
Naura terdiam seorang diri di taman belakang mension Raygan. Dia menatap semua kumbang dan kupu-kupu yang berterbangan dengan tatapan kosong. Dengan pernyataan cinta Raygan kepadanya membuat Naura menjadi semakin binggung.
Trauma dan luka di masa lalu membuatnya engan untuk membuka hatinya kembali. Namun, dia bisa melihat cinta yang begitu besar yang selalu terpancar dari mata Raygan. Hal itulah yang membuat Naura semakin sulit untuk memilih jalan hidupnya.
Terlebih lagi melihat cara Raygan untuk membersihakan nama baiknya. Membuat Naura semakin binggung harus berbuat apa. Apakah dia akan mencoba membuka hatinya kepada Raygan atau malah terus larut dalam rasa traumanya akan cinta?
Raygan yang baru pulang dari kantornya tidak segaja melihat Naura yang duduk seorang diri. Dia berusaha memberanikan dirinya untuk mendekati Naura. Dia duduk di samping Naura sambil menatap wajah Naura yang terus pokus ke depan.
"Ra!" ucap Raygan sehingga membuat Naura tersadar dari lamunannya.
"Ia!" ucap Naura menatap Raygan yang telah duduk di sampingnya.
"Kau sedang apa sendirian di sini? Apa kau ada masalah?"
"Em, Tidak! Aku hanya ingin menenangkan pikiranku saja. Kau sudah pulang kantor?"
"Sudah! Aku sengaja pulang cepat agar bisa bertemu denganmu,"
"Ada apa?"
"Aku ingin bicara denganmu soal perasaanku kepadamu," ucap Raygan menatap lekat wajah Naura.
Mendengar ucapan Raygan, Naura langsung mengerutkan keningnya menatap Raygan binggung.
"Aku tau kau masih trauma dengan pernikahan pertamamu. Tapi kau tenang saja, aku tidak akan memaksakan perasaanmu kepadaku. Aku akan bersedia menunggu sampai kau bisa membuka hatimu kembali. Tapi aku mohon, jangan pernah jauhi aku karna perasaanku kepadamu," ucap Raygan mengengam tangan Naura sambil menatapnya dengan penuh permohonan.
"Aku tidak akan pernah menjauhi malaikat yang telah dikirimkan Allah kepadaku. Aku tau kau sangat mencintaiku. Bahkan aku merasa sangat istimewa dengan semua perlakuanmu kepadaku. Tapi apa bisa aku meminta sesuatu kepadamu?"
"Apa? Apapun yang kau minta aku akan berusaha untuk mengabulkannya,"
"Walaupun itu nyawamu?"
Mendengar ucapan Naura, Raygan langsung menatapnya dengan lekat.
__ADS_1
"Ia! Apapun yang membuatmu bahagia akan aku lakukan. Karna bagiku kaulah kehidupanku yang sebenarnya,"
"Jika aku boleh tau apa yang kau cintai dariku?"
"Aku mencintaimu bukan karna kecantikanmu. Karena aku tau kecantikan hanyalah titipan yang bisa hilang kapan saja. Tapi aku mencintaimu kerna hatiku berkata kaulah wanita yang terbaik untukku. Jadi aku tidak punya alasan untuk mencintaimu, dan aku juga tidak punya alasan untuk berhenti mencintaimu" ucap Raygan menatap lekat netra mata Naura.
"Tapi yang aku tau kaulah sumber kebahagiaanku. Kaulah kekuatanku, aku akan merasa bahagia jika kau bahagia. Dulu aku pernah tidak percaya lagi akan cinta. Bahkan aku tidak mau lagi mengenal apa itu cinta. Tapi setelah melihatmu pemikiranku langsung berubah. Aku langsung tau apa itu arti cinta yang sebenarnya. Cinta yang membutuhkan perjuangan dan begitu banyak pengorbanan. Sehingga kita bisa menghargai apa itu cinta sejati. Cinta tidak bisa di hargai dengan uang ataupun harta lainnya. Tapi cinta bisa di hargai dengan perjuangan dan pengorbanan. Naura aku sangat mencintaimu, kaulah hidupku. Jadi aku akan melakukan apapun agar kau bisa bahagia bersamaku,"
Mendengar ucapan Raygan, hati Naura langsung luluh seketika. Dia menatap Raygan dengan penuh haru karena baru kali ini dia merasa sangat istimewa seperti ini.
"Apa aku boleh meminta sesuatu darimu?"
"Apa?"
"Boleh kau tuntun aku untuk mencintaimu?" tanya Naura sambil mengengam tangan Raygan.
Mendengar permintaan Naura, Raygan langsung membulatkan matanya terkejut. Dia menatap Naura dengan penuh rasa tidak percaya. Dia memberanikan diri untuk menyentuh wajah Naura lalu menanatapnya dengan penuh cinta.
"Tentu saja! Aku akan membuatmu sangat istimewa, sehingga kau lupa jika kau pernah menderita sebelumnya. Aku akan menunjukkan cinta yang sesungguhnya kepadamu," ucap Raygan menangkupkan kedua tangannya di wajah Naura.
"Apa aku boleh meminta sesuatu lagi kepadamu?" tanya Naura dengan mata berkaca-kaca.
"Apa?"
"Apa boleh aku meminjam bahumu?"
"Tentu saja! Kau boleh mengunakannya kapanpun yang kau mau," ucap Raygan tersenyum sambil mengelus wajah cantik Naura.
Mendengar persetujuan Raygan, Naura langsung menyadarkan kepalanya di bahu Raygan. Dia meneteskan air matanya yang selama ini berusaha dia pendam seorang diri. Melihat itu, Raygan dengan lembut mengelus rambut panjang Naura. Dia membiarkan Naura menumpahkan semua kesedihannya selama ini dia pendam di dalam hatinya.
"Menangislah! Menangislah sepuasmu. Tumpahkan semua kesedihan yang kau pendam selama ini," Ucap Raygan mencium lembut puncak kepala Naura.
Naura menumpahkan semua kesedihan yang dia bawa selama ini di bahu Raygan. Raygan dengan penuh kesabaran menenangkan Naura dan memberi semangat untuknya. Namun, tanpa Raygan sadari dia juga meneteskan air matanya melihat kesedihan yang Naura pendam selama ini.
__ADS_1
Mereka berdua larut di dalam kesedihan hingga tanpa mereka sadari Icha, Mbara dan Yulia yang menguping pembicaraan mereka juga larut dalam kesedihan.
"Hiks... Hikss... Apa seperti itu cinta yang sebenarnya? Cinta mereka membuatku ingin menangis hiks....hikkss," ucap Icha sambil menagis kesegukan di dalam pelukan Mbara.
"Hiks... Kau benar! Cinta mereka saling melengkapi kekurangan mereka satu sama lain," ucap Mbara meneteskan air matanya sambil memeluk erat tubuh Icha.
"Akhirnya dua insan yang saling terluka menemukan cinta sejati mereka. Mama berharap kau bisa bahagian selamanya bersama pilihanmu, Ray," gumam Yulia mentap kebahagiaan putranya dengan mata berkaca-kaca.
"Kalian kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Candra dengan panik melihat semua orang sedang menangis.
"Deddy sudah pulang? Maaf Mommy terlalu asik melihat kebahagiaan putra kita," ucap Yulia menghampiri suaminya itu.
"Ternyata itu. Deddy kira tadi terjadi sesuatu," ucap Candra membuang napasnya lega, setelah melihat penampakan yang membuat semua orang menangis.
"Eh! Kenapa kau memeluk keponakanku? Apa kau sudah bosan hidup?" ucap Candra menatap Mbara.
"Ma.. Maaf, Tuan," ucap Mbara gugup lalu melepaskan pelukannya.
"Paman mengangu acara saja. Lebih baik paman peluk bibi saja," oceh Icha lalu memeluk Mbara kembali.
Mendengar ocehan keponakannya itu, Candra langsung terdiam tak berkutik. Melihat itu Yulia langsung tersenyum lalu menarik Candra menjauh dari sana secara diam-diam.
"Biarkan mereka mencari cinta mereka masing-masing," bisik Yulia tersenyum sambil memeluk suaminya.
"Kau benar. Kita akan membiarkan mereka mencari cinta mereka. Sedangkan kita akan menikmati cinta kita," ucap Candra tersenyum lalu membawa Yulia kedalam gendongannya.
"Sayang!" ucap Yulia tersenyum malu lalu menengelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Candra langsung membawa Yulia ke dalam kamar mereka. Mereka saling memadu kasih di dalam sana tanpa ada ganguan sedikitpun. Bagi Candra umur boleh tua, tapi kemesraan dengan istri itu yang utama.
Bersambung....
*****
__ADS_1