
"Ia! ini aku. Apa kau terkejut?" tanya Ronal menatap tajam Rini, tidak lupa dengan wajah datar tanpa ekspresinya.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Rini menatap Ronal dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.
"Aku sudah memperingatkanmu. Kau saja yang tidak memperdulikannya. Jadi jangan salahkan aku atas hukuman yang akan kau dapatkan," ucap Ronal dengan sangat dingin.
Rini menatap tajam Ronal. Dia tidak percaya jika Ronal yang berdiri di depannya saat ini adalah Ronal yang dia kenal selama ini. Ronal yang menjalin rumah tangga bersamanya selama dua puluh lima tahun lamanya. Dia seperti tidak mengenal sedikitpun tentang Ronal selama ini.
"Apa ini karena Naura? Kenapa kau sangat perhatian kepadanya? bahkan kau tega memperlakukan aku seperti ini? Apa jangan-jangan kau telah menghianatiku dengan Naura?"
"Jangan samakan nyonya mudaku dengan dirimu. Kau tidak tau sedikitpun tentang dia. Jadi jangan kau memfitnahnya dengan mulut kotormu itu," ucap Ronal mengepalkan tanganya geram.
Dulu di saat Rini menghina Naura, dia hanya diam saja. Namun, sekarang tidak akan lagi. Dia tidak akan membiarkan seorangpun yang menyakiti Naura. Karena baginya saat ini siapa yang mencari masalah dengan Naura, maka sama saja mereka mencari masalah dengannya.
"Nyonya muda!" gumam Rini mengerutkan keningnya binggung mendengar sebutan nyonya muda dari mulut Ronal.
"Wanita yang sedari dulu kau anggap miskin dan benalu, adalah penerus kekayaan keluarga Leonard. Dia adalah Naura Leonard. Putri tunggal keluarga Leonard,"
"Apa! Mana mungkin," gumam Rini kelagapan.
"Maafkan aku! Aku menyesal. Aku tidak tau jika Naura adalah putri keluarga Leonard.Jika aku tau aku tidak akan melakukan itu kepadanya," ucap Rini penuh penyesalan setelah mengetahui jika Naura penurus keluarga Leonard. Keluarga terkaya nomor satu di negara A.
Mendengar ucapan Rini, Ronal langsung tersenyum sinis. Rini memang tidak pernah berubah, yang ada di pikirannya hanyalah harta, harta, dan harta saja. Bahkan dia menyesali perbuatannya setelah tau jika Naura itu adalah putri dari keluarga Leonard.
Jika tidak dia pasti akan terus membenci Naura dan selalu menyakitinya. Intinya Rini hanya berlaku baik kepada orang kaya saja. Sedangkan dia akan tetap jahat kepada orang miskin. Baginya perilakunya kepada seseorang tergantung dengan kekayaan orang itu.
__ADS_1
"Orang sepertimu memang tidak pantas hidup berdampingan dengan Nyonya muda. Aku sangat bersyukur karena nyonya muda memilih untuk keluar dari jeratanmu," ucap Ronal tersenyum sinis.
"Bawa dia. Biarkan Rocky yang mengurus dia," ucap Ronal tidak mau berurusan dengan Rini.
"Tunggu! Apa kau selama ini tidak mencintaiku? Apa aku tidak ada sedikitpun di hatimu? Sehingga kau tidak ada niat sedikitpun untuk membelaku. Aku tau aku salah. Tapi apa kau tidak berpikir jika aku ini adalah istrimu," ucap Rini menatap Ronal dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
"Maaf! Kau memang pernah singgah di hatiku. Tapi kau sendiri yang tidak pernah membiarkannya tumbuh subur di hatiku. Kau selalu membuatnya menghilang sedikit demi sedikit, karena kata-katamu yang selalu merendahkan dan juga menghinaku. Kau tidak pernah membuatku berharga di depanmu. Jadi jangan salahkan aku jika cinta itu telah menghilang, dan di gantikan oleh kebencian," ucap Ronal menatap lekat wajah Rini.
"Untuk hukumanmu! kau pantas mendapatkannya. Karena kau sudah sangat keterlaluan. Maaf! aku tidak bisa membelamu. karena bagiku yang salah tetap bersalah," ucap Ronal kembali lalu melangkahkan kakinya meningalkan Rini.
"Papa!" ucap Gabryel menatap Ronal dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.
Melihat Gabryel yang tiba-tiba datang, anak buah Ronal yang ada di sana langsung siap siaga. Mereka menodongkan pistol mereka, dan siap menyerang jika Gabryel berbuat sesuatu yang membahayakan Ronal.
Gabryel yang mencari jejak Rini mengunakan GPS ponselnya, terkejut ketika melihat beberapa pria mengerumuni sang mama dari kejauhan. Dia berlahan menghentikan mobilnya dan berjalan dengan mengendap-endap mendekati para pria itu.
"Turunkan senjata kalian," perintah Ronal kepada seluruh anggotanya.
Mendengar ucapan Ronal, mereka langsung menurunkan pistol mereka dan terus mengawasi Gabryel. Melihat Gabryel datang Rini langsung bangkit dan ingin berlari ke arah Gabryel. Namun, para anak buah Ronal langsung sigap menangkapnya.
"Kalian bawa dia," perintah Ronal kepada anak buahnya.
"Baik, Tuan!" ucap anak buah Ronal menganguk patuh lalu membawa Rini ke mobil.
"Gabryel! tolong mama," ucap Rini menatap Gabryel penuh permohonan.
__ADS_1
"Papa mau bawa mama ke mana? Pa, Gabryel mohon bicarakan hal ini dengan baik-baik. Pa, ingat mama itu istri papa. Kenapa papa begitu tega kepadanya," ucap Gabryel menatap Ronal dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.
"Apa kau lupa jika Naura juga dulu istrimu? Tapi kau juga selalu menyakitinya. Lalu apa bedanya dengan papa saat ini?" ucap Ronal tersenyum sinis.
"Bahkan perbuatanku saat ini sangat jauh berbeda dengan perbuatanmu kepada Naura dulu. Kau selalu menyiksa Naura tanpa ada alasan yang jelas. Kau selalu menjadikannya bantalan tinjumu padahal dia tidak melakukan kesalahan apapun. Sedangkan papa hanya memberikan hukuman atas kesalahan mamamu. Dia telah berencana untuk membunuh Naura. Sampai-sampai Naura sekarang sekarat di rumah sakit," jelas Ronal sambil berusaha menahan amarahnya.
"Apa! Jadi Naura sedang berada di rumah sakit? Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Gabryel langsung mencemaskan keadaan Naura.
"Mamamu dan Elisa membayar pembunuh bayaran untuk membunuh Naura. Suatu keberuntungan yang sangat besar, Rocky dan anak buahnya datang tepat waktu. Karena kedatangan mereka para pembunuh itu gagal untuk membunuh Naura. Tapi pembunuh itu telah menyiksa Naura, bahkan Naura mengalami luka tusukan yang cukup dalam. Hingga akhirnya dia harus melewati hari-harinya di rumah sakit. Bahkan sampai sekarang Naura belum sadar juga," jelas Ronal sambil menitikkan air matanya mengingat keadaan Naura saat ini.
"Apa! jadi benar mama ada hubungannya di balik menghilangnya Naura. Lalu kenapa papa tidak memberitahu Raygan. Dia sangat menghawatirkan Naura saat ini. Bahkan dia juga telah membayar begitu banyak ditektif untuk mencari keberadaan Naura,"
"Papa ingin mempertemukan Raygan dengan Naura secepatnya. Tapi papa tidak boleh gegabah. Papa harus membicarakan hal ini dengan Rocky terlebih dulu. Karena dia yang paling berhak memberikan keputusan untuk kehidupan Naura.
"Lalu mama?" tanya Gabryel mencemaskan keadaan sang mama.
"Papa tidak tau," ucap Ronal diam menunduk.
"Pa! tolong ringankan hukuman mama. Jangan kalian siksa dia. Kasihan mama, Pa," ucap Gabryel penuh permohonan.
"Apa kalian juga ada rasa kasihan kepada Naura dulu? Tidak 'kan?"
Mendengar ucapan Ronal, Gabryel langsung terdiam. Dia tidak tau harus berkata apa saat ini. Dia mengalami dilema yang sangat besar. Dia sangat binggung harus berada di pihak yang mana. Jika dia hanya diam saja tanpa membantah sang papa maka mamanya akan mendapat hukuman yang sangat besar. Jika dia memilih untuk menolong sang mama, sama saja dia akan mengibarkan bendera perang kepada papanya sendiri.
Bersambung....
__ADS_1