Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 20


__ADS_3

Naura duduk diam di dalam ruangannya. Dia melihat saldo rekeningnya tingal sedikit lagi. Tapi, dia masih memerlukan banyak uang untuk mengembangkan restorannya. Tiba-tiba lamunan Naura terhenti ketika ponselnya berbunyi. Dia melihat nomor yang tidak di kenal tertera di layar ponselnya. Karna tidak mau penasaran Naura memilih untuk menekan tombol hijau dan meletakkan ponsel itu di telinganya.


"Hallo! Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" ucap Naura lembut


"Apa benar ini Nyonya Naura? Saya Mbara asisten dari putra Tuan Besar yang pernah memboking ruangan VVIP di restoran anda."


"Ya, saya sendiri. Ada perlu apa, Tuan?"


"Tuan besar merasa sangat puas dengan pelayanan anda. Tuan besar ingin melakukan kerja sama dengan restoran anda agar restoran anda bisa lebih berkembang lagi."


"Apa! Anda tidak bercanda'kan?"


"Tidak! Saya sangat serius. Apa anda menerimanya?"


"Ia! Saya menerima kerja sama yang anda tawarkan."


"Baiklah! Nanti di jam makan siang kami akan berkunjung ke restoran anda."


"Baik! Terima kasih."


"Sama-sama."


Naura langsung mematikan sambungan telepon mereka lalu tersenyum bahagia. Dia tidak menyangka jika keberuntungan selalu datang menimpanya di saat dia sedang terpuruk. Naura terus mengucap syukur lalu keluar dari ruangannya untuk mengontrol para karyawannya.


Dia melihat para pelayannya sedang sibuk melayani para tamu mereka. Walaupun belum terlalu ramai tapi, Naura masih bersyukur karna restorannya masih memiliki tamu yang terus berdatangan. Naura memang sangat baik dan ramah kepada para karyawannya. Bahkan Naura juga sering turun tangan ke dapur untuk memasak dan membantu para karyawannya.


Setelah melihat jam telah menujuk ke waktu makan siang, Naura langsung kembali ke ruangannya. Dia membersihkan tubuhnya lalu merapikan penampilannya. Dia tidak mau jika Mbara dan tuan besarnya merasa tidak nyaman dengan penampilannya yang kotor.


"Sempurna! Mudah-mudahan dengan kerja sama ini restoranku bisa berkembang pesat. Aku harus semangat." ucap Naura menatap dirinya dari pantulan cermin.


"Permisi, Nyonya. Ada yang ingin bertemu dengan anda." ucap salah satu karyawan Naura.

__ADS_1


"Baik! Saya akan segera ke sana." ucap Naura tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya.


Naura dapat melihat dua pemuda yang berbadan tegap dan juga dengan stelan jas yang rapi duduk untuk menunggunya. Tidak mau membuat para tamunya menungu lama, Naura langsung menghampiri mereka dan menyapanya dengan lembut.


"Selamat siang. Maaf karna membuat tuan menunggu lama." ucap Naura tersenyum ramah lalu duduk bergabung dengan kedua pemuda itu.


"Tidak apa-apa, Nyonya. Kami juga baru datang." ucap Mbara tersenyum ramah.


Sedangkan pria yang berbadan tegap dan juga berwajah tampan di sampingnya terus terdiam sambil menatap Naura. Melihat tingkah tuan mudanya itu, Mbara langsung menjengol lengannya untuk menyadarkannya.


"Maaf! sepertinya kita pernah bertemu." ucap Raygan Wilona. Putra tunggal keluarga Wilona dan juga pewaris satu-satunya kekayaan keluarga Wilona.


"Tunggu! Bukannya kau istri Gabryel Patrick?" ucap Raygan kembali mengingat pertemuannya dengan Naura di pesta ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya.


"Maaf! Dulu saya memang istri dari Gabryel. Tapi, kami sudah berpisah satu bulan lalu." jelas Naura tersenyum.


"Wau! Ternyata dia janda muda. Sepertinya dia juga belum pernah bongkar mesin." batin Mbara menatap Naura.


Sadar dengan tatapan asisten sekaligus sahabatnya itu. Raygan langsung mengerakkan kakinya untuk menendang kaki Mbara.


"Maaf! Asisten saya memang sidikit rada kurang." ucap Raygan tersenyum tipis.


"Tuan, tersenyum. Ada magnet apa sehinga tuan bisa tersenyum seperti itu di depan wanita?" batin Mbara menatap bingung perubahan sikap tuan mudanya itu.


"Lebih baik sekarang kita kembali ke tujuan utama kita. Saya ingin membicarakan tentan rencana kerja sama restoran anda dengan perusahaan saya." ucap Raygan to the point.


Naura mendengarkan semua perkataan Raygan dengan seriusnya. Dia juga sesekali menyalurkan pendapatnya sehingga membuat Raygan semakin yakin untuk mengikat kerja sama dengan Naura. Walaupun Naura hanya tamatan SMA tapi, dia memiliki otak yang sangat jenius sehingga dia dengan mudah memahami semua yang Raygan jelaskan.


Setelah selesai membicarakan kerja sama mereka. Naura juga menemani Raygan dan Mbara makan siang. Naura yang merasa cangung dengan sikap Raygan yang sangat dingin hanya bisa diam sambil sesekali membuka obrolan ringan. Mbara yang mengerti dengan kecangungan Naura juga ikut membuka suara sehingga suasana makan siang mereka tidak begitu hening.


satu bulan kemudian.

__ADS_1


Tak terasa sudah satu bulan Naura melakukan kerja sama dengan perusahaan keluarga Wilona. Restoran Naura juga semakin berkembang pesat sehingga restorannya selalu di penuhi oleh tamu-tamu dari kalangan atas.


Banyak orang-orang dari kalangan atas berdatangan ke restoran Naura. Baik itu hanya untuk sekedar makan ataupun untuk melakuakan pertemuan penting dengan para rekan bisnis mereka. Restoran Naura bahkan sudah termasuk ke restoran terbaik di kota mereka.


Dengan restorannya yang terus berkembang Naura juga mengunakan hasil keuntungan yang dia dapatkan dengan sangat baik. Dia juga sudah merencanakan untuk membangun cabang restorannya di berbagai benjuru kota mereka. Raygan yang melihat Naura mampu mengembangkan restorannya dalam waktu singkat, langsung merasa kagum dengan kerja keras Naura salama ini.


...----------------...


"Sayang! Aku lihat ada restoran baru yang menyediakan begitu banyak menu unik dan juga mewah dan enak. Kita ke sana ya." ucap Elissa dengan manjanya kepada Gabryel.


"Terserah!" ucap Gabryel cuek sambil terus fokus ke layar leptopnya.


"Kenapa kau selalu cuek seperti itu kepadaku? Aku ini sedang mengandung putramu." ucap Elissa meneteskan air matanya sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.


"Ada apa ini?" ucap Rini yang mendengar keluhan Elissa.


"Tidak apa-apa, Ma. Elissa mau makan di restoran baru itu katanya." ucap Gabryel membuang napasnya kasar.


"Ma! Kita pergi ke sana ya. Aku sangat ingin makan di restoran itu." ucap Elissa manja.


"Baiklah! Kau siap-siap ya. Ingat kau harus terlihat cantik." ucap Rini tersenyum manis.


"Untuk apa aku terlihat cantik. Jika orang-orang di luar sana tidak tau jika aku ini menantu keluarga Patrick." ucap Elissa memayunkan bibirnya karna sampai sekarang Gabryel belum menikahinya secara resmi.


"Kau sabar dulu. Apa kau lupa jika aku bercerai dengan Naura baru dua bulan lalu." ucap Gabryel kesal.


"Sudah! Mama akan segera mengatur pernikahan kalian. Lagian mama tidak mau jika cucu mama nantinya di anggap anak haram. Sekarang lebih baik kalian siap-siap dulu. Kita akan pergi ke restoran itu sekarang juga." ucap Rini tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar Gabryel dan Elissa.


Karna tidak punya pilihan lain. Gabryel akhirnya hanya bisa menuruti ucapan Rini dan pergi ke restoran itu bersama Elissa dan juga Rini. Mereka langsung duduk di meja yang kosong lalu memangil pelayan yang ada di dekat mereka.


"Mau pesan apa, Nyonya?" ucap Naura menghampiri mereka

__ADS_1


"Naura! Ternyata sekarang kau jadi pelayan di sini?" ucap Elissa tersenyum meremehkan Naura.


Bersambung.....


__ADS_2