Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 25


__ADS_3

Karna malam ini Raygan mengadakan jamuan makan malam dengan kliennya di restoran Naura. Naura memerintahkan para karyawannya untuk melayani tamu Raygan dengan sangat baik. Selain menjadi langanan tetap Naura, Raygan juga sudah memberikan banyak bantuan kepada restoran Naura.


Dengan kerja sama mereka, Naura bisa mengembangkan restorannya dengan mudah tanpa memikirkan soal uang. Raygan memberikan berapum uang yang Naura butuhkan tanpa pertanyaan sedikitpun. Ntah mengapa dia sangat percaya kepada Naura sehingga bisa dengan gampang menghamburkan uangnya kepada Naura.


"Selamat datang, Tuan." ucap Naura menyambut para tamu Raygan dengan sangat ramah.


"Terima kasih. Kau bukannya Naura Patrick?" ucap salah satu klien Raygan.


"Benar! Dia adalah Naura Patrick. Tapi, itu dulu." ucap Raygan tiba-tiba datang dan langsung menjawab pertayaan kliennya itu.


"Jadi isu perceraianmu dengan Gabryel itu benar apa adanya?" ucap klien Raygan menatap Naura.


Tanpa banyak bicara Naura langsung menganguk kecil. Dia tau jika semua orang telah mengenalnya sebagai menantu keluarga patrick. Terlebih lagi dulu foto kemesraannya dengan Gabryel selalu terpampang di seluruh media sosial. Membuat semua orang tidak percaya akan isu perceraian Naura dengan Gabryel.


"Ayo silahkan duduk." ucap Naura mengalihkan pembicaraan.


Melihat itu Raygan dan kliennya langsung duduk. Naura memberi isyarat kepada para pegawainya untuk menghidangkan semua masakan terbaik di restoran mereka. Semua makanan dan minuman telah tersaji di meja makan.


"Silahkan di dinikmati hidangannya. Semua tuan tuan semua puas dengan pelayanan kami." ucap Naura tersenyum.


"Apa kau tidak mau bergabung?" ucap Raygan tersenyum.


Mendengar ucapan Raygan, Mbara langsung menatapn Raygan dan Naura bergantian. Dia mulai mengerti apa yang ada di dalam tuan mudanya yang dingin itu.


"Mereka berencana ingin menjadi langanan tetapmu. Mereka ingin kau yang mengantar makan siang untuk pegawai mereka. Mereka juga ingin kau menyediakan cemilan dan minuman saat mereka mengadakan pertemuan di kantor mereka." ucap Raygan.


"Benar sekali, Nyonya. Kami dengan dari Tuan Raygan tentang pelayanan restoran anda. Kami tertarik dan ingin anda yang mengirimkan makan siang untuk para pegawai kami setiap harinya" ucap salah satu klien Raygan.


"Benar! menu di restoran ini juga sangat menarik. Rasanya juga pas di lidah. Aku sebentar lagi mau mengadakan pesta pernikahan untuk putraku. Aku mau kau yang menyediakan makanan untuk para tamuku." ucap klien Raygan yang satu lagi sambil mencicipi makanan yang tersaji di depannya.

__ADS_1


"Lebih baik kita bicara santai di sini. Ayo duduk." ucap Raygan menarik kursi untuk Naura.


"Terima kasih." ucap Naura tersenyum lalu duduk di samping Raygan.


Mereka berbincang-bincang kecil sambil menyantap makanan mereka. Tapi, bukannya fokus pada pembicaraan mereka, Raygan malah fokus menatap kecantikan Naura yang semakin terpancar. Naura yang sadar dengat tatapan Raygan memilih untuk tidak memperdulikannya.


Dia tidak mau ge-er sendiri. Lagi pula Naura sepertinya sudah menutup hati dengan yang namanya pria. Karna perlakuan Gabryel yang selalu menyakitinya membuat Naura sangat sulit untuk membuka hatinya kembali.


...----------------...


Raygan duduk seorang diri di balkon kamarnya. Dia menatap bintang-bintang dan rembulan uang indah di atas sana. Bayangan kecantikan Naura selalu terbayang di wajahnya sehingga membuat senyuman kecil melingkar di wajahnya. Setelah pengianatan tunangannya baru kali ini Raygan di buat gila oleh yang namanya wanita.


"Siapa kau sebenarnya. Kenapa kau bisa membuatku seperti ini?" gumam Raygan memijit keningnya pelan.


"Hai! Kak." ucap Icha main nyelonong saja sehingga memecahkan lamunan Raygan.


"Kakak!" ucap Icha mengidik ngeri mendengar nama makhluk halus itu di sebut.


"Ha...ha... Kakak hanya bercanda. Tumben kau menginap di sini." ucap Raygan melirik jam tangannya sudah menunjuk ke pukul sebelas malam.


"Bibi bilang jika kakak mau memberikan cucu kepada mereka. Apa kakak sudah punya...." ucap Icha tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Jadi kau datang ke sini hanya untuk itu?" ucap Raygan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Em!" dehem Icha menganguk kecil.


"Tapi, mommy tidak tau aku sudah pulang'kan?"


"Tau! aku ke sini untuk memenuhi perintah bibi. Dia memangil kakak."

__ADS_1


"Astaga! Kau ini." ucap Raygan mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa? Ayo sekarang kakak keluar. Paman dan bibi sudah menunggu kakak." Icha berusaha menarik tubuh kekar Raygan.


"Aku mau turun. Tapi, kakak ingin menayakan sesuatu kepadamu."


"Apa?"


"Apa kau mengenal Naura?"


"Kak Naura? Tentu aku kenal. Dia adalah sahabatku bahkan dia tinggal di sebelah apartementku." ucap Icha penuh semangat mendengar nama Naura di sebut.


"Kenapa kakak bertanya seperti itu?"


"Tidak apa-apa. Lebih baik kau turun saja. Nanti kakak menyusul." ucap Raygan mengusap kecil rambut Icha.


"Baiklah! Jika mau tau banyak tentang Kak Naura, kakak boleh bertanya kepadaku. Aku tau semuanya tentang Kak Naura. Aku juga sangat setuju jika dia yang menjadi kakak iparku." ucap Icha penuh semangat.


"Kau ini! Sudah keluar sana. Kakak mau bersemedi dulu." ucap Raygan tersenyum kecil lalu mengambil pot urine di dalam tas kerjanya.


"Kakak mau apa?" ucap Icha menatap pot urine itu dengan seksama.


"Kau diam saja. Kau mau keponakan'kan?"


"Em!"


"Sekarang kau keluar saja. Katakan kepada mommy aku akan segera turun." ucap Raygan masuk ke dalam kamar mandi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2