Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 16


__ADS_3

Gabryel duduk termenung seorang diri di dalam kamarnya. Ternyata dugaannya salah besar, sampai sekarang Naura tidak kembali ke mensionnya. Dia menatap surat pangilan dari pengadilan yang di berikan Naura sebelum pergi kepadanya.


"Kau berani bermain-main denganku. Kita lihat saja, siapa yang menang dalam permainan ini." batin Gabryel meremas surat yang ada di tangannya.


Sebagai pasangan yang selalu jadi sorotan semua orang, mendengar kabar perceraian Gabryel dengan Naura membuat dunia maya menjadi heboh. Banyak pertanyaan yang terlontar di akun instagram Gabryel. Terlebih pagi dengan kehadiran Elissa yang selalu menempel kepada Gabryel membuat banyak sindiran-sindiran kasar keluar dari mulut para pengagum panatik hubungannya dengan Naura.


"Siapkan harto gono gini yang besar untuk Naura. Aku tidak mau jika dia keluar dari sini tanpa membawa uang sepeserpun." ucap Gabryel menghubungi pengacaranya.


"Apa! Kenapa kau memberikan harta gono-gini kepadanya. Bukankah dia sendiri yang ingin pergi dari sini." ucap Elissa tidak terima jika Naura mendapatkan sebagian dari harta suaminya.


"Kau tidak perlu mencampuri kehidupanku. Ingat kau itu hanya seorang istri yang tugasnya untuk mengurus kebutuhanku. Bukan mencampuri kehidupanku." ucap Gabryel menatap tajam Elissa.


Mendengar ucapan Gabryel, Elissa langsung memasang topengnya. Dia tidak mau jika Gabryel mengangap buruk dirinya.


"Kenapa kau bicara seperti itu? Padahal aku ingin memberitaumu tentang kehamilanku. Hiks...hiks...." ucap Elissa menangis sambil memegang perutnya.


"Apa! Jadi kau sedang mengandung?" ucap Gabryel memegang perut Elissa.


"Ia, Aku hamil. Tapi, sepertinya kau tidak menyukainya." ucap Elissa memasang wajah sedihnya.


"Tentu saja aku menyukainya, Sayang. Terima kasih." ucap Gabryel memeluk Elissa sambil menciuminya dengan lembut.


"Sebentar lagi anak kita akan lahir ke dunia ini. Pasti kebutuhan kita akan semakin meningkat. Apa kau yakin ingin memberikan harta gono-gini kepada Naura." ucap Elissa kembali pada tujuan awalnya.


"Tentu saja, Sayang. Bagaimanapun aku sudah lama menjalani rumah tangga dengan Naura. Bahkan setelah pernikahan kami bisnisku semakin berkembang pesat. Aku tidak mau di anggap sebagai pria tidak bertangung jawab karna tidak memberikan apapun kepadanya. Lagian dengan bersedekah kecil kepadanya tidak akan mengurangi kekayaanku juga." ucap Gabryel dengan penuh keangkuhan.


"Baiklah! Terserahmu saja." ucap Elissa kembali memutar otaknya agar bisa menguasai Gabryel seutuhnya.

__ADS_1


"Aku mau saat di pengadilan nanti kita jangan terlalu dekat. Aku tidak mau jika hubungan kita terbongkar dan membuat namaku buruk." ucap Gabryel tegas.


"Baiklah! Aku akan bersama mama nanti." ucap Elissa menurut.


Gabryel hanya tersenyum kecil lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Walaupun mendapat kabar bahagia dari Elissa ntah mengapa dia tidak merasa bahagia sedikitpun. Dia malah mengingat Naura dan mulai merindukan perlakuan Naura yang selalu memperlakukannya dengan sangat istimewa.


Tapi, Gabryel dengan cepat menepis semua pikirannya lalu menguyur tubuhnya dengan air dingin. Walaupun bayangan senyuman Naura terus melintas di pikirannya, Gabryel terus berusaha menepis semua ingatan tentang hubungannya dengan Naura. Apa dia mulai menyadari jika dia mencintai Naura? Tapi, sayangnya ego Gabryel terlalu tinggi dan tidak mau mengakui perasaannya sendiri.


...----------------...


Naura datang ke pengadilan bersama Icha. Setelah mengetahui keputusan Naura untuk mengugat cerai Gabryel, Icha merasa sangat bahagia. Dengan penuh semangat dia mendukung keputusan Naura dan selalu berada di sampingnya untuk menyemangati Naura.


Saat ingin masuk ke pengadilan, Naura melihat Gabryel dan Elissa menatap kedatangannya. Tidak lupa dengan tatapan sinis Rini yang terus meremehkan Naura. Tapi, senyuman Naura langsung mengembang ketika melihat Ronal yang langsung melemparkan senyuman hangat kepadanya.


"Kau semakin ceria saja, Naura. Apa kau sudah bahagia sekarang?" ucap Ronal menghampiri Naura.


"Alhamdulillah, Pa. Sekarang aku mempunyai teman baik yang selalu mendukungku." ucap Naura tersenyum sambil menatap Icha dengan penuh keteduhan.


"Icha." ucap Icha memperkenalkan dirinya.


"Aku perhatikan kau orang berada dan berasal dari keluarga terpandang. Apa kau tidak takut jika kau akan ketularan miskin jika berteman dengannya." ucap Rini tersenyum sinis sambil menatap remeh Naura.


"Tidak ada yang namanya ketularan miskin harta, Nyonya. Tapi, jika kita berteman dengan orang yang salah, ketularan miskin hati ia." ucap Icha tersenyum meremehkan Rini.


"Ra, sekarang Elissa sedang mengandung anakku. Aku lihat pernikahan kami masih sangat singkat dan Elissa langsung hamil. Sedangkan denganmu." ucap Gabryel menatap perut datar Naura.


"Mungkin Allah tidak mengizinkan aku mengandung benihmu. Karna, dia tau benih siapa yang pantas berkembang di rahimku. Aku rasa benihmu cocoknya berkembang di rahim seorang PELAKOR." ucap Naura penuh penekanan di kata-kata terakhirnya.

__ADS_1


"Kau!" ucap Elissa tidak terima dengan ucapan Naura.


"Oh, Maaf! Tapi, sekarang waktunya untuk kita sidang. Sampai bertemu di kursi panas, Sayang." ucap Naura membelai lembut wajah Gabryel lalu melangkahkan kakinya memasuki ruang sidang.


Melihat tingkah Naura, Gabryel langsung menatapnya penuh kebingungan. Sepertinya dia tidak mengenal Naura yang sekarang. Karna Naura yang dia kenal adalah Naura yang pendiam dan penuh kelembutan. Naura yang selalu diam walaupun dia selalu di perlakukan dengan sangat buruk.


...----------------...


Kini Naura dan Gabryel duduk bersampingan di depan hakim. Hakim membacakan semua tuntutan Naura kepada Gabryel. Mendengar itu Gabryel langsung membulatkan matanya terkejut. Naura sama sekali tidak membuat laporan tentang perlakuannya selama ini dan juga pernikahannya dengan Elissa. Naura hanya mengatakan jika mereka sudah tidak saling mencintai dan hubungan mereka tidak harmonis lagi.


Setelah melihat Naura terus bersi keras untuk berpisah dan Gabryel juga tidak ada penolakan. Hakim langsung mengetuk palunya dan menagatakan jika hubungan Naura dan Gabryel telah terputus dan bukan suami istri lagi.


Mendengar hakim mengetuk palu, berlahan senyuman Naura mengembang dengan indahnya. Tidak ada kesedihan sedikitpun yang terpancar di mata Naura. Yang ada hanya tatapan penuh kebahagiaan yang menandakan dia telah terbebas dari siksaan yang selalu menghantuinya.


Bahkan Naura juga menolak semua harta gono-gini pemberian Gabryel. Melihat itu Elissa langsung tersenyum penuh kemenangan karna harta Gabryel tidak ada berkurang sedikitpun. Sedangkan Gabryel dan Rini yang tidak terima dengan penolakan Naura langsung mengangap Naura terlalu angkuh dan percaya diri.


"Apa kau yakin bisa hidup tanpa harta dari kami? Ingat, kau itu hanya wanita miskin yang tidak mempunyai apapun. Bahkan kau hanya lulusan SMA, jadi kau tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan yang layak." ucap Rini menatap sinis Naura.


"Tidak ada yang menjamin jika wanita miskin tidak bisa sukses dengan tangannya sendiri. Pendidikan juga tidak bisa menentukan kehidupan seseorang." ucap Naura membalas tatapan Rini.


"Kita lihat saja! Aku yakin suatu saat nanti kau akan datang sendiri kepada kami. Kau tidak akan bisa hidup seorang diri di kota yang kejam ini tanpa uang sepeserpun. Tapi, jika kau membutuhkan bantuan kau tenang saja. Pintu kami akan selalu terbuka untuk memberikan sumbangan untukmu." ucap Gabryel menatap remeh Naura.


"Kau tenang saja! Aku akan tetap kembali ke hadapanmu. Tapi, bukan untuk mengemis." ucap Naura tersenyum sinis lalu melangkahkan kakinya meningalkan para manusia sombong itu.


"Kita lihat saja. Sampai kapan kau sangup hidup menumpang dengan sahabat barumu itu." ucap Elissa membuka suara.


Mendengar ucapan Elissa, Naura menghentikan langkahnya lalu menatap Elissa dengan penuh keangkuhan.

__ADS_1


"Jangan pernah menilai orang dari cerminan dirimu. Aku sama sekali tidak sama sepertimu. Aku bisa berdiri dengan kakiku sendiri tanpa mengusik kehidupan orang lain. Parasit berteriak parasit." ucap Naura tersenyum lalu kembali melangkahkan kakinya.


Bersambung....


__ADS_2