Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 58


__ADS_3

Raygan bergegas menuju lokasi mobil Naura dengan cepat. Dia dapat melihat mobil Naura terparkir di jalanan sepi itu, bersama beberapa mobil mewah yang menghalangi jalan mobil Naura dari depan dan belakang. Raygan dengan cepat turun dari mobilnya dan memeriksa seluruh lokasi itu.


"Ra! dimana kau Naura?" teriak Raygan berusaha mencari keberadaan Naura.


"Di mana kau, Sayang? kenapa kau pergi dariku? Aku mohon kembalilah, sayang," teriak Raygan terus mencari keberadaan Naura di sekitar mobil Naura.


Hingga akhirnya Raygan melihat tas selempang Naura yang masih tergeletak di dalam mobil Naura. Dia juga melihat ponsel Naura yang hancur berserakan di tanah. Berlahan Raygan menghempaskan tubuhnya lemas di atas tanah sambil memungut pecahan ponsel Naura.


Berbagai pikiran negatif langsung bermunculan di pikiran Raygan. Dia sangat mencemaskan keadaan Naura saat ini. Dia tidak bisa membayangkan jika sampai terjadi sesuatu kepada Naura. Berlahan Raygan kembali bangkit dan mencari jejak Naura yang lainnya. Hingga akhirnya dia tidak sengaja menginjak belati yang telah menusuk Naura.


Raygan langsung mengambil belati itu dan menatap noda merah yang mamenuhi belati itu. Berlahan air mata Raygan menetes membasahi wajah tampannya. Dia mengepalkan tangannya geram sambil berteriak histeris.


"Naura! dimana kau sayang?" tanya Raygan mengacak-acak rambutnya frustasi sambil menangis histeris.


Semua dugaan-dugaan dan pikiran negatif tentang keadaan Naura saat ini langsung melintas di pikirannya. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kepada Naura saat ini.


Karena terlalu sibuk dengan pikirannya Raygan sampai tidak sadar, jika Ronal sedang menatapnya dari kejauhan. Ronal yang awalnya ingin membersihkan lokasi itu langsung mengurungkan niatnya. Karena dia melihat Raygan sudah ada di sana lebih dulu darinya.


Ronal menatap Raygan dengan tatapan yang tidak bisa di artikan dari dalam mobilnya. Para anggotanya yang melihat Ronal hanya diam saja langsung menatap Ronal dengan bingung.


"Siapa pria itu, Tuan? Apa dia ada hubungannya dengan percobaan pembunuhan Nyonya muda?" tanya anak buah Ronal yang duduk di sampingnya.


"Tidak! dia tidak ada hubungannya dengan percobaan pembunuhan Nyonya Muda. Dia adalah kekasih Nyonya muda," jelas Ronal.


"Apa! lalu apa yang kita lakukan di sini, Tuan. Kenapa tuan tidak memberitaunya tentang keadaan Nyonya?"

__ADS_1


"Tidak semudah itu! dia harus buktikan jika dia memang pantas bersanding dengan Nyonya," ucap Ronal merogoh saku celananya.


Dia meraih benda pipih yang ada di saku celananya lalu mencari kontak Raygan di sana. Dia mengirim pesan kepada Raygan terlebih dulu lalu menyuruh angotanya untuk meninggalkan lokasi itu.


Raygan yang sedang menangis sambil memeluk tas selempang Naura, tiba-tiba merasakan ponselnya yang bergetar. Dengan cepat dia merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya. Dia berharap pesan masuk ke ponselnya adalah petunjuk tentang keberadaan Naura saat ini.


"Kau tenang saja! Naura berada di tempat aman saat ini," gumam Raygan membaca pesan yang masuk ke ponselnya dari nomor yang tidak dia kenal.


Setelah membaca pesan itu Raygan berusaha menghubungi nomor mistirius itu. Namun, nomor itu langsung tidak dapat di hubungi. Raygan mencoba untuk menghubungi nomor itu berkali-kali. Namun, hasilnya sama saja nomor itu tetap tidak bisa di hubungi.


"Arghh.... siapa kalian? siapa yang berani menyentuh wanitaku," teriak Raygan memukul tanah sebagai tempat pelampiasannya.


Raygan berusaha mengontrol emosinya. Dia menarik napasnya pelan lalu mengambil beberapa bukti yang dia dapatkan di lokasi itu. Raygan kembali ke mobilnya sambil membawa beberapa bukti yang dia dapatkan. Dia bersumpah akan menghabisi setiap orang yang telah berani mengusik wanitanya.


"Siapa yang berani menyentuh wanitaku. Sama saja dia mencari masalah denganku," gumam Raygan geram lalu melakukan mobilnya meningalkan lokasi itu.


Sesampainya di menssion Raygan langsung menepikan mobilnya. Mendengar suara mobil Raygan yang telah memasuki area perkarangan menssion, Icha dan Yulia langsung berlari ke arah Raygan. Sama seperti Raygan mereka juga sangat menghawatirkan keadaan Naura saat ini.


"Kak! Di mana Kak Naura? Kakak menemukannya 'kan?" ucap Icha langsung menghujani Raygan dengan sejuta pertanyaannya.


"Maaf! kakak tidak menemukannya. Kakak janji akan membawanya kembali bersama kita secepatnya," ucap Raygan melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.


"Ray!" ucap Yulia menatap penampilan Raygan yang berantakan.


Raygan hanya menatap sang mommy dengan tatapan penuh kesedihan lalu kembali melajukan langkahnya. Yulia yang paham dengan arti tatapan Raygan hanya mampu membuang napasnya pelan. Dia berdoa dalam hatinya agar Naura calon menantunya baik-baik saja dan bisa secepatnya bisa berkumpul lagi bersama mereka.

__ADS_1


...----------------...


Rocky menatap Naura yang terbaring tidak berdaya di atas bangsalnya. Tubuh Naura yang lemah di penuhi alat medis yang menempel pada tubuh mungilnya. Rocky tidak ada hentinya meneteskan air matanya melihat keadaan Naura kesayangannya tidak berdaya di depannya.


"Maaf, Tuan," ucap salah satu anggota Rocky masuk ke ruangan Naura.


"Apa kalian sudah menangkan para bedebah itu semuanya?" tanya Rocky dengan tatapan yang memancarkan kemarahan yang sangat besar.


"Sudah, Tuan! kami sudah menganggap mereka. Kami juga telah berusaha mengorek informasi dari mereka. Tapi mereka tetap tidak mau membuka mulut mereka, Tuan," jelas anak buah Rocky.


"Jika mereka tidak mau membuka mulut mereka. Maka aku yang akan membantu mereka dengan caraku sendiri," ucap Rocky melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Naura.


"Kalian jaga Nyonya muda. Jangan sampai ada orang asing yang masuk ke ruangannya," perintah Rocky kepada anak buahnya yang berjaga di luar ruangan Naura.


"Baik, Tuan," ucap mereka serentak sambil menunduk hormat.


Setelah memerintahkan anak buahnya, Rocky kembali melangkahkan kakinya. Dia beserta beberapa anak buahnya langsung menuju ke bangunan tua yang ada di tengah hutan. Di mana di sana menjadi tempat penyekapan para pembunuh bayaran yang berniat membunuh Naura.


Rocky melangkahkan kakinya dengan begitu cepatnya. Melihat Rocky memasuki tempat penyekapan para pembunuh bayaran itu. Anak buah Rocky yang bertugas untukengorek informasi dari para pembunuh bayaran itu langsung melangkah mundur.


"Apa kalian sudah mendapatkan informasi dari mereka?" tanya Rocky menatap tajam segerombolan pria yang telah belumuran darah di depannya.


Anak buah Rocky tidak ada persaan iba sedikitpun. Mereka memperlakukan para pembunuh bayaran itu layaknya seperti binatang. Ada yang di rantai kaki dan tangannya dan tubuhnya di jadikan menjadi bantalan tinju. Ada juga yang di cambuk sehingga tubuhnya menjadi di penuhi bekas cambukan.


Bahkan ada juga yang telah tewas mengenaskan karena membuat anak buah Rocky geram. Rocky menatap ruangan yang telah di penuhi darah itu sambil tersenyum sinis. Berlahan dia menatap pria berbadan tegap yang telah menusuk Naura Amarah Rocky semakin memuncak ketika mengingat tindakan pria itu yang menusuk Naura tepat di depan matanya.

__ADS_1


"Jika kalian tidak mau berbicara, maka aku akan membantu kalian untuk bicara," ucap Rocky tersenyum sinis sambil memainkan belati yang sangat tajam tepat di depan para pembunuh bayaran itu.


Bersambung.....


__ADS_2