Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 98


__ADS_3

Icha duduk terdiam di ruang rias pengantin. Dia harus melakukan pernikahan tanpa kehadiran sang kakak. Raygan menyuruh Icha menikah dengan Mbara tanpa harus menunggu kepulangannya. Bahkan Raygan mengatakan dia tidak tau kembali kapan karena harus menyelesaikan pekerjaan penting.


"Sayang! kenapa kau cemberut seperti itu? nanti cantiknya hilang lho," ucap Yulia menghampiri keponakannya yang terus diam cemberut.


"Icha benci sama Kak Ray! Kak Ray gak sayang sama Icha," ucap Icha menunumpahkan air matanya penuh kekesalan.


"Kenapa kau bicara seperti itu? Kak Ray sangat menyayangimu,"


"Jika Kak Ray sayang sama Icha dia pasti meluangkan waktunya untuk datang ke pernikahan Icha. Tapi apa? bahkan Kak Ray tidak ada menghubungi Icha sama sekali. Kak Ray jahat," regek Icha sambil menangis kesegukan.


"Kau jangan nangis seperti itu! Lihat make up mu luntur," ucap Yulia panik ketika melihat air mata Icha yang semakin mengalir dengan derasnya.


"Ada apa ini?" ucap Candra datang tiba-tiba.


"Icha terus memangis. Apa benar Ray dan Naura tidak bisa datang?" tanya Yulia memastikan.


"Ray tidak bisa datang! katanya dia baru bisa kembali satu tahun lagi,"


"Apa! satu tahun lagi? keburu Icha sudah bongkar mesin duluan paman," ucap Icha semakin kesal.


"Mungkin kakakmu ada pekerjaan penting. Kauu tau sendiri 'kan? jika sekarang kakakmu yang bertangung jawab untuk seluruh perusahaan Naura. Apa kau mau menunda pernikahanmu sampai mereka pulang? " ucap Yulia lembut.


"Tidak! Icha mau menikah sekarang. Nanti keburu Kak Mbara berubah pikiran. Icha akan mengerti, tapi Icha tidak akan memaafkan kakak dengan mudah," ucap Icha melipat kedua tangannya di dada.


"Baiklah! kau bebas menghukum kakakmu. Tapi sekarang kau jangan menangis lagi ya. Lihat make up mu jadi berantakan. Apa kau mau Mbara lari ketakutan melihat wajahmu itu," ucap Candra terkekeh kecil.


"Icha akan berhenti menangis," ucap Icha menarik napasnya dan membiarkan para MUA merias wajahnya kembali.


Setelah riasan wajah Icha telah rapi. Yulia dan Candra langsung membawanya untuk turun. Mereka membawa Icha menuju tempat akad untuk melakukan ijab kabul bersama Mbara. Mbara menatap kecantikan Icha dengan penuh kekaguman. Calon istrinya terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin putih yang sangat indah.

__ADS_1


"Kau duduklah. Sebentar lagi statusmu akan berubah menjadi seorang istri," ucap Yulia mendudukkan Icha di samping Mbara dan mencium keningnya dengan lembut.


Melihat Icha sudah duduk di samping Icha. Pak penghulu langsung memulai acaranya. Candra sebagai wali Icha menikahkan Icha dengan Mbara secara langsung. Mbara mengucapkan ijab kabul dengan begitu lantang dan tidak ada kegugupan sama sekali.


"Bagaimana para saksi, sah?"


"Sah!"


Icha langsung menitikkan air matanya. Dia tidak menyangka akhirnya dia resmi menjadi istri Mbara. Dia dan kesabarannya selama ini telah berbuah manis. Akhirnya dia mendapatkan cinta Mbara dan berakhir di jenjang pernikahan.


Icha mencium lembut punggung tangan Mbara sambil menitikkan air mata kebahagiaannya. Setelah itu Mbara dengan lembut mencium kening Icha. Icha berlahan memejamkan matanya meresapi kehangatan benda kenyal yang menempel di keningnya.


"Selamat atas pernikahan kalian," ucap Raygan dan Naura menghampiri Icha.


Mendengar suara Raygan, Icha langsung menatap kakak sepupunya itu dengan tatapan penuh rasa tidak percaya. Ternyata sang kakak sedang mengenai dirinya dengan mengatakan jika dia tidak bisa pulang untuk menghindari pernikahannya.


Dia menengelamkan wajahnya di dada bidang Raygan sambil menangis penuh haru.


"Kenapa kakak sangat suka mengerjaiku? Aku mengira jika kakak benar-benar tidak datang," ucap Icha melongarkan pelukannya dan menatap Raygan dengan lekat.


"Tidak mungkin kakak tidak datang di hari kebahagiaan adik kesayangan kakak yang satu ini," ucap Raygan tersenyum sambil menel hidung mancung Icha.


"Apa kau hanya merindukan kakakmu," ucap Naura melipat kedua tangannya di dada sambil memayunkan bibirnya.


"Kakak! tentu saja aku merindukan kakak," ucap Icha tersenyum bahagia lalu memeluk Naura dengan erat.


"Ets! kau hati-hati. Nanti adik bayiku sesak napas," ucap Raygan melepaskan pelukan Icha.


"Maksudmu apa, Ray?" ucap Candra dan Yulia serentak.

__ADS_1


"Ia! maksud kakak apa? adik bayi? aku tidak melihat ada adik bayi di sini," ucap Icha dengan polosnya sambil memutar tubuhnya Naura.


"Kau ini! adik bayinya memang belum ada di sini. Karena dia masih berada di sini," ucap Raygan tersenyum sambil mengelus perut Naura.


"Jadi kau hamil, Ra?" tanya Yulia tersenyum bahagia.


"Benar! nyonya muda sedang hamil. Sebentar lagi penerus keluarga Leonard dan juga Wilona terlahir ke dunia ini," ucap Rocky tersenyum bahagia.


Mendengar kabar bahagian itu semua orang langsung tersenyum bahagia. Mereka langsung memberi selamat kepada Naura dan Icha. Hari ini adalah hari yang di penuhi kebahagiaan oleh keluarga Wilona. Dimana Icha telah menemukan cinta sejatinya dan di situ juga mereka mendapat kabar kehamilan Naura. Membuat kemeriahan di acara itu semakin bertambah.


Hingga akhirnya acara pelemparan hingga di mulai. Icha dan Mbara berdiri di atas panggung bersiap untuk melempar bunga kepada para jomblo yang sedang mengantri. Bahkan Rocky si jomblo karatan juga tidak mau ketingalan. Dia bergabung bersama para jomblo untuk mendapatkan bunga pengantin itu.


"Sudah siap semuanya?" tanya Mbara dengan penuh kebahagiaan.


"Sudah!" ucap para jomblo serentak.


"Kita hitung dari satu ya,"


"Satu,"


"Dua,"


"Ti!"


Icha dan Mbara langsung melempar bunga itu secara bersama-sama.


"Horeee! Aku mendapatkannya. Sebentar lagi akau akan mengakhiri masa jombloku," ucap Rocky tersenyum bahagia llau memeluk Raygan dan Ronal secara bergantian.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2