
Hanya melakukan kesalahan sedikit saja caci maki langsung datang bertubi-tubi menghampiri Naura. Bukan hanya itu, melihat Naura yang nampak jauh lebih menurut dan terus berusaha mengambil hatinya Gabryel malah semakin menjadi. Bahkan pagi ini Gabryel tega melayangkan tamparannya kepada Naura di depan para pelayannya.
"Dasar tidak berguna. Membuat teh saja tidak becus."
Plakkk...
"Tamparan itu memang pantas kau dapatkan."
Kejadian tadi pagi terus tergiang di pikiran Naura. Dia menatap wajahnya yang memerah cap lima jari bekas tamparan Gabryel dari pantulan cermin. Tak henti-hentinya Naura meneteskan air matanya mengingat semua penderitaannya. Ingin sekali Naura menghakhiri semuanya. Tapi, Naura masih terikat oleh misi yang selalu memberikan misi yang sangat aneh kepadanya.
"Arghhh.... Kenapa hidupku seperti ini? Apa aku tidak pantas untuk bahagia?" ucap Naura berteriak frustasi sambil menangis kesegukan.
Pernikahan yang bahagia, itulah pernikahan yang Naura impi-impikan sedari kecil. Tapi, tidak ada yang menyangka jika kehidupannya pernikahannya sangatlah kelam. Di luar sana dia selalu di sanjung-sanjung, bahkan di cap sebagai wanita paling beruntung di dunia ini.
Tapi, orang lain hanya melihat pernikahannya dari temboknya saja yang begitu mewah dan megah. Mereka tidak pernah melihat bagaimana isi dalamnya, pernikahan yang di penuhi dengan penderitaan, caci-maki, bahkan juga serangan tempramental yang selalu menjadikan Naura menjadi sasaran pelampiasan amarah.
Jika di sebuah film Gabryel adalah pemain yang sangat handal. Bahkan dia bisa memainkan dua peran sekaligus, dia bisa menjadi seorang suami yang sangat sempurna dan dia juga bisa menjadi suami yang paling buruk. Jika di depan publik Gabryel selalu memperlakukan Naura seperti ratu tapi, jika di dalam istananya maka, Naura akan di perlakukan seperti babu.
"Kau harus kuat, Naura. Ingat misimu tingal beberapa langkah lagi. Setelah itu kau akan terbebas dari neraka dunia ini." gumam Naura menghapus air matanya.
Karna lelah menangis dan meratapi hidupnya yang di penuhi lika-liku kehidupan, Naura memilih untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Dia membaringkan tubuhnya di ranjang empuknya dan mencoba memejamkan matanya. Karna merasakan lelah pada tubuh dan pikirannya dengan sejenak Naura langsung terlelap dalam tidurnya.
Tapi, dalam tidurnya pun Naura masih bisa meneteskan air matanya. Ingatannya akan penyiksaan Gabryel selama ini terus menghantuinya sampai kedalam mimpinya. Karna telalu lelah Naura tidak sadar jika dia tidur terlalu lama. Saat bangun dia melihat matahari sudah tengelam dan menandakan bahwa Gabryel akan segera pulang.
Dengan cepat Naura bangkit dari tidurnya. Dia menatap ponselnya yang dia letakkan di atas meja. Dia sadar jika satu hari ini dia belum mendapatkan misi dari aplikasi itu. Naura yang ingin memastikan jika hari ini tidak ada misi memilih untuk mengeceknya secara langsung.
__ADS_1
Tapi, saat dia membuka aplikasi itu tiba-tiba satu pesan tentang misinya berhasil membuat Naura shock. Dia tidak menyangka jika aplikasi itu semakin lama semakin membuatnya tertekan. Dimana dia harus merendahkan dirinya di depan Gabryel dan juga mertuannya hanya karna misi yang di berikan aplikasi itu.
"Malam ini kau harus melayani suamimu dengan baik." misi Naura malam ini.
"Gila! Bagaimana bisa aku kerendahkan diriku seperti ini. Dia baru tadi pagi menamparku dan menghinaku habis-habisan." gumam Naura merasa kesal atas misi yang di berikan aplikasi itu.
"Jika kau tidak melakukan misimu dengan baik maka, semua uang yang masuk ke rekeningmu akan kami tarik. Kau juga harus mengulangi misimu dari awal lagi. Ingat kau ingin uang dua milyar'kan?" gumam Naura membaca pesan ancaman dari aplikasi itu.
"Sial! Lagi-lagi aku harus merendahkan harga diriku." teriak Naura frustasi.
Tapi, pikiran Naura langsung teralih ke hadiah yang di tawarkan oleh aplikasi itu. Jika dia berhasil melakukan semua misinya dengan baik, maka Naura akan segera terbebas dari misi yang menurutnya sangat aneh. Bukan hanya itu Naura juga akan mendapatkan hadiah yang sangat besar untuk menjamin kehidupannya nantinya.
"Baiklah! Aku akan melakukannya. Tapi, bukan karna aku mencintainya. Tapi, karna hadiah yang kau janjikan." Naura mengirim pesan kepada aplikasi itu.
"Terserah! Aku tidak peduli kau melakukannya karna cinta atau tidak. Tapi, aku hanya ingin kau melakukan misi yang aku berikan dengan baik." balasan dari aplikasi itu.
Setelah selesai merendam dirinya Naura keluar dengan haduk kimono yang melilit tubuhnya. Naura berjalan ke arah lemari dan menatap lingerie tipis yang sudah lama dia tidak gunakan. Hingga akhirnya Naura menetapkan pilihannya ke lingerie merah muda yang senada dengan kulit putihnya.
Naura mengenakan lingerie itu lalu menghias wajahnya dengan olesan make up tipis. Dia menantap dirinya sambil membuang napasnya pelan. Bukan hanya itu Naura juga menghias kamar mereka seromantis mungkin. Dengan harapan Gabryel bisa puas dengan kejutan yang dia berikan dan dia bisa cepat terbebas dari misi yang mengikatnya.
Tapat, pada waktunya. Setelah Naura selesai menghias kamarnya dia mendengar mobil Gabryel memasuki perkarangan mension mereka. Dengan cepat Naura mengontrol dirinya dan bersiap untuk menyambut kedatangan Gabryel.
"Hai, Sayang! Kau sudah pulang." ucap Naura tersenyum manja sambil mengambil tas kerja Gabryel.
Gabryel menatap aneh Naura yang tiba-tiba aneh. Tapi, jujur saja miliknya langsung terbangun dengan bugarnya ketika melihat penampilan Naura yang sangat mengoda. Di tambah lagi dengan suasana kamar yang begitu romantis membuat gairah Gabryel langsung bangkit seketika.
__ADS_1
"Kau pasti lelah ya, Sayang? Tapi aku menginginkannya." ucap Naura meraba dada bidang Gabryel lalu mencium bibirnya dengan agresifnya.
"Ada apa ini? Apa ada yang spesial?" ucap Gabryel dengan suara britonnya.
"Tidak! Aku hanya ingin membahagiakan suamiku. Bukannya kau mengatakan aku sebagai istri harus melayani suamiku dengan baik." ucap Naura melingkarkan tangannya di leher Gabryel sambil menciumi wajah Gabryel.
"Kau memang istriku yang paling pintar." ucap Gabryel tersenyum lalu membawa tubuh Naura kedalam gendongannya.
"Kau juga suamiku yang paling perkasa. Aku sangat mencintaimu."
"Aku masih berkeringat. Aku mandi dulu ya." ucap Gabryel meletakkan tubuh Naura di atas kasur mereka.
"Tidak! Aku suka wangi keringatmu." ucap Naura membaringkan tubuh Gabryel lalu mengukungnya dengan tubuh mungilnya.
"Jika kita bisa melakukannya sekarang. Untuk apa nanti." bisik Naura di telinga Gabryel sehingga membuat gairah Gabryel semakin bangkit.
Bukan hanya itu Naura juga membuka satu persatu kancing kemeja Gabryel sehingga memperlihatkan dada bidangnya.
"Tubuhmu sangat indah, Sayang. Aku tidak akan pernah rela membaginya dengan wanita lain." ucap Naura manja sambil meraba dada bidang Gabryel.
"Jika kau bisa memuaskanku setiap malam. Maka tubuhku hanya milikmu." ucap Gabryel sudah tidak sabar lagi.
Gabryel langsung mengubah posisi mereka hingga kini Naura yang berada di bawahnya. Dia menjajah tubuh naura dengan rakusnya lalu melepaskan pakaian Naura yang menghalangi aksinya. Dia menatap tubuh polos Naura yang sangat indah, lalu melepaskan semua pakaian yang menempel pada tubuhnya.
Gabryel melakukan tugasnya dengan sangat baik hingga kamar mereka di penuhi dengan suara-suara indah Naura. Bahkan Gabryel melakukannya berulang kali sehingga membuat tenaganya dan Naura terkuras habis. Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka hingga akhirnya mereka terlelap dalam pelukan penuh kehangatan.
__ADS_1
Bersambung....