Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
part 65


__ADS_3

Gabryel menatap lekat Naura yang terbaring lemah di atas bangsalnya. Dia tidak menyangka jika sang mama sampai senekat itu. Bahkan Rini sampai tega untuk menyuruh pembunuh bayaran itu untuk membunuh Naura. Berlahan Gabryel menatap ke arah kaki Naura yang masih di penuhi luka lembam. Walaupun sudah memudar tapi luka memar itu masih terlihat dengan jelas.


Melihat luka itu, ingatan Gabryel langsung menuju ke masa-masa dia menyiksa Naura. Dia selalu menjadikan Naura menjadi bantalan tinjunya. Bahkan dia juga sering memukul Naura mengunakan tali pigangnya. Gabryel berusaha membuat napasnya kasar. Dia berusaha membuang semua ingatannya itu sambil mengengam tangan Naura.


"Ra! kau cepat bangun. Ray sedang menungumu. dia sangat menghawatirkanmu," ucap Gabryel menatap lekat wajah Naura.


"Maafkan aku! maafkan aku karena pernah menyakitimu. Aku menyesal, aku ingin mempertangung jawabkan semua kesalahanku kepadamu. Aku akan membiarkanmu hidup bersama kebahagiaanmu. Bersama Ray, pria yang sangat mencintaimu. Bahkan dia jauh lebih baik dariku. Dia selalu memperlakukanmu seperti ratu. sangat berbeda denganku," ucap Gabryel dengan mata berkaca-kaca.


"Naura membutuhkan Ray. Dia butuh dukungan dari Ray," ucap Ronal menatap Naura sambil mengusap punggung Gabryel.


"Lalu kenapa papa tidak mempertemukan Ray, dengan Naura. Aku yakin jika Ray di sini dia akan membuat Naura memiliki semangat untuk sadar, Pa,"


"Papa tidak boleh bertindak sendirian, Nak. Papa harus mendapat persetujuan dari Rocky," ucap Ronal menunduk sedih.


Dia sangat menghawatirkan Naura, karena sampai sekarang Rocky belum memberikan keputusan tentang hubungan Naura dengan Ray.


"Kenapa, Pa? Bukankah papa tau sendiri bagaimana Ray? bahkan dia sudah banyak berkorban untuk Naura,"


"Papa tau! tapi kami tidak boleh gegabah. Kami tidak mau jika Naura gagal dalam pernikahannya untuk yang kedua kalinya. Lagipula Naura akan mewarisi kekayaan keluarga Leonard. Maka tidak sembarang pria yang bisa bersanding dengannya,"


"Lalu kenapa papa selama ini tidak mengatakannya kepada Gabryel? Kenapa Papa menyembunyikan semuanya?"


"Karena papa melihat kau sama sekali tidak menyukai Naura. Bahkan aku sudah beberapa kali menasehatimu untuk menghormati Naura. Tapi apa? kau sama sekali tidak pernah mendengarkan ucapan papa," ucap Ronal mengusap punggung Gabryel.


"Lagi pula kau sangat beruntung karena kau berpisah dengan Naura sebelum kedatangan Rocky. Jika tidak! papa tidak akan bisaembayangkan bagaimana nasibmu saat ini," ucap Rocky kembali.


"Rocky?" tanya Gabryel mengerutkan keningnya binggung.

__ADS_1


"Rocky adalah asisten pribadi sekaligus kepercayaan Tuan Leonard. Dia juga sahabat sekaligus rekan kerja papa. Dia di percayakan Tuan Leonard untuk mengurus kekayaannya dan juga putrinya satu-satunya, yaitu Nyonya Muda Naura," jelas Ronal menceritakan semuanya kepada Gabryel tanpa ada ketigalan sedikitpun.


"Lalu kapan mereka akan di pertemukan, Pa? Aku takut jika kalian terus menunda-nudanya aku takut... " ucap Gabryel tidak sanggup melanjutkan perkataannya lagi.


"Mereka akan segera bertemu. Setelah pria itu membuktikan jika nyonya muda memang pantas bersanding denganya," ucap Rocky tiba-tiba masuk ke ruangan Naura.


Dia menatap Gabryel dengan penuh kebencian. Dia langsung bisa membayangkan bagaimana menderitanya Naura selama menjadi istri Gabryel. Jika Ronal tidak ada di sana, sudah di pastikan Rocky akan menghabisi Gabryel dengan tangannya sendiri.


"Maksudmu apa?" ucap Ronal menatap Rocky sambil mengerutkan keningnya binggung.


"Kalian lihat saja nanti," ucap Rocky tersenyum sinis.


"Paman! apa aku bisa meminta sesuatu darimu?" ucap Gabryel mencoba memberanikan diri.


"Apa yang membuatmu yakin jika aku akan mengabulkan permintaanmu? setelah semua yang kau lakukan kepada nyonya muda selama ini," ucap Rocky menatap Gabryel penuh amarah.


"Kau beruntung karena kau putra sahabatku. Jika tidak sudah ku pastikan kau akan mati mengenaskan di tanganku,"


Melihat tatapan iblis Rocky, nyali Gabryel langsung menciut. Dia menunduk ketakutan tidak berani menatap Rocky. Melihat itu Ronal hanya mampu menelan ludahnya kasar. Dia tidak tau harus berbuat apa. Dia tau jika Gabryel salah, jadi wajar saja Rocky berkata seperti itu kepadanya.


"Aku mohon ringankan hukuman mama! aku tau mama salah. Tapi aku mohon ringankan hukumannya. Jangan siksa dia, aku yakin jika Naura tau pasti dia pasti akan sangat kecewa," ucap Gabryel bersimpuh di kaki Rocky.


"Apa kau juga akan sama seperti putramu ini?" tanya Rocky menatap tajam Ronal.


"Aku tidak bisa berkata apapun. Karena semua keputusan ada di tanganmu. Tapi apa yang di katakan putraku ada benarnya juga. Aku tau seperti apa nyonya muda, jika dia tau kita membunuh Rini secara mengenaskan pasti dia akan sangat kecewa. Lebih baik kita jangan mengambil keputusan terlebih dulu sebelum nyonya sadar," ucap Ronal memberikan pendapat.


Mendengar ucapan Ronal, Rocky hanya diam sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Naura.

__ADS_1


"Jangan pernah mencoba untuk menghianatiku. Atau kau akan tau akibatnya," ucap Rocky dingin sambil menatap Ronal dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


...----------------...


"Tuan, saya mendapat kiriman rekaman ini dari nomor yang tidak di kenal," ucap Mbara menghampiri Raygan yang sedang berada di ruangannya.


"Putar!" ucap Raygan datar tanpa ekspresi.


Raygan langsung mengepalkan tangannya geram ketika mendengar rekaman suara itu. Ternyata rekaman itu berisi pembicaraan Rocky dengan ketua pembunuh bayaran itu. Di mana di sana terdapat informasi jika Elisa dan Rini lah yang telah membayar pembunuh bayaran untuk membunuh Naura.


"Sial! ternyata mereka dalang dari semua ini," ucap Raygan mengepalkan tangannya geram sambil memancarkan aura kemarahan yang sangat besar.


"Pangil semua pengawal keluarga Wilona. Cari wanita iblis itu sampai dapat," perintah Raygan dengan raut wajah yang sangat menyeramkan.


"Ba... baik, Tuan!" ucap Mbara menunduk ketakutan melihat ekspresi wajah Raygan.


Sebagai seorang sahabat yang selalu mendampinginya selama bertahun-tahun. Baru kali ini dia melihat kemarahan Raygan yang begitu besar. Rasanya dia tidak percaya jika yang di depannya saat ini adalah Raygan sahabat sekaligus tuan mudanya.


Sebaik dan sesabar apapun seseorang pasti memiliki batas kesabaran. Jika selalu di ganngu dan di usik pasti suatu hari mereka akan membalas perbuatanmu jauh lebih kejam dari pada yang kau bayangkan.


Sama seperti Raygan saat ini. Walaupun selama ini dia hanya diam atas tingkah Elisa dan Rini, tapi mereka terus mencari masalah dan mengali kuburannya sendiri. Kali ini perbuatan mereka telah melewati batas. Sehingga tanpa mereka sadari mereka telah membangunkan sisi iblis Raygan yang telah lama bersemayam di tubuhnya.


Mbara langsung mengerakkan seluruh pengawal keluarga Wilona. Dia menyuruh para pengawalnya untuk menculik Elisa dan membawanya ke hadapan tuan muda mereka. Para pengawal yang mendengar itu langsung bertindak cepat. Mereka menyusun rencana dan membagi mereka menjadi beberapa kelompok dengan tugas yang berbeda-beda.


"Rasakan penderitaan yang akan datang menghampirimu. Kau salah karena berani mengisik wanitaku," batin Raygan geram sambil mengepalkan tangannya penuh amarah.


Bersambung.....

__ADS_1



__ADS_2