota kelahiranmu sepuas hatimu,"


"Benarkah!" ucap Naura tersenyum bahagia.


"Memangnya wajah suamimu ini ada tampang pembohongnya?" ucap Raygan tersenyum sambil mencium wajah Naura.


"Terima kasih, Sayang," ucap Naura memeluk Raygan.


"Sayang!" ucap Raygan menatap lekat Naura.


"Em!"


"Aku sudah menghubungi dokter kandungan. Kita cek keadaan kandunganmu ya," ucap Raygan pelan agar Naura tidak tersinggung.


"Baiklah!" ucap Naura tersenyum.


"Maaf!"


"Untuk apa?"


"Aku mengerti. Sama sepertimu aku juga mengharapkan kehadiran buah cinta kita. Aku mau mengatakan sesuatu kepadamu,"


"Apa!"


"Selama menjalin rumah tangga dengan Gabryel aku mengunakan pengaman. Bukannya aku tidak mau melahirkan anak Gabryel. Tapi aku tidak ingin membuat anak yang tidak bersalah terkena dampak masalah kami. Aku tau Gabryel menikahiku hanya untuk memenuhi tangung jawabnya saja. Dia tidak pernah mencintaiku ataupun mengharapkan kehadiranku. Apa aku salah jika aku menjaga diriku?" Tanya Naura menatap lekat wajah Raygan dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak! kau tidak salah. Apa yang kau lakukan demi kebaikanmu dan menjaga perasaan anak yang tidak bersalah," ucap Raygan membelai lembut wajah Naura.


"Terima kasih! Terima kasih karena selalu mengerti diriku," ucap Naura mengengam tangan Raygan lalu menciumnya dengan lembut.


"Itu sudah menjadi tugasku. Lalu apa kita masih perlu memeriksa kandunganmu?"


"Tentu saja! aku tidak mau keduluan oleh Icha dan Mbara. Jadi aku akan menyiapkan kandunganmu agar cepat bisa mengandung buah cinta kita. Aku yakin semua orang pasti juga sama seperti kita. Mereka ingin melihat Raygan junior secepatnya,"


"Tapi sayangnya bulananmu menggangu. Aku berharap bulan depan dia tidak datang lagi," ucap Raygan kesal.


"Aamiin!" ucap Naura mengaminkan.

__ADS_1


...----------------...


Karena tugasnya menjaga dan melindungi Naura telah selesai, Rocky mulai menikmati kehidupannya. Terlebih lagi beberapa perusahaan orang tua Naura telah dia serahkan kepada Ronal. Membuat Rocky mempunyai lebih banyak waktu untuk berkelana mencari cintanya.


"Ha... ha... ternyata enak juga menikmati hidup tanpa beban. Dulu aku selalu menghabiskan waktuku dengan tumpukan dokument yang menusingkan itu. Sekarang waktunya Ronal yang menggantikan posisiku," ucap Rocky tertawa bahagia sambil menengak anggur merah di tangannya.


"Ingat umurmu! kau sudah tua. Jangan terlalu banyak minum," ucap Ronal tiba-tiba muncul tanpa sepengetahuan Rocky.


"Kau mengikutiku?" ucap Rocky menatap kesal Ronal.


"Tidak! aku kebetulan saja melihatmu di sini. Lagian ini bar favoritku. Jadi buka aku yang mengikutimu. Tapi kau yang mengikutiku," ucap Ronal santai lalu mencomot minuman Rocky.


"Gila! ternyata kau sering ke sini. Aku kira kau suami yang sholeh," ucap Rocky terkekeh kecil.


"Aku ke sini hanya minum dan merilekskan pikiranku. Aku tidak pernah tertarik dengan wanita di sini,"


"Benarkah? tapi apa wanita di sini cantik-cantik?" tanya Rocky memperlihatkan wajah genitnya.


"Apa kau ingin melepas perjakamu dengan wanita malam?"


"Sudah kubilang aku sudah tidak perjaka. Aku memang selalu menghabiskan waktu ku dengan bekerja. Tapi aku juga pria dewasa yang butuh sentuhan," ucap Rocky kesal sambil menenggak anggur merah di tangannya.


"Aku sarankan lebih baik kau mencari istri saja. Jandapun tidak masalah yang penting dia bisa menghargaimu,"


"Tapi sayangnya aku tidak tergoda dengan janda ataupun gadis,"


"Jadi? kau mau yang gimana?"


"Aku rasa istri orang lebih menantang dan juga menyenangkan," ucap Rocky tersenyum sinis.


"Kau gila!"


"Aku tidak gila. Aku hanya ingin menguji nyali saja,"


Mendengar ucapan Rocky, Ronal hanya mengeleng kecil. Dia tau seperti apa Rocky jika Rocky Ardika sudah berkehendak. Maka apapun yang dia inginkan pasti dia dapatkan. Namun, yang Ronal bingungkan siapa wanita yang di maksud Rocky. Apa Rocky sudah mendapat incarannya?


"Sudahlah! aku mau menikmati malam indah indah ini," ucap Rocky bangkit dari duduknya lalu mencoba mendekati wanita-wanita cantik di clab itu.


Melihat tingkah sahabatnya yang sedang di masa puber kedua, Ronal hanya membuang napasnya pelan. Dia kembali menengak minumannya sambil menikmati kesendiriannya. Semenjak Rini di jebloskan ke penjara Ronal lebih sering minum di luar untuk merilekskan pikirannya.


Apalagi melihat perubahan Gabryel yang drastis membuat pikiran Ronal semakin menjadi. Dia menghawatirian keadaan Elara yang membutuhkan sosok ibu. Sedangkan Gabryel sudah tidak mau membuka hatinya kepada wanita lain lagi. Hancurnya pernikahannya dengan Naura membuat Gabryel engan untuk menjalin pernikahan lagi. Walaupun dalang dari kehancuran itu adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2