
Tidak terasa acara dansa akhirnya di mulai. Gabryel dan Elissa terlihat sedang berdansa di depan para tamu. Melihat berlahan para tamu ikut bergabung dengan pasangan mereka masing-masing. Raygan langsung berlahan menatap Naura dan mengajaknya berdansa bersama.
"Apa kau mau berdansa denganku?" ucap Raygan.
"Tapi, aku tidak bisa berdansa." ucap Naura.
"Tidak apa-apa. Aku akan menuntunmu." ucap Raygan mengengam tangan Naura lalu membawanya bergabung bersama pasangan lainnya.
Berlahan Raygan melingkarkan tangannya di pingang Naura. Naura yang merasakan sentuhan Raygan berlahan merasakan getaran yang berbeda. Naura adalah wanita dewasa yang sudah lama tidak merasakan sentuhan lembut, jadi wajar saja dia merasakan getaran yang berbeda saat Raygan menyentuhnya.
"Sekarang lingkarkan tanganmu di leherku." bisik Raygan di telinga Naura sehinga hembusan napas Raygan berhasil menempus kulit Raygan.
Naura berusaha menahan gairahnya sambil menelan ludahnya kasar. Dia berlahan melingkarkan tangannya di leher jenjang Raygan lalu menatap wajah tampan Raygan dengan lekat.
"Dia tampan sekali." batin Naura menatap kagum ketampanan Raygan yang bisa dia nikmati dari dekat.
"Kau cantik sekali. Hanya pria bodoh yang bisa menyia-nyiakan wanita secantik dirimu." ucap Raygan tersenyum sambil menatap kagum kecantikan Naura.
Mendengar pujian Raygan, Naura hanya mampu tersenyum kecil sambil menunduk malu. Melihat sikap Naura yang malu-malu, Raygan langsung terkekeh kecil.
Yulia yang menatap Raygan dan Naura berdansa bersama hanya mampu tersenyum kecil. Sebagai seorang ibu, Yulia merasa sangat bahagia ketika putranya bisa tersenyum lepas seperti saat ini. Tapi, tiba-tiba kebahagiaan Yulia langsung sirna ketika Rini mendekatinya.
"Hai, Nyonya Wilona. Terima kasih karna anda telah menyempatkan waktu anda untuk menghadiri undangan kami." ucap Rini tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama, Nyonya Patrick. Suatu kehormatan untuk saya bisa hadir di pesta anda." ucap Yulia tersenyum.
"Sepertinya putra anda sangat dekat dengan calon menantu saya."
"Em! Seperti yang anda lihat."
"Maaf ya, Nyonya. Bukannya saya mau ikut campur dengan urusan keluarga anda. Tapi, saya hanya ingin memberi saran lebih baik nyonya pisahkan saja mereka. Sebelum terlambat nyonya." ucap Rini dengan mode nyinyirnya.
"Maksud nyonya apa ya?"
"Apa nyonya mau jika putra nyonya nanti tidak memiliki keturunan. Naura itu mandul lo."
"Kalau itu aku gak peduli amat nyonya. Lagian jaman sekarang sudah jaman modern. Banyak cara untuk bisa mendapatkan anak." ucap Yulia sehingga membuat Rini terdiam.
"Siapa yang bilang jika Kak Naura mandul? Memang nyonya sudah memeriksanya?" ucap Icha langsung main nyosor saja.
"Belum sih! Tapi, kalian lihat sendiri'kan. Gabryel dan Naura sudah lama menikah. Tapi, sampai sekarang Naura tidak hamil juga. Sedangkan Elissa yang baru menikah beberapa bula dengan Gabryel langsung isi tuh. Jadi sudah pastikan jika Naura yang salah." ucap Rini.
"Apa nyonya bisa pastikan, jika bayi yang ada di dalam kandungan Elissa itu benih dari putra nyonya?" ucap Icha dengan berani.
"Maksudmu apa?" ucap Rini geram dengan ucapan Icha.
"Apa nyonya tidak sadar jika menantu nyonya itu bukan wanita baik-baik. Jika benar jika dia wanita baik-baik mana mungkin dia mau jadi pelakor." ucap Icha dengan penuh penekatan di akhir kata-katanya.
__ADS_1
"Elissa itu bukan pelakor ya. Dia itu bahkan mau menjadi istri kedua Gabryel. Tapi, Naura saja yang kegedean gengsi dan memilih untuk bercerai." ucap Rini membela Elissa.
"Ya tentu lah Kak Naura mau cerai. Siapa yang mau terus-terusan berada di dalam neraka dunia, yang nyonya ciptakan bersama putra nyonya itu." ucap Icha geram.
"Maksudmu apa?" ucap Rini menatap tajam Icha.
"Aku tau semua yang sudah kalian lakukan kepada Kak Naura. Bahkan aku punya hasil visum Kak Naura saat masuk rumah sakit. Bahkan aku punya laporan hasil tes trauma Kak Naura karna ulah kalian." ucap Icha dengan berani.
"Jika sekali lagi saya mendengar nyonya mrnjelek-jelekkan Kak Naura. Maka, jangan salahkan saya jika saya membongkar semua kedok nyonya selama ini." ucap Icha menatap remeh Rini.
"Kau mengancam saya?" ucap Rini tidak terima.
"Tidak! Saya hanya memperingatkan nyonya. Aku harap nyonya jangan bertindak gegabah. Atau semua media yang selalu memuji anda dengan nama mertua idaman akan berubah menjadi mertua terkejam." ucap Icha tersenyum sinis.
"Maaf nyonya. Saya menyayangi Naura seperti putri saya sendiri. Jika putra saya mencintainya maka, tidak ada alasan untuk saya memisahkan mereka. Karna saya tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan menantu seperti Naura." ucap Yulia tersenyum.
"Bagi saya tidak ada yang penting selain kebahagiaan putra saya. Jadi saya tidak akan memaksakan kehendak saya kepada putra saya. Karna apa yang saya mau belum tentu yang terbaik untuknya." ucap Yulia tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya meningalkan Rini.
"Denger tu. Jadi emak kok egois amat." ucap Icha tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya mengikuti Yulia.
Mendengar ucapan Yulia, Rini langsung mengepalkan tangannya geram. Bukannya sadar Rini malah semakin menjadi, dia semakin membenci Naura dan ingin menghancurkan kehidupan Naura.
Bersambung.....
__ADS_1