
Raygan duduk terdiam di dalam ruangannya. Dia memikirkan siapa sebenarnya pencipta aplikasi yang ada di ponsel Naura. Raygan yakin jika pencipta ponsel itu ada hubungannya dengan masa lalu Naura. Karna tidak mungkin pencipta aplikasi itu membuang-buang uang yang cukup besar hanya untuk memberi misi kepada Naura.
Terlebih lagi Raygan melihat pesan dari aplikasi itu yang mengandung begitu banyak nasihat. Membuat Raygan semakin yakin jika pencipta aplikasi itu ada hubungannya dengan kehidupan Naura sebelumnya.
"Permisi, Tuan!" ucap Mbara memecahkan lamunan Raygan.
"Ada apa?" ucap Raygan singkat tanpa melihat ke arah Mbara.
"Saya ingin memberitau, jika saya sudah mengetahui siapa dalang di balik berita viral yang mencemarkan nama baik Nyonya Naura," ucap Mbara.
"Siapa?" tanya Raygan menatap tajam Mbara.
"Elissa istri Gabryel," ucap Mbara.
"Sudah kuduga," gumam Raygan mengepalkan tangannya geram.
"Saya juga sudah pergi ke panti asuhan tempat Nyonya Naura di besarkan," ucap Mbara kembali.
"Lalu,"
"Saya menemukan ada kejangalan di balik penemuan Nyonya Naura sewaktu bayi,"
"Maksudmu apa?" tanya Raygan menatap Mbara dengan penuh tanda tanya.
"Sepertinya Nyonya Naura terlahir dari keluarga ternama. Saat pengurus panti asuhan menemukannya di depan pintu asuhan, dia di baluti pakain bermerek yang sangat mahal. Di sana sana juga ada sepucuk surat yang mengatakan jika nama bayi itu adalah Naura.Di sana juga tertulis jika dia menitipkan Nyonya agar di besarkan di sana. Bahkan setelah penemuan Nyonya Naura, panti asuhan itu selalu mendapat bantuan mistirius untuk semua kebutuhan Nyonya Naura. Karna itulah pengurus panti asuhan tidak pernah memberikan Nyonya Naura kepada setiap orang yang ingin mengadopsinya," jelas Mbara.
"Ternyata dugaanku sangat benar. Aku yakin pencipta aplikasi ini juga ada hubungannya dengan jati diri Naura yang sebenarnya. Kau harus mencaritau semuanya secepatnya," perintah Raygan dengan tegas.
"Baik, Tuan. Tapi saya mencurigai seseorang,"
"Siapa?"
"Ronal Patrick!"
"Apa! Ronal papanya Gabryel?" tanya Raygan membulatkan matanya terkejut.
"Benar, Tuan. Saya mendengar dari pengawal yang kita utus untuk mengawasi Naura. Mereka mengatakan jika mereka sering melihat Ronal memperhatikan Naura dari kejauhan," ucap Mbara.
Mendengar ucapan Mbara, Raygan nampak berpikir sejenak. Memang dia juga memperhatikan ada yang jangal atas kedekatan Ronal dengan Naura. Ronal terlihat sangat menyayangi Naura, bahkan Raygan juga melihat Ronal sering menemui Naura secara diam-diam.
"Kita tidak boleh bertindak gegabah. Lebih baik kita cari tau dulu kebenarannya," ucap Raygan dengan tegas.
__ADS_1
"Untuk masalah isu panas yang menghujat Naura, kau harus segera menyelesaikannya. Aku tidak mau orang berpikir yang tidak-tidak tentang wanitaku," ucap Raygan kembali.
"Caranya?" ucap Mbara mengerutkan keningnya.
"Jika aku tau aku tidak akan menyuruhmu," ucap Raygan penuh kekesalan.
"Tuan saja tidak tau. Apalagi aku!" ucap Mbara.
"Coba kita pikirkan sebentar," ucap Raygan berpikir sejenak.
"Aku tau!" teriak Mbara tiba-tiba, sehingga membuat Raygan yang sedang berpikir langsung terkejut seketika.
"Apa kau tidak bisa mengecilkan suaramu? Aku tidak tuli!" ucap Raygan menatap Mbara geram.
"Maaf, Tuan!" ucap Mbara cengegesan tanpa dosa.
"Apa rencanamu?" ucap Raygan kembali serius.
"Katakan saja harta yang di miliki Nyonya Naura pemberian dari Tuan. Tapi nama tuan akan menjadi buruk,"
"Kenapa?"
"Karna sudah pasti semua orang mengira, jika tuan adalah dalang dari perceraian Nyonya Naura dengan Gabryel. Istilahnya, tuan akan di sebut sebagai pembinor," ucap Mbara mengecilkan nada suaranya.
"Apa tuan sudah gila?" tanya Mbara membulatkan matanya.
"Aku tidak perduli, yang ku perdulikan saat ini nama Naura kembali bersih," ucap Raygan dengan penuh keyakinan.
"Jika kedua wanita itu masih mengusik kehidupan Naura, kau bongkar saja semua perlakuan mereka kepada Naura selama ini. Aku masih menyimpan hasil visum, dan juga hasil pemeriksaan trapi Naura saat mengalami trauma itu," ucap Raygan kembali.
"Baik, Tuan!" ucap Mbara menganguk patuh.
"Lebih baik kau pergi sekarang. Jangan lupa terus cari imformasi tentang aplikasi itu. Aku tidak mau jika aplikasi itu akan berdampak buruk pada masa depanku dan Naura," ucap Raygan mengibaskan tangannya mengusir Mbara.
"Tunggu dulu, Tuan," ucap Mbara memelas.
"Apa lagi?" tanya Raygan menatap kesal asistennya itu.
"Apa tuan sudah menyatakan cinta kepada Nyonya Naura?"
Mendengar pertanyaan Mbara, Raygan langsung terdiam tidak berkutik. Dia tidak tau harus berkata apa kepada asistennya itu. Dia mengaruk kepalanya yang tidak gatal, mencoba memikirkan apa yang harus dia katakan kepada Mbara.
__ADS_1
"Kalau itu..., Em! Aku...," ucap Raygan gugup sambil mengetuk-getuk meja mengunakan jarinya.
"Itu apa, Tuan?" ucap Mbara mengerutkan keningnya binggung melihat tingkah Raygan.
"Belum!" ucap Raygan tersenyum kecil.
"Apa!" teriak Mbara membulatkan matanya terkejut mendengar jawaban Raygan.
Bagaimana tidak terkejut, Raygan begitu antusias untuk mengatasi masalah Naura. Bahkan dia juga rela membuat nama baiknya menjadi buruk, hanya untuk membersihkan nama Naura kembali.
"Santai saja! Menyatakan cinta itu tidak semudah membeli permen karet," ucap Raygan membuang napasnya pelan.
"Jadi masa depan apa yang tuan maksud?" tanya Mbara mengingat ucapan Raygan yang tadi.
"Em! Masa depanku dengan Naura. Jadi apa lagi?"
"Menyatakan cinta saja belum. Sudah memikirkan masa depan. dasar tuan aneh," gumam Mbara kesal.
"Kau bilang apa? Apa kau ingin jadi pengangguran mulai hari ini?" tanya Raygan menatap tajam Mbara.
"Tidak! Maaf, tuan. Aku permisi dulu. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan," ucap Mbara panik melihat tatapan Raygan yang begitu menakutkan.
"Dasar ini mulut!" gumam Mbara memukul mulutnya pelan, sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Raygan.
Melihat tingkah Mbara, Raygan hanya mengelengkan kepalanya kecil. Dia mencoba merogoh saku celananya dan mengambil ponselmya di sana. Dia mencoba memeriksa akun sosial medianya untuk memastikan jika, berita tentang Naura tidak lagi menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Namun, saat membuka media sosialnya dia melihat status terbaru Elissa. Dia berlahan tersenyum tipis melihat status Elissa yang sangat lucu di matanya.
"Dulu di tinggalkan tanpa ada kejelasan. Sekarang setelah kami memiliki kehidupan baru, bahkan kami sedang menanti kehadiran buah hati kami. Dia malah datang dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kecil kami,"
Begitulah status Elissa dan menunjukkan foto kehamilannya di bawah statusnya. Melihat itu, jari -jemari Raygan langsung menari dengan indahnya di atas layar ponselnya.
"apa yang kau taman itu yang akan kau petik. Jangan salahkan orang lain atas penderitaanmu saat ini. Tapi, koreksilah dirimu terlebih dulu," Raygan langsung memberi komentar pada status Elissa.
Tak lama kemudian Raygan melihat Naura juga membalas status Elissa.
"*Aku tidak menyangka jika ada orang yang berpendidikan tinggi, bahkan terlahir dari keluarga y*ang terhormat. Tapi memiliki pemikiran yang sangat dangkal," gumam Raygan terkekeh kecil membaca komentar yang di berikan Naura.
"Naura! Siapa kau sebenarnya?" guman Raygan bertanya pada dirinya sendiri.
Bersambung...
__ADS_1