
Naura melangkahkan kakinya memasuki pintu utama. Dia menatap keadaan mension yang yang begitu rapi dan bersih. Saat memasuki ruang utama, Naura langsung di sambut dengan pajangan foto orang tuanya dan dirinya sewaktu bayi.
Naura langsung mendekati foto keluarganya yang terpajang di ruang utama. Dia melihat seorang wanita cantik yang sedang mengendong bayi mungil dan juga canti. Terlihat seorang pria berbadan tegap sedang memeluk wanita itu. Mereka menatap bayi yang ada di gendongan si wanita sambil tersenyum bahagia.
"Pria itu adalah tuan besar Leonard. Dia papamu," ucap Rocky menunjuk foto pria itu.
"Papa!" gumam Naura menitikkan air matanya sambil menyentuh foto itu.
"Lalu yang mengendong bayi itu adalah ibumu. Dia sangatlah cantik dan baik seperti dirimu," ucap Rocky menujuk ke foto wanita yang mirip dengan Naura.
"Mama!" gumam Naura tidak sanggup menahan tangisnya.
Dia menangis kesegukan sambil menatap foto kedua orang tuanya. Melihat itu, Raygan dengan sigap menyediakan bahunya. Dia memeluk Naura lalu membiarkan Naura menagis di dalam pelukannya. Cukup lama Naura menumpahkan air matanya di dada Raygan. Sehingga baju Raygan kini basah karena air matanya.
"Kamar nyonya sudah siap, Tuan," ucap salah satu pelayan menghampiri mereka.
"Kau pasti lelah! lebih baik kau istirahat dulu. Ingat kau harus menjaga kesehatanmu," ucap Rocky tersenyum.
Rocky langsung membawa Naura dan Raygan untuk beristirahat di kamar utama. Sesampainya di kamar utama, Naura menatap kamar yang begitu luas dan juga rapi. Naura berlahan melangkahkan kakinya memasuki kamar itu, lalu menatap keadaan setiap sudut kamar.
"Apa nyonya menyukainya?" tanya Rocky tersenyum hangat.
"Kamar ini sangat indah. Apa paman yang mendisain kamar ini?"
"Tidak! ini salah kamar tuan dan nyonya besar. Kami tidak pernah merombak keadaan kamar ini. Kami hanya membersihkan dan juga merapikan nya setiap hari," Jelas Rocky.
"Sayang! lihat ini," ucap Raygan menatap foto sepasang pengantin yang sangat serasi.
"Ini foto pernikahan mama dan papa?" ucap Naura tersenyum bahagia.
"Ia, nyonya. Kami segaja menyinpan semua kenangan tuan dan nyonya besar. Agar nyonya bisa melihat kebahagiaan mereka," ucap Rocky tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih, Paman. Aku sangat beruntung karena mempunyai paman dan juga Papa Ronal," ucap Naura tersenyum haru.
"Lalu kau tidak beruntung memilikiku?" tanya Raygan mode cemburu.
"Kalau kau beda, Sayang. Bukan hanya beruntung, tapi aku merasa sangat bahagia memiliki suami sepertimu," ucap Naura tersenyum sambil mengoda Raygan.
"Ehem! sepertinya aku harus keluar nyonya," dehem Rocky sambil mengusap lehernya.
"Paman! makam mama dan papa di mana?" tanya Naura.
"Besok paman akan membawamu ke sana. Sekarang lebih baik kau istirahat dulu. Ingat kesehatanmu lebih penting," ucap Rocky tersenyum.
"Baiklah!" ucap Naura menagguk patuh.
"Karena tujuan utama kalian kesini untuk honeymoon. Maka paman sudah menyiapkan paket honeymoon romatis untuk kalian," ucap Rocky tersenyum.
"Kalian istirahatlah! besok beberapa pengawal akan mengantar kalian villa milik keluarga Leonard. Ingat janjimu Ray, Cucu," ucap Rocky tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu.
"Sayang! kau istirahatlah. Kau pasti lelah," ucap Raygan mengingat jika dia telah menguras tenaga Naura.
"Baiklah!" ucap Naura mengatur patuh lalu membaringkan tubuhnya.
Raygan langsung menyelimuti tubuh Naura sambil membelai rambut rambut Naura. Karena telalu lelah dan juga sentuhan Raygan yang lembut membuat Naura langsung memejamkan matanya. Dia tertidur dengan pulas sambil mengengam satu tangan Raygan. Raygan berlahan membaringkan tubuhnta di samping Naura sambil menatap lekat wajah Naura.
"Kau adalah wanita yang kuat, Sayang. Aku yakin kau bisa menghadapi semua cobaan ini. Papa dan Mama pasti tersenyum menatapmu dari sana," ucap Raygan tersenyum sambil melirik foto pernikahan kedua orang tua Naura.
"Ma, Pa! kalian tenang di alam sana. Aku berjanji akan menjaga putri kalian seperti aku menjaga diriku sendiri," ucap Raygan menatap lekat foto kedua orang tua Naura, lalu mencium kening Naura dengan lembut.
Raygan berlahan memeluk tubuh Naura lalu menengelamkan wajahnya di leher jenjangnya. Dia menghirup aroma tubuh Naura yang begitu menenangkannya lalu mencoba memejamkan matanya. Keduanya tertidur sambil berpelukan dengan begitu mesranya. Seakan keduanya tidak rela melepas pelukannya walaupun hanya sebentar
Sedangkan Rocky langsung berjalan menuju ruang kerja yang biasa di gunakan Leonard. Setelah Leonard meninggal Rockylah yang menempati mension itu. Dia tinggal di sana bersama para pelayan dan juga pengawalnya.
__ADS_1
Walaupun dia telah tinggal di sana selama dua puluh lima tahun, tapi dia tidak pernah merombak dekorasi mension itu. Dia membiarkan keadaan mension sama persis seperti dia puluh lima tahun lalu sebelum kedua orang tua Naura meningal. Bahkan dia tidak mengijinkan barang-barang yang ada di sana tergeser pada tempatnya.
Selain untuk mengenang almarhum kedua majikannya. Rocky juga ingin Naura merasakan suasana yang sama persis seperti dia puluh lima tahun lalu. Bahkan Rocky masih menyimpan barang-barang Naura sewaktu kecil dengan baik. Dia menyimpannya di kamar bayi yang telah di siapkan oleh kedua orang tua Naura.
"Tuan, Nyonya! kalian pasti sudah tenang di alam sana. Nyonya muda sudah bahagia dengan pria pilihannya. Bahkan pria itu sangat mencintai nyonya, sama seperti cinta tuan kepada nyonya besar. Apa kalian tau jika setiap kali aku melihat mereka, rasanya aku melihat kalian ada di sana," ucap Rocky meneteskan air matanya menatap foto kedua orang tua Naura yang terpajang di dinding ruang kerja.
"Aku berjanji akan terus menjaga nyonya muda dari kejauhan. Aku akan selalu ada di sampingnya, di saat dia membutuhkan sosok papa yang selalu menyayangi dan melindunginya," ucap Rocky tersenyum sambil menghapus air matanya.
"Tuan! ini dokument yang tuan minta," ucap pengacara keluarga Leonard datang membawa beberapa dokument di tangannya.
"Apa kau sudah memindahkan semuanya ke tangan nyonya muda?" tanya Rocky memastikan sambil mengecek isi dokument itu.
"Sudah, Tuan! tapi ada beberapa perusahaan yang belum saya pindah namakan,"
"Kenapa?"
"Tuan besar pernah berkata, jika dia ingin menghadiahkan beberapa perusahaannya kepada cucunya,"
Mendengar ucapan pengacara itu, Rocky langsung memukul keningnya pelan. Dia lupa jika dia juga harus memberikan beberapa perusahaan kepada keturunan Naura nantinya.
"Kau benar! tapi kenapa banyak sekali?" tanya Rocky melihat masih banyak aset yang belum di pindahkan ke nama Naura.
"Tuan juga pernah berkata, jika dia juga ingin memberikan hadiah beberapa aset berharga kepada keturunan tuan dan juga tuan Ronal,"
"Apa! aku saja belum menikah. Bagaimana bisa punya keturunan?"
"Itu makanya tuan harus secepatnya menikah. Atau semua aset yang telah di siapkan oleh tuan besar akan jatuh ke tangan putra Ronal. Karena tuan tidak mengijinkan aset ini di berikan kepada kalian,"
"Sial! memangnya membuat keturunan itu mudah apa?" gumam Rocky membuang napasnya kasar.
"Ingat tuan. Pewaris aset ini bukan sembarangan keturunan. Tuan harus mendapatkan keturunan dari istri sah tuan. Yang tercantum resmi di negara maupun agama. Jika membuat keturunan yang asal-asalan akan terlalu gampang. Tingal semprot kesana kesini langsung jadi,"
__ADS_1
Bersambung....