Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 59


__ADS_3

"Ma! Apa mama sudah dapat kabar dari mereka?" tanya Elisa penasaran dengan hasil suruhan sang mama mertuanya itu.


"Kau tenang saja. Sebentar lagi kita pasti dapat kabar baik dari mereka," ucap Rini tersenyum sinis sambil menganti siaran TV.


"Kabar baik apa?" tanya Gabryel tiba-tiba keluar dari ruangannya.


"Itu, Nak. Dokter akan segera memberikan kabar baik atas perkembangan janin Elisa. Kamu sih, tidak pernah mau ikut mengantar Elisa untuk memeriksa kandungannya," ucap Rini mencari alasan.


"Oh!" ucap Gabryel singkat lalu kembali melangkahkan kakinya menuju dapur tanpa melirik Elisa sama sekali.


Melihat sikap Gabryel yang tidak pernah menatapnya, Elisa hanya mampu menghentakkan kakinya kesal. Rini yang mengetahui suasana hati menantunya itu hanya mampu membuang napasnya pelan.


"Kau tenang saja. Sebentar lagi Gabryel akan kembali ke tanganmu," ucap Rini mengelus lembut rambut Elisa.


"Ini semua karna wanita mandul itu. Aku harap orang-orang itu telah menyiksanya dulu sebelum membunuhnya," ucap Elisa mengepalkan tangannya geram.


"Kau tenang saja. Pasti saat ini wanita mandul itu sedang menikmati penderitaannya sebelum menutup matanya," ucap Rini.


Mendengar ucapan sang mama mertua, Elisa hanya tersenyum sinis lalu memancarkan tatapan kemenangannya.


...----------------...


Ronal duduk diam sambil menatap wajah Naura yang di tutupi masker oksigen. Tanpa bertanya kepada para brandal itu, Ronal dapat menebak siapa dalang di balik perencanaan pembunuhan Naura. Namun, dia tidak boleh gegabah. Dia harus tenang dan membiarkan Rocky melakukan tugasnya.


Ronal kini tidak perduli lagi jika sampai Rocky akan membunuh Rini dan Elisa saat ini juga. Karna baginya yang salah tetap bersalah. Walaupun pelaku kejahatan itu adalah istri dan menantunya sendiri. Lagi pula kelakuan Rini dan Elisa kini telah kelewatan batas. Jadi mereka pantas mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka.


"Ray! Maafkan aku," gumam Naura pelan sambil menitikkan air matanya.


"Nyonya! Kau sudah sadar?" ucap Ronal bangkit dari duduknya sambil mengengam tangan Naura.


"Dokter!" teriak Ronal mencoba memangil dokter untuk memeriksa keadaan Naura.

__ADS_1


Mendengar pangilan Ronal, dokter yang menangani Naura langsung berlari memasuki ruang rawat Naura beserta suster. Dengan cepat dokter memeriksa keadaan Naura dan menghembuskan napasnya lega.


Karena menurutnya kemungkinan Naura untuk selamat sangatlah kecil. Mengingat luka tusukan di perut Naura yang cukup dalam dan mengeluarkan cukup banyak darah. Namun, karena kekuatan Naura yang tetap ingin bertahan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.


"Ini adalah mukjizat.Kami tidak menyangka Nyonya bisa sembuh secepat ini," ucap Dokter menatap Naura dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.


"Syukurlah! aku tau Nyonya muda sangat kuat. Aku mohon sadarlah. Begitu banyak orang yang menunggu kesadaranmu," ucap Ronal mengelus rambut Naura sambil mencium keningnya lembut.


"Raygan! Maafkan aku," gumam Naura kembali sehingga membuat semua orang yang di sana saling lempar tatapan.


"Apa kita bisa bicara sebentar, Tuan?" tanya dokter menatap Ronal.


"Bisa, Dok," ucap Ronal mengikuti langkah dokter keluar dari ruangan Naura.


"Ada apa, Dok?" tanya Ronal sesampainya di luar ruangan Naura.


"Sepertinya anda harus membawa Tuan Raygan untuk menemui, Nyonya. Karna hanya itu cara agar nyonya bisa cepat sembuh dari komanya," jelas Dokter itu.


"Baik, Dok. Saya akan membicarakan ini dengan Rocky terlebih dulu," ucap Ronal mengaguk mengerti.


"Baiklah! saya mengerti. Tapi saya harap anda jangan menunda-nunda hal ini. Karena akan berpengaruh besar pada kesembuhan Nyonya," ucap Dokter itu memperingatkan.


"Baik, Dok. Saya akan mengambil keputusan secepatnya," ucap Ronal menganguk mengerti.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dokter pamit undur diri.


"Baik, Dok!" ucap Ronal lalu menghempaskan bokongnya di kursi tunggu.


Ronal mengusap wajahnya kasar sambil berpikir apa yang harus dia lakukan saat ini. Jujur saja dia sangat mendukung hubungan Naura dan Raygan. Karena dia tau betul bagaimana besarnya cinta Raygan kepada Naura. Namun, bagaimana dengan Rocky? Apa dia bisa menerima Raygan menjadi bagian dari mereka?


...----------------...

__ADS_1


Rocky menatap tajam pria berbadan tegap di depannya. Dia berlahan memainkan belatinya di wajah pria itu. Pria yang tadinya terlihat sangat garang saat berhadapan dengan Naura kini tidak jauh berbeda dari seekor kucing yang sedang ketakutan. Dia menatap belati Rocky yang terus menari di wajahnya sambil gemetar ketakutan.


"Jika kau tidak bisa di perlakukan dengan kasar. Maka, aku akan memperlakukanmu dengan sangat lembut. Aku akan menguliti tubuhmu dengan lembut dan hati-hati," ucap Rocky mengeluarkan senyuman iblisnya.


"Ja... jangan, Tuan. Maafkan aku. Aku hanya menjalankan perintah dari seseorang," ucap pria itu gemetar ketakutan.


"Katakan siapa yang menyuruhmu," ucap Rocky menatap tajam pria itu.


"Katakan atau aku akan mengeluarkan lidahmu itu dengan tanganku," ucap Rocky kembali.


"Saya diperintah oleh Nyonya Patrick dan juga menantunya, Tuan. Saya mohon maafkan saya. Saya punya istri dan anak, Tuan. Bahkan anak saya masih sangat kecil," ucap pria itu bersimpuh di kaki Rocky.


"Apa kau juga memikirkan siapa saja yang menunggu kepulangan Nyonya muda? Wanita yang hampir mati karena ulahmu," ucap Rocky mencengkram keras rahang pria itu.


"Tidak 'kan? jadi aku juga tidak peduli siapa yang menunggu kepulanganmu," ucap Rocky melemparkan tubuh pria itu ke sembarangan arah.


"Bakar gedung ini. Biarkan para bedebah ini hangus tanpa sisa," ucap Rocky melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


"Jangan, Tuan. Jangan bakar kami. Kami menyesal, Tuan," ucap para brandal itu penuh permohonan.


Namun, tidak ada sedikitpun rasa kasihan muncul di hati Rocky beserta anak buahnya. Para anak buah Rocky langsung menyirami gedung itu dengan minyak tanah. Bahkan mereka juga membasahi tubuh semua brandal itu dengan minyak tanah, baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati.


"Bakar!" perintah Rocky tersenyum sinis setelah melihat seluruh anak buahnya keluar dari dalam gedung itu.


Mendengar perintah dari Rocky, anak buahnya langsung menyalahkan korek api dan melemparkan ke gedung itu. Dengan sekejap gedung tua itu langsung di lahap sang jago merah itu. Mendengar para berandal yang ada di gedung itu berteriak histeris Rocky langsung merasa sangat puas dan tersenyum sinis.


"Berani kau mengusik keluarga Leonard. Itu sama saja kau memangil malaikat mautmu sendiri," ucap Rocky meningalkan gedung itu bersama para anak buahnya.


Selama di perjalanan, Rocky nampak berpikir. Apa yang harus dia lakukan saat ini. Karena, dia telah mengetahui jika dalang di balik rencana pembunuhan Naura adalah Rini istri dari sahabat sekaligus tekan kerjanya. Walaupun dia tau jika Ronal sangat profesional dalam bekerja. Namun, dia tetap merasa khawatir jika Ronal akan membela istrinya.


Bersambung.....

__ADS_1



__ADS_2